Mantan menteri Zaid Ibrahim menyebut PAS sebagai satu-satunya partai mayoritas Melayu yang memiliki kekuatan dan tekad untuk menghapus ketidaksetaraan, hegemoni, serta keistimewaan golongan tertentu.
PETALING JAYA: Setelah diterima bergabung dengan PAS, Zaid Ibrahim berjanji akan berupaya mengikis citra partai tersebut sebagai partai ekstrem anti-demokrasi yang tidak cocok untuk Malaysia yang majemuk.
Mantan menteri hukum itu menyebut PAS sebagai satu-satunya partai mayoritas Melayu yang memiliki kekuatan dan tekad untuk menghapus ketidaksetaraan, hegemoni, serta keistimewaan golongan tertentu.
Ia menegaskan, PAS menjadikan prinsip Islam sebagai inti pemerintahan.
"Di bawah pemerintahan PAS, tidak akan ada situasi di mana rakyat digambarkan setara, tetapi kenyataannya ada yang lebih setara dari yang lain.
"Itulah mengapa PAS akan memerintah Malaysia bersama anggota parlemen progresif yang sevisi setelah pemilu umum mendatang," katanya dalam postingan Facebook.
Tadi malam, Sekretaris Jenderal PAS, Takiyuddin Hassan dalam ceramah di Seremban mengumumkan Zaid sebagai salah satu dari 14 tokoh yang bergabung dengan partai Islam tersebut.
Nama-nama besar lain yang turut bergabung dengan PAS adalah mantan exco Negeri Sembilan dan mantan Anggota Dewan Undangan Negeri Ampangan Rafie Abdul Malek, mantan exco Perak dan mantan wakil presiden Bersatu Hamidah Othman, mantan ketua Amanah Negeri Sembilan Rosli Yaakup serta mantan ketua Kelab Umno Manchester Md Nizam Baharom.

