Co-founder Solana Labs, Anatoly Yakovenko, memperingatkan bahwa jaringan Layer 2 Ethereum belum aman dari ancaman komputasi kuantum. The post Solana PeringatkanCo-founder Solana Labs, Anatoly Yakovenko, memperingatkan bahwa jaringan Layer 2 Ethereum belum aman dari ancaman komputasi kuantum. The post Solana Peringatkan

Solana Peringatkan Bahaya Baru di Ethereum L2

2026/05/03 16:30
durasi baca 4 menit
Untuk memberikan masukan atau menyampaikan kekhawatiran terkait konten ini, silakan hubungi kami di [email protected]

Co-founder Solana Labs, Anatoly Yakovenko, memperingatkan bahwa jaringan Layer 2 Ethereum belum aman dari ancaman komputasi kuantum. Pernyataan tersebut disampaikan pada 2 Mei 2026 melalui unggahan di X, saat ia merespons pembaruan pengembangan Solana terkait implementasi Falcon-512.

Yakovenko, yang dikenal dengan akun @toly, menyebut Ethereum L2 “not quantum safe” dan meminta pengguna untuk “abandon all hope.” Pernyataan itu muncul setelah komunitas Solana menyoroti kemajuan jaringan tersebut dalam pengembangan post-quantum cryptography.

Ethereum L2 Dinilai Masih Rentan

Dilaporkan Coinedition, kritik terhadap Ethereum L2 berpusat pada penggunaan kriptografi yang masih dinilai rentan terhadap komputer kuantum. Sebagian besar wallet pengguna di Ethereum L2 masih bergantung pada Elliptic Curve Digital Signature Algorithm atau ECDSA dengan kurva secp256k1.

Dalam skenario tertentu, public key yang telah terekspos di blockchain dapat menjadi titik lemah apabila komputer kuantum yang cukup kuat mampu menjalankan Shor’s algorithm. Algoritma tersebut secara teoritis dapat digunakan untuk menurunkan private key dari public key, sehingga membuka risiko pencurian aset.

Risiko ini sering disebut sebagai “harvest now, decrypt later,” yaitu kondisi ketika data atau tanda tangan kriptografi yang dikumpulkan hari ini dapat dieksploitasi di masa depan setelah teknologi kuantum berkembang lebih jauh.

ZK Rollup Juga Masuk Sorotan

Selain wallet pengguna, sejumlah teknologi yang digunakan dalam ekosistem Ethereum L2 juga ikut menjadi perhatian. Beberapa zkEVM rollup seperti Arbitrum, Optimism, Base, dan zkSync disebut masih mengandalkan zero-knowledge proof berbasis elliptic-curve pairings, seperti Groth16 atau Plonk.

Secara teori, komputer kuantum yang cukup kuat dapat melemahkan asumsi keamanan dari sistem tersebut. Jika hal ini terjadi, risiko yang muncul tidak hanya terkait wallet pengguna, tetapi juga potensi pemalsuan proof, penarikan aset tidak sah, atau pencetakan token secara ilegal.

Meski demikian, ancaman ini masih bersifat jangka panjang dan bergantung pada perkembangan komputer kuantum yang benar-benar mampu memecahkan sistem kriptografi modern.

Baca juga: Western Union Gandeng Solana, Harga SOL Tembus US$100?

Solana Klaim Lebih Siap Hadapi Era Kuantum

Solana disebut menjadi salah satu jaringan yang lebih agresif dalam mengembangkan keamanan berbasis post-quantum cryptography. Melalui klien Anza dan Firedancer, Solana telah mengimplementasikan Falcon-512 sebagai bagian dari upaya menuju verifikasi yang lebih tahan terhadap ancaman kuantum.

Selain itu, pembaruan SIMD-0416 diperkirakan akan memungkinkan verifikasi quantum-safe secara native di wallet dan smart contract. Implementasi ini rencananya dilakukan secara bertahap, dimulai dari akun baru yang mengadopsi Falcon terlebih dahulu.

Sementara itu, wallet lama berbasis Ed25519 diperkirakan dapat melakukan migrasi di tahap berikutnya tanpa harus langsung melalui hard fork besar.

Ethereum Siapkan Roadmap Quantum Readiness

Meski mendapat kritik dari pihak Solana, Ethereum juga disebut sedang menyiapkan langkah menuju kesiapan menghadapi ancaman kuantum. Roadmap Ethereum menuju quantum readiness diperkirakan berlangsung hingga 2029 melalui pembaruan seperti Glamsterdam dan Hegotá.

Fokusnya mencakup pengembangan awal post-quantum cryptography serta koordinasi pembaruan besar di ekosistem Layer 1 dan Layer 2. Tantangan Ethereum terletak pada skala ekosistemnya yang sangat luas, sehingga migrasi keamanan perlu dilakukan secara hati-hati agar tidak mengganggu jaringan utama maupun aplikasi yang berjalan di atasnya.

Industri Kripto Mulai Bergerak ke Post-Quantum Security

Perdebatan antara Solana dan Ethereum menunjukkan bahwa isu quantum security mulai menjadi perhatian serius di industri blockchain. Selain Solana dan Ethereum, beberapa jaringan lain juga mulai mengembangkan pendekatan masing-masing.

Algorand disebut telah menyiapkan roadmap migrasi Falcon, sementara Cardano mengembangkan protokol post-quantum melalui pendekatan peer-reviewed. Di sisi lain, Bitcoin masih berada pada tahap riset awal dan belum memiliki roadmap implementasi formal.

Dorongan regulasi global juga mulai mempercepat perhatian terhadap keamanan kuantum. Kerangka kerja dari G7, Uni Eropa, dan Amerika Serikat mendorong perencanaan sejak 2026, migrasi infrastruktur pada 2030–2032, dan transisi penuh pada 2035.

Ancaman Kuantum Jadi Isu Jangka Panjang

Peringatan dari co-founder Solana menambah tekanan bagi jaringan blockchain untuk mempercepat kesiapan terhadap era komputasi kuantum. Meski ancaman tersebut belum menjadi risiko langsung bagi pengguna harian, industri mulai menilai bahwa migrasi menuju post-quantum cryptography perlu direncanakan sejak dini.

Bagi Ethereum L2, kritik ini menjadi pengingat bahwa skalabilitas saja tidak cukup. Keamanan jangka panjang, termasuk kesiapan terhadap komputer kuantum, akan menjadi faktor penting dalam menentukan kepercayaan pengguna dan institusi terhadap jaringan blockchain di masa depan.

Baca juga: XRP Bangkit dari Abu! ETF Spot Bikin Harga Langsung Melonjak 9%


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

The post Solana Peringatkan Bahaya Baru di Ethereum L2 appeared first on Tokocrypto News.

Peluang Pasar
Logo Solayer
Harga Solayer(LAYER)
$0.08432
$0.08432$0.08432
+0.10%
USD
Grafik Harga Live Solayer (LAYER)
Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.

Starter Gold Rush: Win $2,500!

Starter Gold Rush: Win $2,500!Starter Gold Rush: Win $2,500!

Start your first trade & capture every Alpha move