Kepala Produk X, Nikita Bier, membantah mitos yang terus beredar di media sosial pada 31 Mei. Secara langsung, ia menyampaikan kepada akun Vatikan bahwa menyematkan tautan dalam sebuah postingan X tidak akan mengurangi jangkauannya.
Percakapan ini bermula dari @Pontifex, akun resmi Vatikan, yang membagikan kutipan dari ensiklik Magnifica Humanitas karya Paus Leo XIV, lengkap dengan tautan menuju teks utuh di vatican.va. Seorang pengguna kemudian menanggapi dengan menyarankan agar Paus memasukkan URL di balasan beruntun supaya algoritmanya lebih optimal.
Bier ikut nimbrung di utas tersebut dan memberikan jawaban singkat yang ditujukan langsung kepada pemimpin Gereja Katolik:
Sebagai Kepala Produk, Bier bertanggung jawab atas sistem peringkat dan rekomendasi X. Maka dari itu, klarifikasi darinya ikut menjadi acuan resmi yang bobotnya setara pernyataan publik untuk topik ini.
Keyakinan bahwa menautkan ke situs di luar platform membuat jangkauan postingan turun sudah menyebar luas selama bertahun-tahun. Hal inilah yang mendorong banyak tim media sosial untuk memakai teknik membagikan tautan di balasan beruntun.
Bier mulai bergabung dengan X sejak pertengahan 2025 setelah sebelumnya mendirikan TBH dan Gas, dua aplikasi sosial yang sempat viral dan akhirnya diakuisisi oleh Facebook dan Discord. Tahun pertamanya di platform ini penuh kejadian, dan tidak selalu berjalan sesuai keinginannya.
Pada awal 2026, ia sempat menjadi sorotan karena tudingan penekanan konten kripto dari para kreator di bidang aset kripto, yang melaporkan penurunan jangkauan. Program monetisasi kreator pun mundur setelah Elon Musk menunda rencana perubahan pembagian pendapatan hanya beberapa jam setelah diumumkan.
Bier juga pernah menyebut bahwa masalah spam bot kripto di X bisa jadi tidak mungkin terselesaikan dengan teknologi saat ini. Belakangan, ia memperlihatkan produk kripto yang dikembangkan X agar bisa memperbaiki hubungan platform dengan aset digital.
Dokumen yang sedang ia komentari tersebut membawa isu yang berbeda. Paus Leo XIV menandatangani Magnifica Humanitas pada 15 Mei, bertepatan dengan peringatan ke-135 dokumen penting Rerum Novarum oleh Paus Leo XIII tentang tenaga kerja dan industrialisasi.
Ensiklik sepanjang 42.300 kata tentang kecerdasan buatan itu berisi argumen bahwa kemajuan teknologi tanpa perkembangan etika yang sepadan hanya meningkatkan alat, tetapi tidak benar-benar memperbaiki kehidupan manusia.
Leo membacakan dokumen itu bersama co-founder Anthropic Christopher Olah di Vatikan. Balasan satu kalimat dari kepala produk X ini mungkin hanya menjadi catatan kecil bagi argumen besar tersebut.


