Bitcoin kembali menguat ke atas $71.000 setelah sentimen global membaik, namun di balik pergerakan harga tersebut, sejumlah indikator on-chain justru menunjukkan sinyal yang lebih dalam. Para analis melihat bahwa pasar saat ini mulai memasuki fase akumulasi, periode yang secara historis sering menjadi titik awal pergerakan besar berikutnya.
Salah satu indikator utama, Active Address Momentum, tercatat turun ke -0,2—level terendah sejak 2018. Penurunan ini menunjukkan berkurangnya aktivitas di jaringan Bitcoin, terutama dari investor jangka pendek atau spekulan.
Dilaporkan BeInCrypto, kondisi ini sering diartikan sebagai keluarnya “tourist investors”, yaitu mereka yang masuk saat hype dan keluar saat pasar melemah. Yang tersisa di pasar saat ini adalah investor jangka panjang yang cenderung melakukan akumulasi secara bertahap.
Secara historis, fase dengan aktivitas rendah seperti ini justru sering menjadi fondasi bagi kenaikan harga dalam jangka panjang.
Baca juga: Schwab: Bitcoin dan ETH Bisa Guncang Portofolio Meski Cuma 1%
Data lain menunjukkan bahwa sekitar 80% hingga 90% modal Bitcoin saat ini berada dalam kondisi belum mencatatkan keuntungan.
Situasi ini bukan hal baru dalam siklus pasar kripto. Dalam beberapa siklus sebelumnya, kondisi di mana sebagian besar investor berada dalam posisi rugi justru menjadi salah satu indikator kuat bahwa pasar sedang berada di fase dasar (bottoming phase).
Menurut Tim Research Tokocrypto, kondisi ini mencerminkan fase transisi dari distribusi ke akumulasi. “Ketika mayoritas pelaku pasar mengalami tekanan, biasanya investor institusi dan smart money mulai masuk secara perlahan. Ini adalah fase di mana supply berpindah dari tangan lemah ke tangan kuat,” jelas tim tersebut.
Namun, mereka juga mengingatkan bahwa fase ini tidak selalu langsung diikuti oleh kenaikan harga. “Pasar bisa tetap bergerak sideways atau bahkan mengalami penurunan lanjutan sebelum benar-benar berbalik arah,” tambahnya.
Indikator lain, yaitu 720-day Tactical Bull-Bear Sentiment Index (TBBI), kini berada di zona bearish ekstrem. Secara historis, level ini sering muncul ketika sentimen pasar sangat negatif dan investor ritel mulai kehilangan minat.
Dalam kondisi seperti ini, narasi negatif biasanya mendominasi, namun justru menjadi momen di mana pelaku besar mulai menyerap supply di pasar.
Meski demikian, potensi penurunan masih tetap ada dalam jangka pendek. Koreksi lanjutan bahkan bisa terjadi untuk menciptakan gelombang kepanikan terakhir sebelum pasar berbalik arah. Namun secara struktur, tekanan penurunan cenderung mulai terbatas dibandingkan fase sebelumnya.
Dengan kombinasi aktivitas rendah, sentimen negatif ekstrem, dan mayoritas investor dalam kondisi rugi, pasar Bitcoin saat ini menunjukkan karakteristik klasik fase akumulasi. Pertanyaannya kini bukan lagi apakah fase ini terjadi, melainkan kapan momentum kenaikan berikutnya akan dimulai.
Baca Juga: BlackRock Diam-Diam Daftarkan Staked Ethereum Trust
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
The post 3 Sinyal Akumulasi: Saatnya Smart Money Borong Bitcoin! appeared first on Tokocrypto News.

