Trader Polymarket kini memberikan probabilitas 65% bahwa Bitcoin (BTC) turun ke US$50.000 tahun ini, setelah data inflasi yang panas membuat aset kripto tersebut mencapai level terendah sejak September 2024.
Peluang untuk target harga yang lebih rendah meningkat belakangan ini, menandakan bahwa para trader kini menganggap penurunan yang lebih dalam semakin mungkin terjadi.
Bitcoin turun ke sekitar US$58.100 pada hari Kamis, yang merupakan level terendah sejak September 2024. Penurunan ini terjadi seiring rilis data inflasi yang lebih tinggi dari prediksi pasar.
Indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) naik 4,1% secara tahunan pada Mei 2026.
Indikator inti, yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi, mencapai 3,4%. Angka ini semakin memperkecil kemungkinan The Fed memotong suku bunga.
Repricing membuat posisi leverage di berbagai exchange terlikuidasi. Lebih dari US$1,26 miliar posisi aset kripto terlikuidasi dari 209.000 trader.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terkini secara real-time
Sementara itu, sentimen trader juga mengalami perubahan. Di Polymarket, probabilitas bahwa Bitcoin turun ke US$50.000 tahun ini meningkat menjadi 65%. Target yang lebih dekat di US$55.000 bahkan mendapatkan keyakinan lebih tinggi, mencapai 77%.
Kedua level tersebut jauh di bawah harga Jumat yang mendekati US$59.900. Selisih itu menunjukkan para trader kini menganggap penurunan lebih dalam sebagai skenario utama, bukan lagi risiko kecil.
Arah bearish kini menguasai pasar. Pergerakan paling tajam baru-baru ini terjadi pada target US$55.000, yang naik sekitar 20 poin.
Meski begitu, peluang tetap beragam. Probabilitas Bitcoin kembali ke US$70.000 tahun ini naik menjadi 60%, menandakan sejumlah trader optimistis harga bakal pulih setelah tekanan jual mereda.
Di sisi lain, beberapa pakar menargetkan kisaran lebih rendah lagi. Arthur Hayes memperkirakan level terendah di US$40.000 dalam enam bulan ke depan. Sementara itu, Bitcoin miner asal Cina Jiang Zhuoer memperkirakan harga dasar berada di kisaran US$42.000 hingga US$44.000 pada akhir 2026.
Apakah US$58.000 bakal menjadi harga dasar masih tergantung pada keputusan The Fed di rapat bulan Juli nanti. Dengan tren inflasi yang naik, alasan untuk memangkas suku bunga memang makin lemah.
Subscribe ke kanal YouTube kami untuk menyaksikan pemimpin industri dan jurnalis menghadirkan wawasan ahli