Cryptoharian – Penulis buku keuangan populer Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, kembali mengeluarkan peringatan keras soal potensi krisis ekonomi global pada 2026.
Dalam unggahan di platform X pada 10 Mei, Kiyosaki menegaskan bahwa menurut pandangannya, tahun 2026 akan menjadi awal dari crash ekonomi besar berikutnya.
Namun, ia menilai krisis tersebut tidak akan menjadi kabar buruk bagi semua orang.
Menurutnya, hanya mereka yang ‘buta’ terhadap perubahan ekonomi yang akan dirugikan, sementara investor yang mampu melihat peluang justru bisa memanfaatkan kondisi tersebut membangun kekayaan.
Kiyosaki mengatakan salah satu pelajaran penting dari filosofi Rich Dad adalah kemampuan investor terbaik untuk ‘melihat masa depan’, seolah mengaitkan prediksinya dengan rekam jejak keputusan investasinya selama puluhan tahun.
Kiyosaki Sebut Investasi Terbaiknya Dimulai Sejak Usia 18 Tahun
Dalam unggahan tersebut, Kiyosaki menyoroti investasi perak (silver) sebagai salah satu keputusan finansial terbaiknya.
“Saya mulai membeli perak sejak usia 18 tahun, waktu itu di tahun 1965,” ungkap Kiyosaki.
Saat itu, harga perak berada di sekitar US$ 1,29, sedangkan kini nilainya berada di kisaran US$ 80,50, meski masih di bawah rekor tertinggi sebelumnya di dekat US$ 117.
Kenaikan tersebut berarti harga perak telah melonjak lebih dari 6.140 persen sejak pertengahan 1960-an.
Baca Juga: Apakah Dogecoin Sedang Siapkan Pump Baru? Ini Analisisnya
Sebagai ilustrasi, investasi senilai US $10 pada perak di 1965 kini bernilai sekitar US $624, sementara investasi US$ 1.000 bisa berkembang menjadi lebih dari US$ 62.000.
Melihat konsistensinya mempromosikan aset logam mulia selama beberapa dekade, banyak pihak menilai Kiyosaki kemungkinan masih memegang kepemilikan perak dalam jumlah besar hingga saat ini.
Emas, Bitcoin, Ethereum Tetap Jadi Pilihan Utama
Meski kali ini fokus membahas perak, pandangan investasi Kiyosaki sebenarnya tidak banyak berubah.
Selama bertahun-tahun, ia konsisten menyarankan investor mempertimbangkan aset lindung nilai seperti emas, perak serta dua aset kripto besar, yakni Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) sebagai cara menghadapi ketidakpastian ekonomi.
Namun menariknya, ada satu aset yang tampaknya mulai hilang dari daftar rekomendasinya.
Kiyosaki sebelumnya sempat aktif menyebut Solana (SOL) sebagai investasi menarik pada 2022, tetapi dalam beberapa tahun terakhir nama aset tersebut nyaris tidak lagi muncul dalam rekomendasinya.
Hal ini memunculkan spekulasi bahwa Kiyosaki mungkin mulai mengurangi keyakinannya terhadap Solana, atau setidaknya tidak lagi menempatkannya sebagai prioritas utama.

