Palantir Technologies (PLTR) melaporkan pendapatan Q1 2026 sebesar US$1,633 miliar, naik 85% dibanding tahun sebelumnya.
Hasil ini menandakan laju pertumbuhan tercepat milik perusahaan tersebut dan disertai revisi naik pada proyeksi setahun penuh.
Berdasarkan hasil keuangan Q1 2026 milik perusahaan, pendapatan AS naik dua kali lipat menjadi US$1,282 miliar, tumbuh 104% year-over-year. Pendapatan komersial AS melonjak 133% dari tahun lalu menjadi US$595 juta.
Segmen pemerintah AS tumbuh 84% ke US$687 juta. Laba bersih GAAP tercatat US$871 juta dengan margin 53%. Selain itu, nilai total kontrak mencapai US$2,41 miliar, naik 61%, dan perusahaan menutup 206 kesepakatan senilai US$1 juta atau lebih. Skor Rule of 40 turut naik menjadi 145%.
Ikuti kami di X untuk memperoleh berita terbaru secara langsung
CEO Alex Karp menempatkan Palantir sejajar dengan raksasa semikonduktor yang mendorong pengembangan AI.
Reaksi pasar saham tetap beragam. PLTR ditutup di US$146,03, naik 1,36%. Namun, harga saham turun 2,70% ke US$142,09 setelah jam perdagangan. Secara keseluruhan, saham Palantir turun 17,8% sepanjang 2026.
Pelemahan saham ini tidak membuat Karp gentar untuk menaikkan target bisnis. Dengan mengutip permintaan AS yang kian meningkat, CEO ini menaikkan proyeksi pertumbuhan tahun penuh FY 2026 menjadi 71%, atau naik 10 poin dari target sebelumnya.
Palantir juga menaikkan target pendapatan komersial AS di atas US$3,224 miliar, artinya pertumbuhan tahunan minimal 120%. Proyeksi laba operasi yang disesuaikan berpindah ke kisaran US$4,440 miliar hingga US$4,452 miliar.
Proyeksi arus kas bebas yang disesuaikan juga meningkat menjadi antara US$4,2 miliar hingga US$4,4 miliar. Selain itu, perusahaan menyebut bahwa mereka berharap bisa membukukan laba operasi GAAP dan laba bersih pada setiap kuartal sepanjang 2026.
Subscribe ke kanal YouTube kami untuk menyimak insight para pemimpin dan jurnalis ahli
