Bitcoin selama ini dikenal sebagai “emas digital” karena suplai terbatas dan perannya sebagai penyimpan nilai. Namun, sejak 2023, muncul narasi baru yang memperluas fungsi Bitcoin melalui Bitcoin Inscriptions, Ordinals, BRC-20, dan NFT Bitcoin.
Tim Research Tokocrypto menjelaskan melalui inscriptions, jaringan Bitcoin tidak hanya digunakan untuk transaksi finansial, tetapi juga dapat menjadi ruang penyimpanan data digital seperti teks, gambar, audio, video, hingga kode secara on-chain.
Bitcoin Inscriptions adalah data digital yang dituliskan ke dalam satoshi, yaitu unit terkecil dari Bitcoin. Data tersebut bisa berupa teks, gambar, audio, video, atau kode yang tercatat langsung di blockchain Bitcoin.
Konsep ini memungkinkan sebuah satoshi memiliki “konten” atau identitas digital tertentu. Setelah data dimasukkan ke dalam transaksi dan dikonfirmasi, inscription tersebut menjadi bagian dari jaringan Bitcoin dan dapat dilihat melalui explorer atau platform pendukung Ordinals.
Bitcoin Inscriptions sangat berkaitan dengan protokol Ordinals. Ordinals adalah protokol yang memberi nomor atau identitas unik pada setiap satoshi, sehingga unit terkecil Bitcoin tersebut dapat dilacak secara individual.
Dengan adanya Ordinals, data inscription dapat ditempelkan pada satoshi tertentu. Jadi, Ordinals berfungsi sebagai fondasi teknis, sementara inscriptions adalah data atau konten digital yang melekat pada satoshi tersebut.
Bitcoin Inscriptions bekerja dengan memasukkan data digital ke dalam transaksi Bitcoin. Setelah transaksi dikonfirmasi, data tersebut tercatat secara on-chain dan menjadi bagian dari blockchain Bitcoin.
Proses ini dimungkinkan oleh pembaruan teknologi seperti SegWit dan Taproot. SegWit yang hadir pada 2017 dan Taproot pada 2021 membuat penyimpanan data dalam transaksi Bitcoin menjadi lebih fleksibel.
Karena tersimpan langsung di blockchain, inscriptions memiliki karakter permanen, transparan, dan sulit diubah.
Sejak 2023, Bitcoin Inscriptions berkembang dari sekadar tren NFT Bitcoin menjadi ekosistem yang lebih luas. Infrastruktur pendukung mulai bermunculan, mulai dari wallet, marketplace, explorer, layanan inscription, hingga platform discovery.
Beberapa contoh dalam ekosistem ini mencakup Taproot Wizards sebagai koleksi NFT Bitcoin, OpenOrdex sebagai marketplace, Ordinals.com sebagai explorer, OrdinalsBot sebagai layanan inscription, Xverse sebagai wallet, dan OrdinalHub sebagai platform discovery.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa Bitcoin mulai memiliki lapisan aktivitas baru di luar transaksi BTC biasa.
Baca juga: Proof of Work Kembali Jadi Narasi Panas: Mining untuk AI
Gagasan membuat aset digital di atas Bitcoin sebenarnya bukan hal baru. Sejak 2014, konsep colored coins sudah mencoba membawa tokenisasi ke jaringan Bitcoin. Setelah itu, muncul proyek seperti Spell of Genesis dan Rare Pepe.
Namun, pada masa itu traksi masih terbatas karena Bitcoin lebih banyak dipandang sebagai jaringan transaksi dan penyimpan nilai. Era Bitcoin NFTs baru mulai terbuka setelah SegWit dan Taproot membuat penyimpanan data on-chain menjadi lebih memungkinkan.
Dengan Ordinals dan Inscriptions, ide lama tersebut mendapatkan bentuk baru yang lebih mudah dipahami dan digunakan oleh komunitas kripto.
Dari sisi on-chain, aktivitas daily inscriptions mulai naik signifikan sejak akhir Januari hingga Februari 2023. Lonjakan terbesar terjadi pada tipe image, dengan puncak harian sekitar 20.000 inscriptions.
Total aktivitas harian bahkan sempat mendekati 25.000 inscriptions ketika tipe image dan text sama-sama meningkat.
Komposisi data juga menunjukkan bahwa penggunaan block space Bitcoin mulai berubah. Awalnya inscriptions didominasi oleh gambar, lalu melebar ke format text, JSON, dan kategori lainnya. Ini menunjukkan bahwa inscriptions tidak hanya digunakan untuk NFT gambar, tetapi juga untuk berbagai format data lain.
Bitcoin NFTs dan Ethereum NFTs memiliki perbedaan mendasar. Bitcoin NFTs melekat pada satoshi dan kontennya tersimpan secara on-chain. Sementara itu, Ethereum NFTs umumnya menggunakan standar ERC-721 melalui smart contract, tetapi sebagian kontennya sering disimpan di luar blockchain, seperti IPFS.
Dari sisi pengalaman pengguna, Ethereum NFTs lebih mudah dipindahkan karena sudah didukung banyak wallet dan marketplace. Bitcoin NFTs masih lebih teknis karena membutuhkan pengelolaan satoshi tertentu melalui sat selection atau UTXO management agar inscription tidak tercampur dengan satoshi lain.
Meski menarik, Bitcoin Inscriptions juga memunculkan tantangan. Salah satu isu terbesar adalah penggunaan block space. Pada awal Februari 2023, inscriptions tercatat memakai sekitar 50% block space Bitcoin.
Kondisi ini memicu perdebatan tentang efisiensi penggunaan ruang blok. Sebagian pihak melihat inscriptions sebagai inovasi, sementara pihak lain menilai aktivitas tersebut dapat membuat jaringan lebih padat dan meningkatkan biaya transaksi.
Data Galaxy Research juga menunjukkan transaction fees Bitcoin naik tajam menjadi lebih dari 1.400 BTC pada Mei, memperkuat kekhawatiran bahwa inscriptions dapat menambah tekanan pada block space.
Prospek Bitcoin Inscriptions bergantung pada dua hal utama: perkembangan infrastruktur dan keberlanjutan demand. Jika wallet, marketplace, explorer, dan layanan pendukung semakin matang, inscriptions dapat menjadi use case baru yang bertahan di ekosistem Bitcoin.
Namun, jika demand melemah atau biaya jaringan terlalu tinggi, aktivitas inscriptions bisa kembali menurun. Karena itu, masa depan Bitcoin Inscriptions masih bergantung pada keseimbangan antara inovasi, biaya transaksi, dan penerimaan komunitas.
Tim Research Tokocrypto menyimpulkan Bitcoin Inscriptions menunjukkan bahwa Bitcoin tidak hanya dapat berfungsi sebagai aset penyimpan nilai, tetapi juga sebagai ruang untuk aset digital on-chain. Dengan teknologi Ordinals, satoshi dapat diberi identitas unik dan menjadi tempat melekatnya konten digital.
Meski masih menghadapi tantangan block space dan biaya transaksi, inscriptions membuka sisi baru dari Bitcoin yang sebelumnya jarang dibahas. Jika ekosistemnya terus berkembang, Bitcoin dapat memiliki fungsi yang lebih luas dari sekadar transaksi dan investasi.
Baca juga: Kiamat Bitcoin? Google Klaim Komputer Kuantum Bobol BTC dalam 9 Menit!
Investasi dan trading crypto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset crypto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
The post Apa Itu Bitcoin Inscriptions dan Mengapa Penting bagi Masa Depan BTC? appeared first on Tokocrypto News.

