Ketika sebagian besar aset kripto mengalami tekanan jual yang cukup dalam, Pi Network (PI) justru menunjukkan ketahanan yang relatif lebih baik.
Dalam 24 jam terakhir, harga Pi Network hanya turun sekitar 0,69% ke level US$0,130, jauh lebih kecil dibandingkan penurunan Bitcoin yang mencapai hampir 3% pada periode yang sama.
Sekilas, kondisi ini bisa dianggap sebagai kabar baik bagi komunitas Pi Network. Namun jika melihat lebih dalam, pasar ternyata masih menyimpan kekhawatiran besar yang berpotensi membatasi kenaikan harga dalam jangka pendek.
Menariknya, ancaman tersebut bukan berasal dari sentimen pasar global, melainkan dari isu yang selama beberapa bulan terakhir terus menjadi perdebatan di kalangan komunitas Pi sendiri: bertambahnya pasokan token yang beredar di pasar.
Baca Juga: Harga Pi Network Naik 1,15%, Sentimen Positif Dorong PI ke US$0,136
Tidak seperti banyak aset kripto lain yang terpukul oleh aksi jual pasar, PI relatif mampu mempertahankan posisinya di sekitar US$0,13.
Namun stabilnya harga tidak berarti sentimen investor sepenuhnya positif. Dalam berbagai diskusi komunitas, perhatian pasar masih tertuju pada proses migrasi mainnet yang terus berlangsung.
Setiap migrasi berarti semakin banyak token PI yang masuk ke sirkulasi. Masalahnya, peningkatan pasokan tersebut belum diimbangi dengan pertumbuhan permintaan yang sebanding.
Inilah yang membuat sebagian investor khawatir. Semakin banyak token yang tersedia di pasar tanpa adanya peningkatan utilitas atau permintaan yang signifikan, semakin besar pula risiko tekanan terhadap harga.
Pi Network sebenarnya terus menunjukkan perkembangan di sisi ekosistem.
Beberapa pembaruan terbaru, termasuk penyempurnaan tampilan mekanisme staking dan pengembangan berbagai fitur dalam ekosistem, mendapat respons yang cukup positif dari komunitas.
Namun pasar tampaknya belum menganggap perkembangan tersebut sebagai katalis yang cukup kuat untuk mengubah arah harga.
Bagi investor, isu fundamental saat ini bukan lagi soal tampilan aplikasi atau fitur baru, melainkan bagaimana ekosistem mampu menciptakan penggunaan nyata yang dapat menyerap pasokan token yang terus bertambah.
Dengan kata lain, pasar saat ini lebih fokus pada keseimbangan antara suplai dan permintaan dibandingkan inovasi minor dalam produk.
Ada satu data lain yang menarik perhatian analis. Volume perdagangan PI dilaporkan turun sekitar 21,83% menjadi US$7,7 juta.
Penurunan aktivitas transaksi ini menunjukkan bahwa pergerakan harga terbaru tidak didorong oleh aksi jual besar-besaran maupun kepanikan investor.
Sebaliknya, pasar terlihat berada dalam fase menunggu.
Kondisi seperti ini biasanya terjadi ketika investor belum menemukan alasan yang cukup kuat untuk membeli, tetapi juga belum memiliki alasan besar untuk menjual secara agresif.
Akibatnya, harga bergerak dalam rentang yang relatif sempit sambil menanti katalis berikutnya.
Perhatian komunitas kini mulai mengarah ke Pi2Day yang berlangsung pada 28 Juni mendatang.
Salah satu agenda yang banyak dipantau adalah penyelesaian fase pengujian Pi Launchpad untuk token SLICE.
Meskipun belum tentu berdampak langsung terhadap harga, hasil dari program tersebut dapat memberikan gambaran mengenai arah pengembangan ekosistem Pi ke depan.
Jika pengujian tersebut menghasilkan respons positif dan membuka peluang utilitas baru bagi token PI, sentimen pasar berpotensi membaik.
Sebaliknya, jika tidak ada perkembangan signifikan, kekhawatiran mengenai inflasi pasokan kemungkinan akan kembali mendominasi diskusi investor.
Dari sisi teknikal, data dari Tokocrypto pada Jumat (19/6) menunjukkan berada di level US$0,12 yang kini menjadi area yang paling diperhatikan pasar.
Zona tersebut merupakan area support penting yang telah beberapa kali menahan tekanan jual dalam beberapa pekan terakhir.
Selama harga masih bertahan di atas level tersebut, PI berpeluang bergerak dalam rentang konsolidasi antara US$0,12 hingga US$0,14.
Namun jika support tersebut ditembus, pasar berisiko melihat penurunan lanjutan menuju area US$0,10, level psikologis yang cukup penting bagi investor.
Baca Juga: Harga Pi Network Melemah ke $0,143, Token Unlock Jadi Beban Baru
Saat ini Pi Network berada dalam situasi yang cukup unik. Di satu sisi, harga relatif lebih kuat dibandingkan sebagian besar aset kripto utama yang sedang melemah.
Di sisi lain, pasar masih belum menemukan alasan kuat untuk mendorong harga naik lebih tinggi.
Kekhawatiran mengenai bertambahnya pasokan token terus membatasi optimisme investor, sementara pembaruan ekosistem yang ada belum cukup besar untuk mengubah narasi tersebut.
Karena itu, fokus pasar dalam beberapa hari ke depan kemungkinan akan tertuju pada satu hal sederhana: apakah PI mampu mempertahankan support US$0,12 dan apakah Pi2Day mampu menghadirkan katalis baru yang dibutuhkan komunitas.
Jika jawabannya positif, PI berpeluang keluar dari fase stagnasi saat ini. Namun jika tidak, tekanan menuju area US$0,10 bisa menjadi skenario yang semakin realistis bagi pasar.
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
The post Harga Pi Network di Persimpangan Jalan: Bertahan di US$0,12 atau Meluncur ke US$0,10? appeared first on Tokocrypto News.

