Exchange-traded fund (ETF) XRP spot mencatat arus keluar bersih pada minggu lalu, mengakhiri tiga minggu berturut-turut arus masuk dan menandakan menurunnya minat institusi terhadap aset ini.
Pada saat yang sama, kondisi likuiditas di Binance melemah. Indeks likuiditas XRP di exchange tersebut dalam 30 hari terakhir turun ke level terendah dalam lima tahun.
Berdasarkan data dari SoSoValue, sekitar US$35.210 keluar dari ETF XRP pada minggu yang berakhir 1 Mei. Hal ini menandai berakhirnya periode pembelian yang konsisten.
Dalam tiga minggu sebelumnya, ETF XRP berhasil menarik dana sebesar US$82,88 juta. Pada minggu 17 April saja, terdapat arus masuk bersih sebesar US$55,39 juta. Ini merupakan arus masuk terkuat sejak pertengahan Januari.
Arus masuk bersih kumulatif kini berada di angka US$1,29 miliar. Meski begitu, aset bersih mingguan turun menjadi US$1,06 miliar.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secepatnya
Di sisi lain, seorang analis menyoroti bahwa indeks likuiditas XRP turun menjadi 0,038, yakni rekor terendah sejak 2020. Menurut unggahan tersebut, penurunan ini menunjukkan adanya “kelemahan yang jelas pada kedalaman pasar.”
Dalam kondisi seperti ini, bahkan arus masuk modal dalam jumlah sedang bisa membuat harga bergerak tajam ke arah mana pun. Namun, analis tersebut menambahkan bahwa aksi harga tetap relatif stabil.
Biasanya, kondisi ini dianggap sebagai masa transisi di mana harga belum sepenuhnya mencerminkan melemahnya likuiditas atau sebagai fase konsolidasi sebelum pergerakan yang lebih besar.
Kondisi pasar saat ini membuat XRP rentan bergerak ke dua arah. Arus masuk yang cukup kecil bisa memicu reli tajam di pasar tipis. Di sisi lain, jika permintaan semakin melemah, risiko koreksi harga ke bawah pun bertambah besar.
Langganan YouTube kami untuk menyaksikan pemimpin industri dan jurnalis berbagi wawasan ahli


