Asosiasi Kripto Nasional (NCA) mengungkapkan bahwa 67 juta orang Amerika kini memiliki aset kripto. Kelompok dagang ini menilai angka tersebut sebagai bukti bahwa aturan federal harus segera disahkan oleh Kongres tahun ini.
Upaya pada 20 Mei ini terjadi setelah Komite Perbankan Senat melakukan pemungutan suara 15-9 pada 14 Mei. Hasil itu mendorong RUU Digital Asset Market Clarity Act of 2025 masuk ke tahap pemungutan suara di lantai Senat penuh.
Laporan State of Crypto Holders NCA 2026 melakukan survei kepada 10.000 holder di AS bersama The Harris Poll. Survei ini mencatat ada 12 juta pemilik baru, sehingga total holder mencapai sekitar satu dari empat orang dewasa.
California memimpin dengan 9,5 juta holder. Texas menyusul dengan 5,94 juta, lalu Florida memiliki 4,71 juta, dan New York sebanyak 4,66 juta.
Setiap negara bagian dan distrik kongres, menurut peta interaktif dari NCA, mencatat jumlah yang signifikan.
RUU ini membagi pengawasan antara dua regulator federal. Komoditas digital masuk ke Commodity Futures Trading Commission. Sementara token yang mirip sekuritas tetap diawasi Securities and Exchange Commission.
House of Representatives mengesahkan versi sebelumnya dengan suara 294-134 pada Juli 2025.
Dua Senator Demokrat, Ruben Gallego dari Arizona dan Angela Alsobrooks dari Maryland, ikut mendukung pekan lalu.
Seluruh anggota Partai Republik di panel mendukung, sehingga suara bipartisan di komite berhasil. Kini, RUU tersebut membutuhkan 60 suara di lantai Senat agar dapat melewati filibuster.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Holder tersebar di peta kedua partai. Texas dan Florida berada bersama California dan New York di posisi teratas.
Penyebaran ini membuat kelompok tersebut bisa menjangkau distrik House yang kompetitif pada 2026. Perintah President Donald Trump terkait cadangan strategis Bitcoin (BTC) sudah menyatukan satu partai dengan konstituen ini.
Apakah hasil pemungutan suara nanti akan sejalan dengan pola bipartisan di komite akan menguji data tersebut.

