Seorang pengguna asal AS mengirim US$25 langsung ke Elon Musk pada hari Kamis untuk menguji fitur peer-to-peer dari X Money. Musk mengonfirmasi pembayaran itu secara publik di X, tepat saat platform ini resmi meluncurkan layanan pembayaran penuh untuk pelanggan Premium di AS.
Dompet digital X Money memungkinkan transfer peer-to-peer secara real-time, deposit ke rekening bank, dan penyimpanan saldo US dollar di aplikasi. Pelanggan juga akan mendapat kartu debit Visa berbahan logam fisik untuk belanja sehari-hari di semua merchant yang menerima Visa.
Peluncuran ini menandai berakhirnya masa beta selama beberapa bulan untuk sistem keuangan terintegrasi dari X. Layanan ini awalnya tersedia bagi pelanggan Premium dan Premium+, dengan ekspansi yang lebih luas direncanakan ke depannya. Awal tahun ini, Musk sudah memberi isyarat soal kehadiran X Money, menempatkan layanan ini sebagai inti dari visi besar aplikasinya.
Pengguna bisa mengirim uang ke semua akun X, menghubungkan rekening bank eksternal, dan menyimpan saldo US dollar dalam aplikasi. Kartu debit Visa akan dikirim ke pelanggan dan menampilkan nama akun X mereka sebagai identitas kartu.
Seorang pengguna X langsung mencoba fitur ini dengan mengirimkan US$25 ke orang terkaya di dunia. Musk mengonfirmasi penerimaan dana ini lewat balasan singkat di ruang publik.
Pertukaran ini memberi bukti nyata atas kemampuan transfer P2P X Money hanya beberapa jam setelah peluncuran resminya. Terpisah dari itu, Musk juga mengungkap rencana integrasi aset kripto ke layanan X Money, dan peluncuran awal yang berfokus pada uang fiat hari Kamis ini tidak menutup kemungkinan hadirnya aset digital di masa mendatang. XChat dari X juga langsung menempati puncak App Store saat peluncuran, menunjukkan kemampuan platform untuk mengubah perilisan fitur baru menjadi adopsi yang cepat.
X sudah memegang izin penyalur uang di lebih dari 40 negara bagian AS, memenuhi persyaratan utama secara hukum untuk memproses pembayaran domestik. Namun, X masih menunggu persetujuan di negara bagian lainnya.
Saldo yang disimpan di X Money mendapatkan perlindungan dari Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) melalui program cash sweep. Program ini mendistribusikan saldo pengguna ke berbagai bank mitra, sehingga batas jaminan naik hingga US$10 juta per pengguna. Batas jaminan FDIC pada satu bank umumnya hanya US$250.000, jadi struktur sweep ini memberikan perlindungan yang jauh lebih luas.
Sebagai perbandingan, PayPal dan Venmo tidak menawarkan perlindungan FDIC untuk saldo yang disimpan. Hal itu membuat pengguna berisiko jika platform tersebut bangkrut. Pengaturan sweep pada X Money menjadikannya jauh lebih mirip produk perbankan ketimbang sekadar aplikasi pembayaran.
X masuk ke pasar di mana PayPal, Venmo, dan Cash App masih mendominasi sebagai platform fintech utama hingga tahun 2026. Meski begitu, X Cashtags langsung membukukan volume trading senilai US$1 miliar secara global tak lama setelah meluncur. Hasil ini menunjukkan bahwa platform bisa mengubah interaksi sosial menjadi transaksi keuangan dalam skala besar.
Kurva adopsi X Money akan bergantung pada seberapa cepat layanan ini melampaui basis awal pelanggan Premium. Komunitas kripto telah memantau setiap perkembangan pembayaran di X, dan peluncuran penuh ini memberi alasan baru untuk menanti ekspansi aset digital ke platform tersebut di masa mendatang.


