Inggris tinggal tiga kemenangan lagi dari gelar Piala Dunia 2026. Setelah mengalahkan Kongo DR di babak 32 besar dan menang dramatis 3-2 atas Meksiko di babak 16 besar, The Three Lions kini menghadapi Norwegia di perempat final. Situs resmi England Football telah mengonfirmasi laga Inggris vs Norwegia, sementara TNT Sports juga membahas rute Inggris menuju final.
Jika Inggris mengalahkan Norwegia, mereka akan menghadapi Argentina atau Swiss di semifinal. Jika mencapai final, lawan Inggris akan datang dari sisi bracket lain: Prancis, Maroko, Spanyol atau Belgia. Dengan kata lain, jalan Inggris menuju gelar Piala Dunia 2026 kemungkinan adalah Norwegia di perempat final, Argentina atau Swiss di semifinal, lalu salah satu dari Prancis, Maroko, Spanyol atau Belgia di final.
Perjalanan Inggris di fase gugur sudah penuh drama. Di babak 32 besar, Inggris menang 2-1 atas Kongo DR untuk melaju ke 16 besar. Setelah itu, mereka menghadapi ujian lebih besar melawan Meksiko dan menang 3-2 dalam laga yang memperlihatkan kualitas serangan sekaligus kerentanan pertahanan.
Kemenangan atas Meksiko penting karena dua alasan. Pertama, hasil itu membawa Inggris ke perempat final. Kedua, laga tersebut membuktikan bahwa Inggris bisa bertahan dalam tekanan fase gugur. Juara Piala Dunia jarang melewati semua ronde dengan mudah. Mereka biasanya membutuhkan satu kemenangan sulit untuk membuktikan bahwa mereka bisa menderita dan tetap lolos.
Kini rute Inggris jelas, tetapi sulit. Norwegia berbahaya karena Erling Haaland. Argentina punya mental juara dan Lionel Messi. Swiss disiplin dan sulit ditembus. Di sisi bracket lain, Prancis, Spanyol, Belgia dan Maroko memiliki ancaman masing-masing.
Laga berikutnya adalah Norwegia vs Inggris di perempat final Piala Dunia 2026. Ini bukan undian mudah. Norwegia telah membuat salah satu kejutan terbesar turnamen dengan menyingkirkan Brasil 2-1. Reuters melaporkan bahwa Haaland mencetak dua gol saat Norwegia mengejutkan Brasil.
Bahaya paling jelas adalah Haaland. Dalam laga gugur, ia tidak membutuhkan sepuluh peluang. Satu umpan silang, satu transisi, atau satu kesalahan bek bisa cukup. Inggris harus memutus suplai bola ke Haaland, menguasai bola kedua, dan menghindari ruang terbuka untuknya di kotak penalti.
Keunggulan Inggris adalah kedalaman skuad. Pemain seperti Jude Bellingham, Harry Kane, Phil Foden, dan Bukayo Saka memberi Inggris banyak cara menciptakan peluang. Jika Inggris mengontrol lini tengah dan menjauhkan bola dari area favorit Haaland, mereka punya kualitas untuk mencapai semifinal.
Pertanyaan taktis terbesar sangat sederhana: bisakah Inggris menghentikan Haaland?
Inggris harus bertahan lebih awal, bukan hanya di kotak penalti. Jika Norwegia bisa mengirim umpan silang atau bola langsung dengan nyaman, pertandingan menjadi berbahaya. Bek tengah harus agresif, tetapi tidak ceroboh. Bek sayap harus menghentikan umpan silang. Lini tengah harus memutus transisi cepat.
Jika Inggris memutus jalur suplai Norwegia, pertandingan akan lebih banyak ditentukan oleh kualitas serangan Inggris. Jika mereka membiarkan Norwegia bermain langsung ke Haaland, perempat final bisa menjadi mimpi buruk.
Jika Inggris mengalahkan Norwegia, lawan semifinal mereka adalah Argentina atau Swiss.
Argentina akan menjadi cerita terbesar. Inggris vs Argentina adalah salah satu duel paling emosional dalam sejarah Piala Dunia. Itu juga berarti Inggris menghadapi juara bertahan dan Messi, salah satu pemain terbaik sepanjang masa. Argentina mengalahkan Mesir 3-2 di babak 16 besar, menunjukkan ancaman serangan sekaligus kerentanan.
Swiss adalah tantangan yang berbeda. Mereka tidak sepopuler Argentina, tetapi sangat sulit dilawan. The Guardian melaporkan bahwa Swiss mengalahkan Kolombia lewat adu penalti dan mencapai perempat final Piala Dunia pertama sejak 1954. Artinya, Swiss tahu cara bertahan dalam laga gugur yang tidak indah.
Semifinal Inggris vs Argentina akan menjadi salah satu laga terbesar Piala Dunia 2026. Argentina memiliki lebih banyak pengalaman turnamen dan budaya menang yang kuat. Inggris memiliki kekuatan fisik, kedalaman skuad, dan pemain inti yang lebih muda.
Kunci Inggris adalah kontrol emosi. Argentina bisa memperlambat pertandingan, menarik pelanggaran, dan membawa laga ke pertarungan pengalaman. Inggris harus tetap tenang, menghindari kesalahan, dan menggunakan kecepatan di sisi sayap.
Bellingham bisa menjadi pusat laga ini. Jika ia mampu membawa bola melewati lini tengah dan memaksa Argentina bertahan menghadap gawang sendiri, Inggris bisa menciptakan peluang. Tetapi jika Argentina mengontrol ritme, Inggris bisa dipaksa mengejar pertandingan.
Swiss tidak membawa drama global seperti Argentina, tetapi bisa sama membuat frustrasi. Mereka mempersempit ruang, memperlambat tempo, dan memaksa lawan menembak dari posisi buruk.
Inggris membutuhkan kesabaran. Semifinal melawan Swiss bisa menjadi laga tentang wilayah, bola mati, dan bola kedua. Inggris tidak boleh terburu-buru menyerang. Mereka juga harus siap untuk perpanjangan waktu atau penalti, karena Swiss sudah menunjukkan kemampuan bertahan dalam skenario itu.
Melawan Swiss, Inggris akan menjadi favorit. Namun di semifinal Piala Dunia, favorit tidak menang karena nama. Mereka menang karena disiplin.
Jika Inggris mencapai final, lawan mereka akan datang dari sisi bracket lain: Prancis, Maroko, Spanyol atau Belgia.
Prancis akan menjadi lawan paling berbahaya karena Mbappé, pengalaman turnamen, dan banyak pemain penentu. Spanyol mungkin menjadi lawan paling sulit secara taktik karena kontrol penguasaan bola dan struktur lini tengah. Belgia berbahaya karena efisiensi serangan dan pemain seperti Kevin De Bruyne. Maroko membawa disiplin bertahan, energi emosional, dan kepercayaan diri dari perjalanan mendalam lainnya.
Rute impian Inggris mungkin Norwegia, Swiss, lalu Maroko. Tetapi final Piala Dunia jarang mengikuti jalan termudah. Rute yang lebih realistis bisa jadi Norwegia, Argentina, lalu Prancis atau Spanyol.
Inggris vs Prancis akan menjadi final Eropa yang sangat besar. Prancis memiliki Kylian Mbappé, kecepatan elite, dan rekam jejak Piala Dunia modern. Inggris harus menjaga transisi dengan hati-hati dan membuat laga lebih tentang struktur daripada duel individu.
Inggris vs Spanyol akan menjadi benturan antara kekuatan langsung dan kontrol penguasaan bola. Spanyol akan mencoba mendominasi bola dan memaksa Inggris bertahan lama. Inggris harus efisien dalam transisi dan kejam saat peluang datang.
Inggris vs Belgia bisa menjadi laga lebih terbuka. Kedua tim punya kualitas serangan, dan pertandingan bisa ditentukan oleh kontrol lini tengah serta kesalahan bertahan. Jika De Bruyne menemukan ruang, Belgia bisa menyakiti siapa pun.
Inggris vs Maroko akan menjadi skenario final bersejarah. Maroko akan mencoba membuat Inggris frustrasi, memperlambat ritme, dan mengubah laga menjadi tes tekanan. Inggris mungkin punya kualitas individu lebih besar, tetapi struktur Maroko bisa membuat laga sangat sulit.
Inggris memiliki talenta untuk mencapai final, tetapi masih perlu memperbaiki beberapa area.
Pertama, mereka harus mengelola transisi bertahan dengan lebih baik. Norwegia, Argentina, dan Prancis bisa menghukum ruang di belakang lini tengah.
Kedua, Inggris perlu mengontrol pertandingan lebih lama. Serangan mereka kuat, tetapi laga gugur menjadi berbahaya jika lawan diberi tekanan panjang.
Ketiga, bola mati bisa sangat penting. Melawan Norwegia, Swiss, atau Maroko, situasi bola mati bisa menentukan hasil.
Keempat, Inggris harus tetap tenang secara emosional. Semakin jauh mereka melaju, semakin besar tekanannya. Melawan Argentina atau Prancis, kontrol emosi bisa sama pentingnya dengan taktik.
Ya, Inggris bisa menjuarai Piala Dunia 2026. Mereka memiliki kualitas serangan, kekuatan lini tengah, dan kedalaman skuad untuk mengalahkan siapa pun yang tersisa. Namun rutenya tidak mudah.
Norwegia lebih berbahaya daripada namanya karena Haaland. Argentina akan menjadi semifinal kelas berat. Swiss akan menjadi ujian taktis yang sulit. Final melawan Prancis atau Spanyol akan menuntut performa terbaik Inggris.
Rute Inggris ke final realistis, tetapi tidak nyaman. Jika mereka mengalahkan Norwegia dengan kontrol, mereka akan menjadi kandidat juara serius. Jika mereka kembali kesulitan, pertanyaan tentang manajemen pertandingan akan tetap ada.
Rute paling mungkin adalah Inggris mengalahkan Norwegia, lalu menghadapi Argentina di semifinal. Jika menang, Prancis atau Spanyol kemungkinan menjadi lawan final.
Artinya, jalan paling mungkin bagi Inggris adalah Norwegia, Argentina, lalu Prancis atau Spanyol.
Ini rute yang sulit, tetapi bukan mustahil. Bagi Inggris, Piala Dunia 2026 kini soal mengubah potensi menjadi kontrol. Talentanya ada. Langkah berikutnya adalah membuktikan bahwa mereka bisa mengelola tiga laga gugur elite berturut-turut.
Inggris akan melawan Norwegia di perempat final.
Jika mengalahkan Norwegia, Inggris akan menghadapi Argentina atau Swiss.
Inggris bisa menghadapi Prancis, Maroko, Spanyol atau Belgia di final.
Bisa. Inggris punya kedalaman skuad lebih baik, tetapi Norwegia memiliki Erling Haaland.
Bisa. Jika Inggris mengalahkan Norwegia dan Argentina mengalahkan Swiss, mereka akan bertemu di semifinal.
Bisa. Inggris dan Prancis berada di sisi bracket berbeda, sehingga hanya bisa bertemu di final.
Rute tersulit yang mungkin adalah Norwegia di perempat final, Argentina di semifinal, lalu Prancis atau Spanyol di final.
Bisa. Inggris punya talenta untuk juara, tetapi perlu kontrol lebih baik, transisi bertahan yang kuat, dan ketenangan emosional.

