Harga minyak anjlok lebih dari 4% setelah Presiden Donald Trump memberi sinyal ada kemajuan tertib dalam pembicaraan nuklir Iran, tapi dia meminta timnya untuk tidak terburu-buru mencapai kesepakatan.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate turun 4,61% menjadi US$92,1, sedangkan Brent turun 4,44% ke US$98,9. Aksi jual ini menular ke sektor energi yang lebih luas.
Harga futures bensin turun 4% ke US$3,3, dan harga minyak pemanas turun 3,2% ke US$3,7. Harga gas alam turun 0,61% menjadi US$2,88.
Harga minyak sebelumnya sempat naik tajam selama konflik berlangsung, sampai Brent menyentuh lebih dari US$110 di awal Mei. Menariknya, sinyal de-eskalasi besar justru bikin harga turun.
Lewat postingannya, Trump lebih menekankan kesabaran daripada sikap buru-buru. Dia mengucapkan terima kasih kepada para sekutu di Timur Tengah atas kerja samanya dan membuka kemungkinan Iran pada akhirnya bisa bergabung dengan Abraham Accords.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara real-time
Saat pasar energi bergerak turun, aset berisiko justru naik. Indeks Nikkei 225 Jepang menembus 65.000 pada hari Senin untuk pertama kalinya. Indeks KOSPI Korea Selatan naik 0,41% di sesi awal.
Pasar kripto juga naik tipis. Menurut data pasar dari BeInCrypto, secara keseluruhan market bertambah 0,2% dalam 24 jam. Bitcoin (BTC) bertahan dekat US$77.000 setelah pulih dari level terendah US$74.277.
Karena belum ada kesepakatan dan blokade masih berlaku, para trader menuju sesi berikutnya akan mencari konfirmasi resmi. Jika Selat kembali dibuka, harga Brent bisa turun lebih jauh. Tetapi jika negosiasi gagal, risiko geopolitik yang telah mendorong harga minyak dalam tiga bulan terakhir bisa muncul lagi.
Subscribe ke YouTube kami untuk menyaksikan para pemimpin dan jurnalis berbagi wawasan ahli