Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengatakan pemerintah telah memenuhi janjinya untuk menurunkan harga bahan bakar meskipun menghadapi tantangan. (Foto Bernama)
KULAI: Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyoroti serangkaian program bantuan pemerintah sebagai bukti upaya administrasi Madani untuk meringankan biaya hidup bagi rakyat Malaysia.
Pada sebuah pertemuan pemuda hari ini, Anwar mengatakan pemerintahannya telah memperkuat penyaluran bantuan tunai dan memperluas dukungan bagi kelompok berpenghasilan rendah sejak menjabat pada November 2022.
Ia mengatakan beberapa rumah tangga kini menerima bantuan hingga RM1.800 tergantung pada ukuran keluarga, dan menekankan bahwa sistem telah ditingkatkan untuk memastikan penyaluran yang lebih cepat dan lebih tepat sasaran.
Ia juga menunjuk pada program-program seperti Sumbangan Tunai Rahmah (STR) dan Sumbangan Asas Rahmah (SARA), seraya mengatakan para penerima kini menerima dana secara langsung tanpa harus antre untuk mendapatkan bantuan.
"Apakah Anda harus antre untuk SARA? Tidak. Apakah Anda harus antre untuk STR? Tidak. Uang tersebut langsung masuk ke rekening Anda," katanya.
Anwar juga menyebutkan langkah-langkah biaya hidup yang lebih luas yang diterapkan oleh pemerintah, termasuk penyesuaian harga bahan bakar, serta kenaikan gaji bagi pegawai negeri dan personel kepolisian.
Hadirin bertepuk tangan dengan keras ketika ia membela reformasi subsidi bahan bakar pemerintah, dengan mengatakan bahwa pemerintah telah memenuhi janjinya untuk menurunkan harga bahan bakar meskipun menghadapi tantangan.
"Apakah Anda pikir itu mudah? Tidak. Tapi kami menepati janji kami. Malaysia kini memiliki salah satu harga bahan bakar terendah di dunia," katanya.
Anwar mengatakan reformasi tersebut membutuhkan waktu untuk menunjukkan dampak penuhnya, dengan mencatat bahwa administrasi sebelumnya telah memerintah selama lebih dari enam dekade dibandingkan dengan masa jabatan pemerintah saat ini yang lebih singkat.
"Mereka memerintah selama lebih dari 60 tahun. Kami baru dua atau tiga tahun. Kami tidak bisa memperbaiki semuanya sekaligus," katanya.
Ia mendesak para pemilih untuk menilai pemerintah berdasarkan hasil kebijakan, seraya menambahkan bahwa inisiatif pembangunan seperti Zona Ekonomi Khusus Johor-Singapura dan RTS Link juga harus diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi rakyat Malaysia biasa.
Acara tersebut juga dihadiri oleh menteri dalam negeri Saifuddin Nasution Ismail, menteri sumber daya manusia R Ramanan, dan wakil menteri komunikasi Teo Nie Ching, yang juga merupakan anggota parlemen Kulai.

