Gelombang PHK kembali melanda berbagai industri pada awal Mei 2026, setelah beberapa perusahaan mengumumkan pemutusan hubungan kerja.
Banyak pemutusan kerja ini memiliki alasan yang sama. Perusahaan sedang melakukan restrukturisasi dengan fokus ke artificial intelligence (AI).
Cloudflare mengumumkan pada Kamis bahwa mereka akan memangkas lebih dari 1.100 karyawan secara global, sekitar 20% dari total 5.156 pegawai mereka pada akhir 2025. Perusahaan ini membeberkan bahwa penggunaan AI secara internal naik lebih dari 600% hanya dalam tiga bulan.
Di hari yang sama, perusahaan pembayaran BILL menyatakan akan memangkas jumlah karyawan hingga 30%. Selain itu, CEO Upwork Hayden Brown juga menginformasikan kepada karyawan bahwa perusahaan akan mengurangi sekitar seperempat pegawainya.
Media juga melaporkan bahwa Ticketmaster memangkas 8% tenaga kerjanya secara global, yakni sekitar 350 karyawan di 25 negara.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara real-time
Awal pekan ini, Bloomberg mengabarkan bahwa perusahaan fintech PayPal berencana memangkas sekitar 20% dari total 23.800 pekerjanya dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Jumlah ini setara dengan kurang lebih 4.760 posisi kerja.
Di sektor aset kripto, Coinbase mengumumkan pada Selasa bahwa mereka akan memangkas sekitar 14% stafnya, atau sekitar 700 karyawan. CEO Brian Armstrong mengungkapkan keputusan ini sebagai langkah strategis menuju tim-tim yang lebih kecil dan didukung AI.
Yang menarik, meski banyak pemutusan kerja terjadi, riset menemukan bukti bahwa belum ada disrupsi pekerjaan secara luas akibat AI saat ini. Para ekonom tetap memperkirakan perubahan bisa terjadi ke depannya.
Subscribe channel YouTube kami untuk menyaksikan pemimpin dan jurnalis memberikan wawasan ahli


