Perdana Menteri India, Narendra Modi, mengimbau warga untuk mengurangi penggunaan bahan bakar dan kembali menerapkan kerja dari rumah.
Pernyataan ini muncul seiring penutupan Selat Hormuz yang semakin memperketat pasokan minyak global dan meningkatkan risiko lonjakan harga serta kelangkaan yang lebih tajam.
Berbicara di Hyderabad, Perdana Menteri tersebut mengajak masyarakat untuk mengurangi konsumsi bensin dan solar, meningkatkan pemakaian kendaraan listrik, beralih dari transportasi barang dengan truk ke kereta api, serta kembali menerapkan kebiasaan kerja dari rumah seperti saat pandemi COVID-19 lalu.
Ia juga mengimbau rakyat India supaya menunda perjalanan ke luar negeri dan pembelian emas selama satu tahun, mengurangi konsumsi minyak goreng, dan meminta petani untuk menurunkan pemakaian pupuk hingga 50%, sambil menyampaikan langkah-langkah ini sebagai tugas nasional.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Bukan hanya India yang berupaya mengurangi konsumsi bahan bakar. Sejumlah pemerintah telah menerapkan langkah serupa, menurut tracker dari IEA. Pada bulan Maret, Filipina mendeklarasikan darurat energi nasional.
Bangladesh menutup universitas negeri dan swasta demi menghemat listrik dan bahan bakar. Pakistan mengubah jam kerja pegawai negeri menjadi empat hari dalam seminggu dan sementara menutup sekolah.
Sementara itu, Korea Selatan meminta pemilik kendaraan pribadi untuk tidak mengemudi selama 1 hari tiap pekan. Beberapa negara, seperti Kamboja dan Malaysia, juga mendorong pembatasan suhu di AC.
Langkah-langkah ini menyoroti upaya global yang semakin besar untuk menghadapi dampak ekonomi dari konflik AS-Iran dan tekanan pada pasar energi dunia akibatnya.
Langganan channel YouTube kami untuk menyaksikan wawasan dari para pemimpin dan jurnalis ahli


