Harga Ethereum (ETH) kembali mengalami tekanan yang cukup besar pada perdagangan hari ini.
Berdasarkan data pasar terbaru, Ethereum diperdagangkan di level US$1.545,84, turun 4,28% dalam 24 jam terakhir.
Koreksi tersebut membuat kapitalisasi pasar aset kripto terbesar kedua di dunia ini turun menjadi sekitar US$186,56 miliar.
Meski mengalami pelemahan, Ethereum masih menjadi aset kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar dan tetap menjadi salah satu blockchain dengan ekosistem aplikasi terdesentralisasi (dApps) serta smart contract terbesar di industri.
Baca Juga: Harga Ethereum Anjlok ke $1.756, Koreksi Bulanan Tembus 26%
Di tengah koreksi harga, aktivitas perdagangan Ethereum masih tergolong tinggi.
Volume transaksi selama 24 jam terakhir tercatat mencapai sekitar US$17,34 miliar, mencerminkan tingginya aktivitas investor di tengah volatilitas pasar kripto.
Dalam perdagangan harian, ETH bergerak di kisaran US$1.510,51 sebagai level terendah dan sempat menyentuh US$1.656,65 sebagai level tertinggi.
Meski demikian, harga Ethereum saat ini masih jauh di bawah rekor tertinggi sepanjang masa (All-Time High/ATH) yang berada di US$4.953,73.
Sialnya, tekanan terhadap Ethereum tidak hanya terjadi dalam satu hari terakhir. Dalam sepekan terakhir, Tokocrypto mencatat ETH telah melemah sekitar 8,76%.
Jika dilihat dalam jangka waktu yang lebih panjang, penurunannya mencapai 25,23% selama 30 hari terakhir dan 35,56% dalam dua bulan terakhir.
Sementara itu, dalam kurun waktu 90 hari, harga Ethereum juga masih berada dalam zona merah karena terkoreksi sekitar 22,24%.
Meski begitu, dalam satu jam terakhir ETH sempat menguat sekitar 1,41%, menunjukkan adanya upaya pemulihan setelah tekanan jual yang cukup besar.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 26 Juni 2026. Sumber: Tokocrypto.
Dari sisi fundamental, Ethereum masih mempertahankan posisi penting dalam industri aset digital.
Saat ini jumlah ETH yang beredar mencapai sekitar 120,68 juta koin dengan kapitalisasi pasar sebesar US$186,56 miliar.
Berbeda dengan Bitcoin yang memiliki batas maksimal pasokan, Ethereum tidak memiliki total pasokan maksimum sehingga suplai ETH bersifat dinamis mengikuti mekanisme jaringan.
Posisi Ethereum sebagai infrastruktur utama bagi berbagai aplikasi decentralized finance (DeFi), NFT, hingga tokenisasi aset dunia nyata (RWA) masih menjadi faktor yang mendukung prospek jangka panjang aset ini.
Baca Juga: Harga Ethereum Sentuh $1.669, Pasar Menunggu Dorongan Baru
Pelaku pasar kini mencermati apakah Ethereum mampu bertahan di atas level US$1.500 yang menjadi area psikologis penting.
Jika tekanan jual masih berlanjut dan harga turun di bawah level tersebut, ETH berpotensi melanjutkan koreksi ke area support berikutnya.
Sebaliknya, apabila minat beli kembali meningkat, Ethereum berpeluang melakukan rebound menuju kisaran US$1.600 hingga US$1.650 dalam jangka pendek.
Pergerakan harga ETH selanjutnya diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh sentimen pasar kripto secara keseluruhan, kondisi ekonomi global, serta perkembangan ekosistem Ethereum.
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
The post Harga Ethereum Hari Ini Melemah 4%, Investor Tunggu Sinyal Pemulihan appeared first on Tokocrypto News.

