Volume trading aset kripto melonjak pada 1 Juni setelah Strategy, yang sebelumnya bernama MicroStrategy, mengonfirmasi penjualan Bitcoin (BTC) pertamanya dalam beberapa tahun, dan arus perdagangannya mengungkap pasar yang terpecah tajam antara aksi jual risk-off dan beberapa bid selektif.
Pada dokumen Form 8-K tanggal 1 Juni, Strategy mengungkapkanbahwa mereka menjual 32 BTC seharga sekitar US$2,5 juta pada akhir Mei, yang nilainya kecil jika dilihat dari jumlah dollar-nya, namun menandai pergeseran simbolis dari sikap ‘tidak pernah jual’ yang selama ini mereka pegang. Dengan BTC di bawah US$72.000, turun 2,35%, serta ketegangan AS-Iran yang menambah sentimen risk-off, para trader bergerak cepat.
Penjualannya berlangsung luas. Bitcoin turun 2,35%, Ethereum (ETH) terkoreksi 1,96%, dan mayoritas aset utama melemah bersamaan. Exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot AS kini telah mencatatkan outflow lebih dari US$1,5 miliar, menjadi aksi keluar dana terbesar pada 2026, yang juga mendorong penjualan BTC oleh Strategy.
Situasi ini menghilangkan salah satu sumber permintaan kunci di saat dukungan pembelian dari Strategy mulai meredup.
Di antara top aset, BTC mengalami tekanan jual, bersamaan dengan Hyperliquid perps berbasis saham seperti MSTR, HOOD, dan lainnya. Selain itu, terdapat beberapa token yang juga merasakan tekanan.
Aave (AAVE) mengalami tekanan jual terbesar di antara mid-cap, dengan arus keluar bersih sekitar US$133.000, menurut data Nansen. Harganya stabil di US$80,78, turun 0,4%, yang menandakan distribusi stabil bukan aksi panic dump.
Chainlink (LINK) juga mengikuti dengan arus keluar bersih sekitar US$116.000. Harga turun ke US$9,00, melemah 0,2%, penurunan dangkal yang menunjukkan aksi profit-taking secara terukur saat para holder memangkas eksposur di tengah pergerakan risk-off secara luas.
Bid mulai muncul pada aset dengan narasi tersendiri. Ketika pasar secara luas turun, segelintir token justru mendapat arus masuk nyata, terutama dari kategori AI dan privacy yang berhasil melawan tren penurunan.
Untuk sisi pembelian atau posisi long, ETH dan HYPE menunjukkan angka yang cukup baik, seperti pada daftar token yang sudah disebutkan sebelumnya. Namun berikut adalah aset yang menunjukkan arus spot secara real-time.
Humanity Protocol (H) mencatat tekanan beli terbesar, dengan arus masuk bersih hampir US$310.000, menurut data Nansen AI.
Harganya melonjak 11,1% menjadi US$0,72 dengan volume trading kripto mencapai US$38 juta, sementara data lain menunjukkan token AI ini reli tajam ke rekor tertinggi karena pembeli memburu momentum saat pasar mayoritas merah.
Jupiter (JUP) menarik arus masuk bersih sekitar US$72.000. Harga naik tipis 0,6% ke US$0,19 dengan volume US$4 juta, pertumbuhan hijau kecil namun patut dicatat di kala mayoritas aset utama justru melemah, menandakan minat selektif terhadap paparan decentralized finance berbasis Solana.
Zcash (ZEC) menonjol di antara mid-cap, diperdagangkan mendekati US$545 saat skenario short-squeeze mulai terbentuk.
Dengan posisi short yang menumpuk (mengacu pada grafik Hyperliquid yang sudah dibagikan sebelumnya) dan dana baru mulai masuk, narasi privacy sukses menarik arus masuk meski pasar sedang turun, meninggalkan para penjual short dalam risiko bila aksi beli berlanjut.
Grafik teknikal memperlihatkan pola pembelian. Dalam 60 menit terakhir, ZEC sempat naik dari level support kunci di US$536. Kenaikan tersebut didorong oleh lonjakan volume beli yang signifikan. Inilah aliran dana baru dari market spot, sehingga ZEC jadi pilihan menarik meskipun ada tekanan dari posisi short.
Pembagian pasar nampak jelas. Aliran dana yang menghindari risiko sedang menekan aset utama dan DeFi blue chip seperti AAVE dan LINK. Namun, sebagian modal justru berpindah ke narasi AI dan privasi, di mana harganya bergerak mengikuti katalis tersendiri, bukan hanya mengikuti kondisi pasar secara umum.