Saham SpaceX (NASDAQ: SPCX) turun 16% pada 22 Juni dan ditutup di sekitar US$154. Penurunan ini menjadi koreksi harian terbesar sejak IPO perusahaan.
Meski begitu, SPCX masih diperdagangkan sekitar 14% di atas harga IPO US$135 pada 12 Juni.
Tekanan terbaru muncul setelah SpaceX mengumumkan penerbitan obligasi pertamanya, yang langsung memicu kekhawatiran baru soal valuasi perusahaan.
Dilaporkan Coingape, SpaceX dilaporkan ingin menggalang dana tambahan melalui pasar obligasi hanya sembilan hari setelah mengumpulkan US$85 miliar dari IPO bersejarah.
Penerbitan obligasi ini akan menambah cadangan kas SpaceX yang sudah mencapai sekitar US$100 miliar.
Di satu sisi, obligasi dapat membantu perusahaan memperoleh modal tanpa melakukan dilusi saham. Namun, di sisi lain, langkah ini membuat investor mempertanyakan apakah valuasi SpaceX sudah terlalu tinggi.
Pergerakan harga SpaceX (bStocks) (SPCXB/USDT) pada Selasa, 23 Juni 2026. Sumber: Tokocrypto.
Penurunan 16% pada 22 Juni membuat SpaceX kehilangan sekitar US$400 miliar market cap dalam satu hari.
Tekanan tersebut juga berdampak pada kekayaan bersih CEO Elon Musk, yang dilaporkan turun sekitar US$350 miliar.
Penurunan tajam ini menunjukkan bahwa pasar mulai lebih sensitif terhadap struktur pendanaan SpaceX setelah euforia IPO mulai mereda.
Baca juga: Kapitalisasi bStocks Jadi Sorotan, SpaceX Tokenized Stock Masih Aset Terbesar
Analis Keybanc menilai Starlink menjadi peluang utama bagi pemulihan saham SpaceX.
Starlink menyumbang sekitar 61% dari total revenue SpaceX sebesar US$18,7 miliar pada 2025.
Menurut Keybanc, jika bisnis konektivitas Starlink terus berkembang dalam skala besar, segmen ini dapat menopang porsi signifikan dari enterprise value SpaceX.
Keybanc menilai bahwa bisnis connectivity saja, jika mencapai skala yang cukup, dapat mendukung sebagian besar valuasi SpaceX.
Dengan begitu, segmen lain seperti AI dan space business dapat dinilai lebih tinggi oleh pasar.
Artinya, pemulihan SPCX sangat bergantung pada apakah Starlink mampu terus tumbuh dan membuktikan dirinya sebagai mesin pendapatan utama SpaceX.
Selain Starlink, segmen AI yang dipimpin xAI juga disebut dapat menjadi pendorong jangka panjang bagi SPCX.
Keybanc menyoroti kesepakatan SpaceX dengan Anthropic senilai US$1,25 miliar serta kesepakatan bulanan senilai US$920 juta dengan Google.
Menurut analis, kombinasi deal ini dapat mendorong revenue dari sektor AI hingga US$50,6 miliar pada 2027.
Potensi upside dari Starlink dan xAI kemungkinan menjadi alasan Cathie Wood melalui ARK Invest membeli 210.121 saham SPCX saat harga sedang turun.
Langkah ini menunjukkan bahwa sebagian investor masih melihat koreksi SPCX sebagai peluang jangka panjang.
Namun, pasar tetap membutuhkan bukti pertumbuhan revenue yang kuat agar valuasi SpaceX kembali dipercaya setelah tekanan obligasi.
Tim Research Tokocrypto menlihat secara teknikal, level US$150 menjadi support psikologis penting bagi saham SpaceX.
“Level ini merupakan harga saat SPCX mulai diperdagangkan di NASDAQ pada 15 Juni,” ungkapnya.
Jika harga turun di bawah US$150, SPCX berisiko kembali menguji harga IPO resmi di sekitar US$135, terutama jika tekanan jual masih kuat.
Indikator ADX yang meningkat menunjukkan bahwa tren penurunan saat ini masih cukup kuat.
Hal ini membuka kemungkinan SPCX menguji kembali support psikologis US$150 dalam waktu dekat.
Namun, RSI di sekitar 20 menunjukkan bahwa tekanan jual sudah mendekati area exhaustion. Kondisi ini dapat membuka peluang relief rebound jika buyer mulai kembali masuk.
Jika tekanan jual mereda dan SPCX mampu bertahan di sekitar US$150, harga dapat mencoba rebound menuju level Fibonacci 23,6% di sekitar US$167.
Jika momentum pemulihan berlanjut, resistance berikutnya berada di level Fibonacci 61,8% dekat US$196.
Area US$200 juga menjadi resistance psikologis penting. Penembusan di atas level ini akan menjadi sinyal bahwa buyer mulai kembali percaya pada outlook SpaceX.
Baca juga: Rahasia SpaceX yang Baru IPO: Punya 18.712 Bitcoin, Lebih Banyak dari Tesla!
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
The post Saham SpaceX Turun 16%, Analis Sebut Starlink Jadi Kunci Pemulihan appeared first on Tokocrypto News.
