Aura mistis dark web sebagai dunia bawah tanah aset kripto yang tidak tersentuh kini cepat memudar. Sejumlah klaim peretasan dark web yang menargetkan Polymarket, Kraken, dan perusahaan besar non-kripto, berakhir dengan bantahan tegas, bukan konfirmasi kebocoran data.
Hal yang dulu memunculkan judul berita heboh, kini terlihat lebih mirip pasar ramai berisi data daur ulang, penipuan, dan kekalahan penegak hukum, sehingga kepanikan di sektor kripto maupun teknologi secara umum pun mereda.
Contoh terbaru datang dari Polymarket, yang menepis postingan di DarkForums oleh seorang aktor bernama xorcat sebagai “benar-benar omong kosong.” Paket 750 MB yang dijual hanyalah data pasar on-chain dan keluaran API publik, bukan kredensial curian.
Polymarket menyoroti bug bounty senilai US$5 juta yang dijalankan lewat Cantina, sambil menegaskan bahwa scraping dari endpoint publik tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan imbalan. Tidak ada private key, dana curian, maupun data KYC yang ditemukan pada listing tersebut.
Pada Januari, Kraken juga menghadapi listing serupa yang menawarkan akses panel admin seharga sekitar US$1. Chief Security Officer Nick Percoco menyebutnya tidak sah, dan exchange itu tidak menemukan adanya kompromi sistem.
Kraken kemudian mengungkap adanya penyalahgunaan internal terbatas yang berdampak pada sekitar 2.000 akun nasabah, tapi sistem inti serta dana nasabah tetap aman.
Kedua kasus tersebut punya pola yang sama. Penjual di forum mempromosikan akses menggegerkan, akun-akun pemantau ancaman menghebohkannya, lalu platform langsung membantah lengkap dengan penjelasan teknis. Sensasinya umumnya hilang di hari pertama.
Pola tersebut persis terjadi di luar dunia kripto. Hanya di Februari 2026, kelompok ransomware Everest mempromosikan data curian dari berbagai korporasi besar, namun setiap target langsung memberikan bantahan serupa.
Tren ini berlangsung lebih lama lagi. Airtel membantah listing tahun 2024 berisi 375 juta data pelanggan India seharga US$50.000 sebagai upaya “putus asa” untuk menjatuhkan reputasi perusahaan.
GCash menyebut penjualan di dark web tahun 2025 sebagai “berita palsu”, dan baik chief information security officer maupun Komisi Privasi Nasional Filipina memastikan tidak ada kebocoran data.
Citrix juga berulang kali menegaskan bahwa postingan di forum berasal dari vendor pihak ketiga, bukan dari sistem mereka sendiri.
Infrastruktur di balik sensasi ini juga mulai goyah. BreachForums, yang pernah jadi pusat komunitas paling berpengaruh, tumbang di tahun 2025 setelah penangkapan dan drama operasional.
Pada Juni 2025, pasar narkoba Archetyp berhasil digulung polisi. Bahkan Google juga menghentikan alat Dark Web Report miliknya karena nilai sinyal yang kurang kuat.
Mitos lama pun kian pudar. Kisah pembunuh bayaran sewaan dan “red room” sudah dibongkar peneliti maupun pengadilan, yang kini melihatnya sebagai penipuan, bukan ancaman nyata.
Risiko sesungguhnya kini justru lebih dekat ke kehidupan sehari-hari. Phishing di kotak masuk email, drainers pada extension browser dan rekayasa sosial di Telegram jadi pemicu utama kerugian pengguna saat ini.
Dark web belum lenyap sepenuhnya, tapi sosok “setan” dari dark web mulai tampak seperti cerita rakyat di internet saja.


