Butter Bridge milik MAP Protocol mengalami eksploitasi parah pada 20 Mei 2026, ketika penyerang mencetak 1.000.000.000.000.000 token MAPO—sekitar 4,8 juta kali lebih banyak dari suplai beredar resmi yang hanya sekitar 208 juta.
Token MAP Protocol langsung turun sekitar 30% setelah insiden ini terjadi.
Perusahaan keamanan PeckShield segera memberi peringatan, menyoroti adanya celah pada kontrak OmniServiceProxy Butter Bridge V3.1 yang memungkinkan minting tidak sah di Ethereum dan BSC.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Penyerang memicu minting via pesan lintas chain palsu di Butter Bridge dan mengarahkan 1 kuadriliun MAPO dari zero address ke alamat wallet 0x40592025392BD7d7463711c6E82Ed34241B64279.
Data on-chain menunjukkan bahwa pihak pelaku telah menukar sebagian pasokan palsu tersebut, mendapatkan sekitar 52,2 ETH (sekitar US$110.000) dan menguras lebih dari US$180.000 likuiditas dari pool Uniswap sebelum harganya anjlok.
Sebagian besar token yang nilainya membengkak masih tersimpan di wallet penyerang tersebut.
Kasus ini menambah rekor tren buruk sepanjang 2026: PeckShield telah mencatat berbagai eksploitasi bridge yang menguras ratusan juta dana di sektor DeFi tahun ini.
MAPO, native token untuk proyek Bitcoin layer-2 dan interoperabilitas omnichain, diperdagangkan sekitar US$0,003 sebelum serangan terjadi. Dilusi besar-besaran ini memicu aksi jual tajam dan likuiditas langsung menguap.
Pada waktu publikasi, MAPO diperdagangkan di level US$0,001558 atau turun hampir 30% setelah insiden tersebut.
Para holder dan penyedia likuiditas langsung merugi karena pasangan trading menjadi tidak stabil.
MAP Protocol memposisikan diri sebagai infrastruktur aman untuk BTC, stablecoin, dan aset yang sudah ditokenisasi dengan menggunakan light client dan verifikasi berbasis MPC.
Celah di bridge ini membuktikan adanya kekurangan pada validasi pesan walaupun ada proteksi tersebut.
Tim proyek belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah mitigasi seperti jeda kontrak, blacklisting token, maupun penyesuaian suplai.
Investor sebaiknya menghindari interaksi dengan pool MAPO atau bridge yang terkena dampak sampai ada update resmi dari tim terkait.
Peristiwa ini menyoroti risiko yang terus ada dalam infrastruktur lintas chain. Seiring eksploitasi bridge yang terus terjadi pada 2026, pengguna dan protokol semakin penting untuk mengutamakan lapisan verifikasi yang sudah diaudit dan mekanisme respons cepat.

