Saham MicroStrategy (MSTR) menarik taruhan bullish dari trader jangka pendek di dekat US$104, namun pembeli terbesar justru menahan diri, bertaruh bahwa harga saham ini masih bisa turun lebih murah. Perbedaan pandangan ini merupakan inti dari seluruh cerita.
Trader melihat ada batas bawah harga yang layak dipertahankan. Investor besar menilai saham ini sangat bergantung pada Bitcoin yang sedang turun, sehingga diskon harga hari ini bisa berubah menjadi diskon yang lebih dalam besok.
Kepemilikan Bitcoin milik Strategy saat ini ada di angka 847.363 BTC yang dibeli senilai sekitar US$64,1 miliar, rata-rata sekitar US$75.651 per koin. Dengan harga Bitcoin sekitar US$64.000, total aset itu bernilai kira-kira US$54,4 miliar, sehingga perusahaan mengalami kerugian sekitar US$10 miliar.
Ingin mendapatkan insight seperti ini? Daftar Newsletter Harian Editor Harsh Notariya di sini.
Nilai sahamnya sendiri bahkan lebih rendah lagi. Nilai pasar suatu perusahaan dihitung dari jumlah saham dikali harga per lembar saham, yaitu total yang harus dibayar investor untuk membeli seluruh perusahaan.
Dengan sekitar 351,6 juta saham di harga sekitar US$104, MicroStrategy memiliki nilai sekitar US$36,5 miliar. Angka ini lebih kecil dari US$54,4 miliar nilai Bitcoin yang mereka pegang, dan jauh di bawah US$64,1 miliar harga belinya.
Secara sederhana, seorang investor dapat membeli seluruh perusahaan ini dengan harga lebih murah dibandingkan aset Bitcoin yang ada dalam neraca perusahaan.
Diskon seperti ini muncul karena saham MSTR berjalan dalam sebuah siklus sederhana. Saat saham diperdagangkan di atas nilai Bitcoin milik perusahaan, Strategy akan menjual saham baru dengan harga lebih tinggi dan uangnya dipakai untuk membeli lebih banyak Bitcoin.
Setiap kali mereka menambah modal, setiap saham lama didukung lebih banyak Bitcoin dari sebelumnya, sehingga jumlah Bitcoin per saham naik dan harga saham pun ikut naik. Jika harganya berada di bawah nilai Bitcoin-nya, siklus ini berjalan terbalik karena saham baru akan membeli Bitcoin yang lebih sedikit dari jumlah Bitcoin di setiap saham yang sudah ada.
Jadi, penggalangan dana besar yang selama ini menggerakkan harga saham kini terhenti. Strategy masih menambah sedikit Bitcoin, dan bahkan sempat menjual sebagian kecil tahun ini untuk membayar dividen, namun penggerak utamanya kini melambat drastis.
MSTR sepertinya telah membentuk pola double bottom, yaitu pola harga yang menguji level bawah yang sama dua kali dan bertahan, biasanya sebelum terjadi lonjakan. Sisi positifnya terlihat dari volume perdagangan.
Volume jual di antara dua titik rendah ini turun tajam. Penurunan volume jual saat retest menunjukkan bahwa penjual semakin sedikit, sehingga peluang rebound makin terbuka.
Namun, arus uang justru menunjukkan cerita sebaliknya. Chaikin Money Flow (CMF), indikator dominasi pembeli atau penjual institusi besar, berada di angka -0,25 dan terus menurun, lebih lemah dari awal Juni saat nilainya masih berada di atas nol.
Inilah kontrasnya. Grafik yang sama menunjukkan pola double bottom di harga, namun arus keluar dana tetap terjadi di bawahnya. Penurunan volume jual tidak selalu berarti ada pembelian baru.
Jika dana besar justru menjual saat terjadi pola bottom klasik, alasannya terletak pada hubungan erat MSTR dengan Bitcoin.
Korelasi dengan Bitcoin menjelaskan mengapa dana keluar. Korelasi bergulir 30 hari MSTR dengan Bitcoin berada di kisaran 0,75 per 23 Juni, naik dari sekitar 0,40 di bulan Mei. Jadi, pergerakan saham benar-benar mengikuti arah Bitcoin lagi.
Karena MSTR bergerak searah dengan Bitcoin, diskon harga bisa semakin lebar jika harga Bitcoin makin jatuh. Membeli saat murah jadi kurang berarti bila aset dasar sahamnya masih terus turun.
Jadi, pembeli besar sepertinya memilih menunggu Bitcoin stabil terlebih dahulu sebelum kembali masuk, sehingga aliran dana pun masih negatif.
Karena institusi memilih menepi, reli harga saham MicroStrategy kini hanya berharap dari pergerakan trader yang bergerak cepat.
Opsi saham memberikan gambaran paling jelas tentang bagaimana pasar memposisikan saham MicroStrategy, sehingga penjelasan bagian ini berfokus ke sana. Rasio put-call membandingkan jumlah taruhan bearish (put) dengan taruhan bullish (call).
Rasio volume, yang melacak aktivitas trading harian, turun dari 1,11 pada 17 Juni menjadi 0,92 pada 23 Juni. Perubahan ini menandakan perpindahan dari dominasi put ke dominasi call meski harga saham turun. Rasio open interest, yakni jumlah kontrak yang terbuka, hampir tidak bergerak dan tetap di sekitar 0,97.
Biasanya jika harga saham turun, kedua rasio ini akan naik karena trader ramai-ramai membeli put. Tapi, arus harian justru menjadi bullish sedangkan posisi open tetap dominan call, sehingga para trader terus bertaruh harga saham akan naik meski sedang turun.
Data on-chain mendukung kecenderungan bullish, meski tipis. Instrumen MSTR perpetual ini diperdagangkan di Hyperliquid, sebuah exchange berbasis blockchain sehingga setiap posisi wallet tercatat di on-chain dan bisa dilihat oleh siapa pun. Platform pelacakan Nansen membaca data tersebut dan menunjukkan wallet smart-money net long kontrak ini sebesar sekitar US$297.000, dan data ini mengindikasikan mereka menambah posisi long tersebut selama seminggu terakhir.
Taruhan ini masih kecil dan terkesan sepi. Wallet yang mendapat tag whale cenderung netral, akun publik justru dominan net short sekitar US$180.000, dan posisi long terbesar sedang rugi besar sedangkan posisi short tengah untung.
Ini adalah uang panas, bukan investasi sabar. Dana seperti ini bisa bertahan sejenak untuk mempertahankan harga bawah, tapi biasanya tidak sanggup bertahan lama kecuali ada pembeli besar masuk. Ini artinya, grafik harga akan menentukan hasil akhirnya.
Level harga saham MicroStrategy dimulai dari double bottom US$103,84 (zona US$104), yaitu level bawah yang sedang dijaga trader. Level resistance pertama berada pada US$135,27, yaitu zona 0,236 Fibonacci dari swing sebelumnya.
Di bawah US$135,27, setiap reli hanyalah pantulan dan belum merupakan pemulihan sesungguhnya sehingga harganya masih sangat terpengaruh langkah Bitcoin berikutnya. Jika harga benar-benar berhasil melewati batas ini, barulah ada tanda awal tren akan membaik. Tapi narasi “Saham MSTR makin murah” masih tetap berlaku.
Risiko penurunan juga jelas terlihat. Jika US$103,84 ditembus turun dengan meyakinkan, target selanjutnya adalah US$97,13 yaitu level 0,382 Fibonacci dan akan jadi ujian pertama. Jika level ini pun jebol, support kuat berikutnya ada di sekitar US$66,31.
Ada satu catatan tambahan. Pola double bottom hanya terkonfirmasi jika harga berhasil naik signifikan dengan volume tinggi, jadi tanpa dorongan besar pola ini masih mungkin gagal.
Untuk saham MicroStrategy, US$135,27 jadi pembatas antara pemulihan nyata dengan pantulan sementara, sedangkan US$103,84 menjadi penentu antara pola bertahan atau turun lebih lanjut menuju US$97,13.
