Conio mendapatkan persetujuan MiCA sebelum batas waktu kripto UE
Fintech Italia mendapatkan lisensi CASP untuk layanan kripto yang diatur

Conio kini dapat menawarkan layanan kustodi, transfer, dan penempatan
Batas waktu MiCA mendorong perusahaan kripto menuju lisensi UE
Italia memperkuat perannya di pasar kripto teratur Eropa
Sektor kripto teratur Italia mendapatkan momentum baru setelah Conio mendapatkan persetujuan MiCA sebelum batas waktu UE. Conio kini dapat menawarkan layanan kustodi kripto, transfer, dan penempatan di bawah kerangka aset digital blok tersebut. Persetujuan ini memperkuat peran Italia dalam pergeseran Eropa menuju layanan kripto berlisensi.
Conio menerima otorisasi untuk beroperasi sebagai penyedia layanan aset kripto di Italia di bawah MiCAR. Persetujuan tersebut mengikuti tinjauan oleh Consob dan Bank of Italy. Oleh karena itu, perusahaan kini dapat menyediakan layanan aset digital yang diatur sesuai standar UE.
Lisensi ini mencakup layanan kustodi, transfer, dan penempatan untuk aset kripto. Lisensi ini juga memberikan Conio jalur yang lebih jelas untuk melayani klien di seluruh Uni Eropa. Namun, perusahaan harus mengikuti aturan MiCA tentang transparansi, tata kelola, dan kontrol risiko.
Conio didukung oleh Poste Italiane dan Banca Generali, yang memberikannya hubungan institusional yang kuat. Perusahaan berencana melayani pengguna ritel, bank, perusahaan fintech, dan klien korporat. Perusahaan ini juga bertujuan untuk mendukung layanan tokenisasi dan manajemen aset digital.
Persetujuan ini datang sebelum periode transisi MiCA berakhir pada 30 Juni 2026. Mulai 1 Juli 2026, perusahaan yang tidak berlisensi tidak dapat menawarkan layanan kripto yang diatur di Italia atau UE. Akibatnya, perusahaan-perusahaan telah meningkatkan upaya untuk mendapatkan persetujuan CASP.
MiCA menciptakan struktur perizinan umum untuk perusahaan kripto di seluruh Uni Eropa. Ini mencakup kustodi aset, perdagangan, transfer, dan layanan teratur lainnya. Kerangka ini juga bertujuan untuk meningkatkan perlindungan konsumen dan pengawasan pasar.
Conio memasuki fase ini dengan persetujuan yang sudah ada, sementara banyak perusahaan masih menghadapi tinjauan regulasi. Lisensi ini dapat mendukung ekspansinya ke layanan white-label untuk bank dan fintech. Ini juga memberikan institusi mitra yang diatur untuk infrastruktur kripto.
Italia telah menjadi lebih aktif dalam perizinan MiCA seiring batas waktu semakin dekat. Pada Mei, Banca Sella menjadi bank Italia pertama yang mendapatkan otorisasi di bawah kerangka tersebut. Bank tersebut berencana meluncurkan layanan kustodi dan transfer kripto pada akhir 2026.
Banca Sella juga termasuk dalam konsorsium Qivalis, yang mencakup 37 bank. Kelompok ini mengerjakan stablecoin euro yang sesuai MiCA untuk pembayaran digital yang diatur. Upaya ini menunjukkan bagaimana keuangan tradisional terus bergerak menuju infrastruktur yang ditokenisasi.
Conio menambahkan nama fintech besar lainnya ke pasar kripto teratur Italia. Persetujuannya menunjukkan bahwa bank dan fintech menginginkan akses yang sesuai ke aset digital. Perkembangan ini menempatkan Italia di antara pasar MiCA yang lebih aktif di Eropa.
Conio juga berencana untuk berkembang di luar layanan kripto ritel dasar. Perusahaan ingin mendukung bank yang membutuhkan infrastruktur aset digital yang siap pakai. Perusahaan ini juga menargetkan perusahaan yang menginginkan alat berbasis blockchain untuk manajemen aset dan tokenisasi.
Persetujuan ini memberikan Conio posisi yang lebih kuat sebelum Eropa menerapkan rezim baru. Ini juga mencerminkan permintaan yang lebih luas akan layanan kripto yang diatur dari perusahaan keuangan tradisional. Seiring MiCA berlaku penuh, perusahaan berlisensi akan membentuk struktur pasar kripto Eropa berikutnya.
The post Italy's Conio Secures MiCA Approval Before EU Deadline appeared first on CoinCentral.
