Jeremy Grantham, co-founder GMO yang pernah memprediksi kejatuhan dot-com tahun 2000 dan krisis perumahan 2008, menyebut Bitcoin (BTC) sebagai “mekanisme spekulatif yang tidak berguna” dan meramalkan aset ini akan meredup dalam beberapa dekade ke depan.
Strategis berpengalaman itu membangun kritiknya berdasarkan tiga kegagalan yang ia lihat pada aset kripto. Ia menilai Bitcoin tidak memberikan imbal hasil, tidak punya nilai stabil, dan gagal menjadi mata uang yang dapat digunakan sehari-hari.
Grantham secara khusus mengkritik desain proof-of-work di Bitcoin. Menurut dia, energi yang terbuang untuk memvalidasi transaksi tidak memberikan manfaat ekonomi apapun bagi masyarakat.
Di luar kritik terhadap mining, ia menganggap Bitcoin tidak berfungsi sebagai mata uang praktis. Pengguna biasa tidak menggunakannya di supermarket, dan investor besar tidak menggunakan aset ini untuk transaksi besar. Jika tidak ada sistem transaksi yang berjalan, aset ini tidak bisa mengklaim sebagai uang yang sah, tambahnya.
Ia juga menolak Bitcoin sebagai penyimpan nilai. Tidak seperti saham, Bitcoin tidak membagikan dividen atau menghasilkan arus kas. Menurutnya, hal itu membuat spekulan tidak memiliki patokan untuk menentukan harga wajar.
Peringatan Grantham menjadi penting karena rekam jejaknya. Ia sudah mengingatkan gelembung dot-com sebelum tahun 2000 dan memperingatkan krisis perumahan di AS sebelum 2008. Peringatan terbaru soal gelembung saham AI memperluas tesis itu ke saham-saham AS, di mana ia kini melihat penurunan bisa mencapai 70%.
Meski begitu, prediksi waktu miliknya tidak selalu tepat. Peringatan “epic bubble” pada saham AS di tahun 2021 datang terlalu awal, karena pasar masih naik sebelum terkoreksi pada 2022.
Pernyataan Grantham soal Bitcoin muncul ketika BTC diperdagangkan di kisaran US$60.500, turun tajam dari puncaknya di akhir 2025 yang berada di atas US$126.000. Exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot AS mencatat arus keluar sebesar US$6,35 miliar selama 30 hari hingga pertengahan Juni, yang menunjukkan turunnya minat institusi.
Sebelumnya, CEO Coinbase juga memperingatkan bahwa biaya infrastruktur AI menjadi salah satu faktor yang mengubah arus modal di sektor aset kripto.
Grantham bukan satu-satunya yang bersikap skeptis. Peter Schiff juga berulang kali berpendapat negatif, dengan alasan bahwa Bitcoin tidak punya nilai intrinsik.
Apakah harga Bitcoin saat ini sanggup bertahan di support penting pada kuartal 3 2026 akan menjadi ujian bagi kedua kubu. Grantham memprediksi penurunan akan berlangsung perlahan selama bertahun-tahun atau bahkan dekade, bukan secara instan.


