CEO Commonwealth Bank of Australia, Matt Comyn, memperingatkan bahwa kecerdasan buatan (AI) akan berdampak pada pekerjaan di berbagai industri.
Pimpinan tersebut menuturkan bahwa AI akan mengubah cara kerja di seluruh sektor ekonomi, dan meremehkan dampaknya terhadap pekerjaan tidak akan melindungi para pekerja.
Dalam sebuah artikel opini, Comyn menerangkan bahwa masa depan dunia kerja masih sangat tidak pasti, baik dalam waktu dekat maupun beberapa dekade ke depan.
Ia juga memaparkan bahwa walaupun beberapa tugas kemungkinan akan terotomatisasi dan beberapa posisi mungkin berkurang, tapi sejumlah peran lain diperkirakan akan berkembang.
Dia juga menambahkan bahwa banyak pekerjaan kemungkinan tetap mempertahankan struktur umumnya meskipun keterampilan dan tanggung jawabnya akan berkembang. Menurut Comyn, jauh lebih mudah untuk memprediksi aspek-aspek pekerjaan saat ini yang mungkin akan hilang daripada memperkirakan jenis pekerjaan baru sepenuhnya yang mungkin akan muncul.
Pernyataan ini muncul di tengah pemutusan hubungan kerja karena AI yang terus berlangsung di industri teknologi. Pada bulan April, Bloomberg melaporkan bahwa CBA akan memangkas sekitar 120 posisi, setelah sebelumnya juga melakukan PHK pada sekitar 300 karyawan dua bulan sebelumnya.
Sementara itu, platform pembuat situs web Wix dikabarkan bersiap memangkas 20% tenaga kerjanya, berdampak pada sekitar 1.000 karyawan di Israel dan operasi internasionalnya, menurut laporan media berbahasa Ibrani.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
PHK di perusahaan teknologi AS mencapai 52.050 di kuartal pertama, naik 40% dari tahun sebelumnya, menurut Challenger, Gray & Christmas. Pelacak global TrueUp juga mencatat lebih dari 144.000 pemutusan kerja pada 2026, dengan California yang sudah bersiap menghadapi dampak AI terhadap tenaga kerja.
Peringatan dari Comyn dan pemutusan kerja yang terjadi menunjukkan bahwa restrukturisasi AI mulai bergerak dari dampak pada peran individu menuju perubahan besar pada keseluruhan struktur angkatan kerja.
Subscribe channel YouTube kami untuk menyaksikan pemimpin dan jurnalis berbagi wawasan ahli


