Harga Ethereum turun sekitar 10% dalam sepekan terakhir karena permintaan on-chain anjlok dan likuidasi melonjak.
Situasinya jelas. Exchange-traded fund (ETF) Ethereum spot terus mengalami arus keluar selama 17 sesi berturut-turut, holder paling setia banyak yang menarik diri, dan funding rate yang tinggi pun akhirnya memicu penjualan paksa.
Penjualan ini bermula dari institusi besar. Permintaan ETF Ethereum spot benar-benar menghilang, di mana dana terus mencatat arus keluar selama 17 sesi berturut-turut.
Mau dapat insight token seperti ini? Daftar untuk Newsletter Harian Crypto Editor Harsh Notariya di sini.
Hari terakhir tercatat arus masuk bersih terjadi pada 8 Mei. Sejak itu, setiap hari perdagangan selalu arus keluar, dan catatan terkini menunjukkan sekitar US$52,94 juta keluar dari dana tersebut.
Rangkaian arus keluar itu memangkas total aset bersih ETF menjadi sekitar US$9,96 miliar. Rentetan sepanjang ini menjadi pertanda paling jelas bahwa institusi besar kurang berminat pada ETH. Ketika pembeli paling konsisten menghilang selama berminggu-minggu, holder lain pun mulai waspada. Setelah itu, giliran kelompok holder on-chain paling setia yang ikut “pecah”.
Holder yang paling sabar pun mengikuti langkah institusi. Data perubahan posisi neto hodler milik Glassnode melacak perubahan bulanan pasokan yang dimiliki koin lebih dari 155 hari. Angka ini sempat meningkat hingga awal Juni.
Posisi itu memuncak di 339.222 ETH pada 1 Juni, tepat di awal bulan. Namun, pada 3 Juni, nilainya anjlok ke 68.470 ETH, diduga setelah mereka merasa permintaan ETF akan kembali.
Itu artinya, terjadi penurunan sekitar 80% hanya dalam dua hari. Bahkan holder paling setia pun langsung memperlambat pembelian, sehingga salah satu sumber permintaan utama ikut menghilang dari pasar.
Dengan institusi dan holder sama-sama mundur, peluang terbuka bagi trader leverage untuk masuk dan memperburuk keadaan.
Permintaan spot yang tipis membuat pasar jadi andalkan leverage. CryptoQuant menyoroti bahwa funding rate Ethereum di Binance mencapai level tertinggi sejak awal 2026.
Funding rate adalah pembayaran periodik antara trader yang memegang posisi long dan short pada futures perpetual. Funding rate positif tinggi berarti posisi long sangat mendominasi dan membayar untuk mempertahankan taruhan mereka. CryptoQuant memperingatkan bahwa kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya likuidasi long saat harga Bitcoin turun. Risiko tersebut pun langsung terjadi.
Selama 24 jam terakhir, sekitar US$368,63 juta posisi long Ethereum terlikuidasi alias ditutup secara paksa. Ini menjadi bagian dari total likuidasi aset kripto yang mencapai US$1,61 miliar.
Saat permintaan menghilang dan penjualan paksa terjadi, grafik harga langsung memperlihatkan di mana kerusakan terparah terjadi.
Grafik harga Ethereum menggambarkan penurunan bertahap ini. Harga Ethereum mengalami breakdown pada 2 Juni, jatuh di bawah neckline pola inverted cup and handle.
Pola inverted cup and handle merupakan pola pembalikan arah turun, berbentuk puncak bulat lalu diikuti dengan “handle” kecil. Setelah neckline patah, pola ini memperkirakan target penurunan di bawah. Penurunan yang diproyeksikan adalah sekitar 21%.
Target bearish tersebut berada di dekat US$1.550. Saat ini, ETH diperdagangkan di kisaran US$1.795 setelah breakdown, di mana candlestick dengan ekor panjang di bawah menandakan ada beberapa pembeli yang masuk kembali.
Pola pergerakan tetap bearish di jalur breakdown ini. Jika harga turun sekitar 5% ke bawah US$1.714, jalan menuju US$1.550 pun terbuka lebar.
Untuk membalikkan keadaan, ETH harus merebut kembali level US$1.893 dan kemudian US$2.004. Jika ETH bisa naik lagi di atas US$2.004, hampir semua kerugian baru-baru ini akan terhapus.
Walau begitu, volume jual masih tetap stabil, sehingga kelemahan ini kemungkinan akan bertahan sampai pembeli bisa merebut kembali level US$1.893. Untuk saat ini, level US$1.714 menjadi batas antara penurunan menuju US$1.550 atau upaya pemulihan menuju area US$2.000.

