Venture capital menanamkan dana sebesar US$12,3 miliar ke startup teknologi pertahanan sejak awal 2026, atau hampir dua kali lipat dari dana yang terkumpul pada periode yang sama tahun lalu.
Konflik di Ukraina dan Timur Tengah mengungkap kebutuhan mendesak untuk sistem senjata yang lebih murah dan bisa dibuat lebih cepat. Permintaan tersebut membuat peralatan militer menjadi salah satu peluang investasi paling diburu tahun ini.
Menurut Financial Times, angka itu sudah melampaui US$9,95 miliar yang berhasil dihimpun sektor ini selama 2025. Hal ini menunjukkan betapa cepatnya minat investor pada drone, kapal otonom, dan kecerdasan buatan di medan perang semakin bertumbuh.
Pendanaan ini terkonsentrasi pada kelompok investor aktif yang jumlahnya tidak banyak. Berdasarkan PitchBook, Gaingels, Alumni Ventures, dan Andreessen Horowitz termasuk penulis cek paling produktif di kuartal pertama.
Daniel Rudnicki Schlumberger, kepala inisiatif keamanan dan ketahanan JPMorgan untuk wilayah Eropa, Timur Tengah, dan Asia, menerangkan bahwa kenaikan valuasi terjadi karena dana investasi semakin memandang pertahanan sebagai peluang jangka panjang.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Gelombang investasi di bidang pertahanan ini justru berbanding terbalik dengan sektor aset kripto, di mana investasi venture mengalami penurunan tajam. Galaxy Research mencatat bahwa VC hanya menanamkan sekitar US$4 miliar untuk 355 kesepakatan kripto di kuartal pertama.
Angka tersebut mencerminkan penurunan dana 50% dibanding kuartal sebelumnya, walaupun jumlah kesepakatan hanya turun 16%.
Jika dijalankan sepanjang tahun, kecepatannya menunjukkan total sekitar US$16 miliar pada 2026, lebih rendah dibanding total hampir US$20 miliar tahun lalu. Sementara itu, pembentukan dana baru juga mengalami perlambatan.
Venture fund yang fokus di kripto hanya berhasil mengumpulkan sekitar US$1,1 miliar pada kuartal pertama, tersebar di delapan fund saja. Jumlah ini merupakan periode terendah peluncuran dana baru sejak kuartal ketiga tahun 2020.
Galaxy menyebut perubahan tren ini sebagian disebabkan oleh adanya produk exchange-traded fund (ETF) spot dan perusahaan treasury aset digital, yang kini bersaing dengan venture fund untuk mendapatkan dana investor. Meski demikian, perusahaan tersebut menegaskan bahwa “aktivitas venture kripto secara keseluruhan masih tergolong sehat.”
Langganan channel YouTube kami untuk menyaksikan wawasan ahli dari para pemimpin dan jurnalis

