Aktivitas pabrik Filipina mengalami kontraksi pada April, untuk pertama kalinya sejak November, di tengah penurunan tajam pesanan baru.
Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur Filipina S&P Global anjlok ke 48,3 pada April, berbalik dari 51,3 pada Maret.
"Sektor manufaktur Filipina memulai kuartal kedua 2026 dengan memburuknya kondisi operasional yang kembali terjadi, karena indeks utama turun di bawah angka netral 50,0 untuk pertama kalinya dalam lima bulan," kata Maryam Baluch, ekonom di S&P Global Market Intelligence, dalam sebuah laporan.
Pembacaan PMI di bawah 50 menunjukkan penurunan kondisi operasional dari bulan sebelumnya, sementara pembacaan di atas 50 menandakan perbaikan.
S&P Global menyatakan pesanan baru menurun dengan cepat, sementara produksi terhenti pada April. Penurunan pesanan baru merupakan yang paling tajam sejak Agustus 2021.
"Total penjualan baru juga terbebani oleh gambaran permintaan pasar ekspor yang semakin memburuk," kata Ms. Baluch.
Pada April, pesanan ekspor baru turun dengan "kecepatan yang sangat dipercepat dan cepat" karena penutupan jalur perdagangan mengakibatkan jeda pengiriman dan menimbulkan keraguan di kalangan pelanggan.
"Namun, perusahaan manufaktur di Filipina berharap dapat melepaskan diri dari kesulitan saat ini, karena kepercayaan untuk tahun ke depan naik ke level tertinggi dalam 17 bulan," kata Ms. Baluch. — Justine Irish D. Tabile


