Token H dari Humanity Protocol melonjak lebih dari 200%, menjadi aset kripto dengan kenaikan harian tertinggi, setelah para pembeli kembali beberapa hari setelah eksploitasi pada 8 Juni.
Token ini menjadi top gainer di pasar, memulihkan sebagian nilai yang hilang setelah para penyerang mengambil alih kendali atas private key.
Token H diperdagangkan di kisaran US$0,627 pada hari Minggu. Angka tersebut mencerminkan kenaikan harian sekitar 210%.
Kenaikan ini melanjutkan reli pemulihan yang dimulai setelah token anjlok lebih dari 80% pada hari terjadinya serangan. Kapitalisasi pasar token ini sekarang sekitar US$1,1 miliar, menempati peringkat ke-64 secara keseluruhan.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara real time
Reli ini juga terjadi ketika pasar kripto secara keseluruhan bergerak naik. Nilai total pasar meningkat sekitar 1% dalam 24 jam terakhir, berkat meredanya ketegangan antara AS dan Iran. Kenaikan token H yang mencapai tiga digit jauh melampaui pergerakan pasar secara umum.
Sementara itu, Humanity Protocol merilis temuan dari perusahaan keamanan Quantstamp pada 12 Juni. Laporan tersebut menggambarkan penggunaan alat dan metode khas hacker Korea Utara, atau DPRK.
Penelusuran investigasi menemukan pelanggaran ini berasal dari email phishing yang mengatasnamakan exchange Bithumb asal Korea Selatan. Seorang direktur membuka lampiran berbahaya.
Berkas tersebut kemudian memasang malware remote-access di perangkatnya. Pelaku menyalin private key dan menjalankan operasi lintas chain secara terkoordinasi.
Investigator on-chain ZachXBT juga mengonfirmasi bahwa aktivitas “MM/OTC mencurigakan” dan kompromi key sebenarnya tidak berkaitan.
Kenaikan ini menandakan minat baru pada token H meski sempat terjadi pelanggaran. Namun, risiko masih ada. Pelaku masih menguasai deployment di BNB Smart Chain dan dapat mencetak token baru.
Apa reli akan bertahan atau tidak mungkin bergantung pada seberapa cepat Humanity Protocol dapat menangani ancaman tersebut melalui rencana pemulihan mereka.
Langganan kanal YouTube kami untuk menonton para pemimpin dan jurnalis berbagi wawasan ahli


