Saham Carvana dibuka pada $69,96 pada hari Rabu sebelum tergelincir sekitar 6%, terseret oleh penurunan tajam saham CarMax setelah peritel mobil bekas tersebut merilis hasil kuartal pertama.
Carvana Co., CVNA
CarMax melampaui ekspektasi baik dari sisi laba maupun pendapatan. EPS tercatat $1,31 dibandingkan estimasi $0,96, dan pendapatan mencapai $8 miliar versus konsensus $7,39 miliar. Angka-angka yang kuat di atas kertas — namun detailnya bercerita lain.
Masalahnya ada pada margin. Laba kotor ritel bekas per unit CarMax turun menjadi $2.177, berkurang $230 dari kuartal yang sama tahun lalu. CFO Enrique Mayor menyatakannya secara langsung, mengatakan bahwa strategi jangka pendek perusahaan "membutuhkan sedikit konsesi margin untuk mendukung pertumbuhan penjualan."
Harga jual rata-rata naik $1.168 per unit menjadi $27.288, didorong oleh biaya akuisisi yang lebih tinggi. Penjualan toko comparable unit bekas turun 0,8% untuk kuartal ini.
CEO Keith Barr juga menyoroti hambatan operasional, menunjukkan bahwa CarMax memindahkan lebih dari 2 juta mobil per tahun melalui transfer namun saat ini memiliki "terlalu banyak transfer yang tidak produktif."
Dari sisi pembiayaan, SVP CarMax Auto Finance Jon Daniels mengatakan konsumen "terus mendapat tekanan dari inflasi secara keseluruhan." Ia mencatat bahwa tingkat tunggakan pada kartu kredit dan pinjaman otomotif meningkat di seluruh industri.
CarMax memperluas penetrasi kredit Tier 2 dari 10% menjadi 25% dari volume dan menyisihkan provisi kerugian pinjaman sebesar $96 juta untuk kuartal ini — angka yang menarik perhatian.
Kombinasi margin yang semakin ketat, biaya akuisisi yang meningkat, dan risiko kredit yang tumbuh itulah yang menyeret Carvana ke dalam aksi jual. Para investor memperhitungkan kemungkinan bahwa tekanan serupa dapat muncul dalam hasil CVNA.
Terlepas dari pergerakan hari Rabu, ada beberapa aktivitas penjualan yang patut dicatat. Styrax Capital LP memangkas kepemilikan Carvana sebesar 26,6% pada kuartal keempat, melepas 81.729 unit dan tersisa 225.272 unit senilai sekitar $95,1 juta.
Orang dalam juga aktif bergerak. VP Stephen R. Palmer menjual 5.000 unit pada harga $70,42 pada 1 Juni. Direktur J. Danforth Quayle menjual 14.525 unit pada harga $70,00 pada 10 Juni. Secara total, orang dalam menjual 415.812 unit senilai sekitar $29,1 juta selama kuartal terakhir. Kedua transaksi tersebut dilaksanakan berdasarkan rencana Rule 10b5-1 yang telah diatur sebelumnya.
Meskipun ada tekanan penjualan, laporan laba terakhir Carvana sangat kuat. Perusahaan membukukan EPS sebesar $1,69 dibandingkan estimasi $0,32, dengan pendapatan $6,43 miliar melampaui estimasi $6,12 miliar.
Cakupan analis tetap sebagian besar positif. Needham mempertahankan rating Buy dengan target harga $120 pada 5 Juni. JPMorgan menaikkan targetnya dari $91 menjadi $93 dengan rating Overweight.
Target rata-rata analis berada di $93,14, dengan 17 rating Buy, 2 Strong Buy, dan 5 Hold saat ini pada saham tersebut.
Rentang satu tahun CVNA berkisar dari $54,46 hingga $97,38, dan saham saat ini diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan 50 hari sebesar $71,47 maupun rata-rata pergerakan 200 hari sebesar $75,25.
The post Carvana (CVNA) Stock Falls 6% as CarMax Results Raise Margin Red Flags appeared first on CoinCentral.

