Futures saham AS mundur pada Rabu saat investor berhenti sejenak setelah penutupan kuartal kedua yang kuat. Futures pada Dow, S&P 500, dan Nasdaq semuanya turun antara 0,2% hingga 0,7% di awal perdagangan.
E-Mini S&P 500 Sep 26 (ES=F)
Selasa kemarin, Dow Jones Industrial Average ditutup pada rekor baru. S&P 500 membukukan kuartal terbaiknya sejak 2020, naik 15% di Q2. Nasdaq Composite naik 21% dalam periode yang sama, juga merupakan kuartal terbaiknya sejak 2020. Dow naik 13% di Q2, kuartal terbaiknya sejak 2022.
Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dijadwalkan berbicara di forum tahunan Bank Sentral Eropa di Sintra, Portugal, pada Rabu pagi. Pasar mencermati dengan seksama setiap sinyal mengenai apakah Fed berencana menaikkan suku bunga di akhir tahun ini.
Para analis mengatakan tidak ada alasan kuat untuk mengharapkan Warsh mengubah nada hawkish-nya. Analis ING Chris Turner mencatat bahwa kepercayaan konsumen telah mengejutkan ke sisi positif, dan ekuitas AS masih memberikan imbal hasil year-to-date mendekati dua digit.
Imbal hasil Treasury 10 tahun berada di 4,471%. Yen Jepang jatuh ke level terendah dalam 40 tahun terhadap dolar, didorong sebagian oleh ekspektasi pengetatan Fed lebih lanjut.
Laporan ketenagakerjaan Juni akan dirilis Kamis. Data tersebut akan memberikan gambaran lebih jelas kepada pasar mengenai kondisi pasar tenaga kerja dan membantu investor menilai kemungkinan kenaikan suku bunga di akhir tahun ini.
Harga minyak bertahan di sekitar $70 per barel, mendekati level pra-konflik. AS dan Iran terus melanjutkan pembicaraan diplomatik, meski ketegangan masih ada.
Presiden Trump telah mempertimbangkan untuk kembali ke tindakan militer namun memutuskan untuk melanjutkan negosiasi, menurut The Wall Street Journal. Trump telah memberi tahu para pembantunya bahwa ia tidak keberatan jika pembicaraan berlanjut melewati tenggat 18 Agustus untuk kesepakatan nuklir.
Korps Garda Revolusi Islam Iran telah memperingatkan bahwa mereka dapat menutup kembali Selat Hormuz jika tidak mendapatkan jaminan atas kendali tunggal atas jalur perairan tersebut. Ancaman itu membuat para pedagang minyak tetap berhati-hati.
Emas turun di bawah $4.000 per ons pada Rabu karena kekhawatiran kenaikan suku bunga menekan logam yang tidak menghasilkan imbal hasil ini. Dolar naik seiring para pedagang meningkatkan taruhan pada pengetatan Fed.
Saham AI dan chip mendorong sebagian besar kenaikan sektor teknologi di paruh pertama tahun ini. Para analis mengatakan hanya teknologi yang tampak siap untuk terus memimpin pasar di paruh kedua.
Investor kini mencermati laporan ketenagakerjaan Kamis sebagai titik data besar berikutnya. Angka yang kuat dapat menambah tekanan bagi Fed untuk menaikkan suku bunga, sementara angka yang lebih lemah mungkin meringankan kekhawatiran tersebut.
The post US Stock Futures Fall After Dow Record and Best S&P 500 Quarter Since 2020 appeared first on CoinCentral.


