Lineup Inggris vs DR Kongo akan menjadi salah satu topik paling banyak dibahas sebelum pertandingan babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026 ini. Inggris diperkirakan akan menguasai bola, tetapi posisi bek kanan menjadi kekhawatiran besar setelah cedera yang dialami Reece James dan Jarell Quansah. DR Kongo, yang juga sering dicari sebagai DRC, Congo DR, dan Democratic Republic of Congo, kemungkinan akan fokus pada pertahanan kompak, duel fisik, dan transisi cepat. Artikel ini membahas prediksi lineup Inggris, prediksi lineup DR Kongo, kabar tim, setup taktis, pemain pengganti yang perlu diperhatikan, serta duel kunci. Untuk preview lengkap, odds, dan prediksi skor, baca artikel hub utama: England vs DR Congo Prediction: World Cup 2026 Round of 32 Preview, Lineups, Odds and Score Forecast.
Inggris vs DR Kongo diperkirakan menjadi pertandingan antara kualitas penguasaan bola Inggris dan struktur pertahanan kompak DR Kongo.
Inggris seharusnya memiliki lebih banyak penguasaan bola, lebih banyak wilayah serangan, dan kualitas individu yang lebih kuat. Namun, keseimbangan lineup akan sangat penting. Jika Inggris memilih kombinasi lini depan yang sangat ofensif tetapi meninggalkan ruang di belakang full-back, DR Kongo dapat melakukan counterattack melalui Yoane Wissa dan Cédric Bakambu.
DR Kongo kemungkinan besar tidak akan mendominasi penguasaan bola. Lineup mereka seharusnya dibangun di sekitar disiplin defensif, kekuatan fisik, dan outlet transisi. Back five atau bentuk pertahanan fleksibel masuk akal, terutama saat menghadapi pemain sayap Inggris.
Pertanyaan utama soal lineup adalah:
Siapa yang akan menjadi bek kanan Inggris?
Apakah Declan Rice kembali ke lini tengah?
Apakah Inggris akan memainkan Marcus Rashford, Phil Foden, Cole Palmer, atau Noni Madueke sebagai starter?
Apakah DR Kongo akan menggunakan 5-3-2 atau 4-4-2 yang lebih terbuka?
Seberapa besar risiko serangan yang akan diambil DR Kongo sejak awal?
Kekhawatiran terbesar Inggris adalah posisi bek kanan.
Reece James mengalami masalah hamstring, sementara Jarell Quansah juga mengalami masalah pergelangan kaki dalam kemenangan fase grup atas Panama. Situasi ini membuat Djed Spence menjadi opsi paling natural untuk memulai sebagai bek kanan.
Hal ini penting karena DR Kongo hampir pasti akan mencari peluang transisi ke ruang di sisi lapangan. Jika sisi kanan Inggris tidak seimbang, DR Kongo bisa menargetkan jalur tersebut sejak awal.
Declan Rice adalah nama penting lainnya. Jika ia menjadi starter, Inggris seharusnya memiliki kontrol bola kedua yang lebih baik dan perlindungan lebih kuat terhadap counterattack. Kehadirannya juga memungkinkan Jude Bellingham bermain lebih bebas antara lini tengah dan serangan.
Lini depan Inggris juga sangat kompetitif. Harry Kane seharusnya memimpin serangan, sementara Bukayo Saka diperkirakan menjadi opsi kuat di sisi kanan. Marcus Rashford, Phil Foden, Cole Palmer, dan Noni Madueke kemungkinan bersaing untuk posisi serangan lainnya.
Inggris kemungkinan akan menggunakan formasi 4-3-3 atau 4-2-3-1.
Prediksi starting XI Inggris:
Djed Spence, Ezri Konsa, Marc Guéhi, Nico O’Reilly;
Declan Rice, Jude Bellingham, Morgan Rogers;
Bukayo Saka, Harry Kane, Marcus Rashford.
Kemungkinan formasi: 4-3-3
Lineup ini memberi Inggris keseimbangan. Spence menyediakan opsi bek kanan natural. Rice melindungi lini tengah. Bellingham memberi kemampuan lari ke depan. Saka dan Rashford menyediakan lebar serta ancaman langsung di sekitar Kane.
Namun, Inggris masih bisa menyesuaikan tergantung kondisi kebugaran dan preferensi taktis. Jika Inggris menginginkan lebih banyak kreativitas di antara lini, Phil Foden atau Cole Palmer bisa menjadi starter. Jika Inggris membutuhkan lebih banyak kecepatan dan serangan satu lawan satu dari sisi kanan, Noni Madueke bisa menjadi opsi.
Jordan Pickford diperkirakan akan menjadi starter di bawah mistar.
Pickford tetap menjadi kiper turnamen paling dapat diandalkan bagi Inggris. Kemampuan penyelamatan, distribusi bola panjang, dan pengalamannya dalam laga knockout membuatnya menjadi pilihan utama yang jelas.
Prediksi empat bek Inggris adalah Djed Spence, Ezri Konsa, Marc Guéhi, dan Nico O’Reilly.
Posisi bek kanan adalah isu kunci. Karena Inggris kekurangan opsi natural di posisi tersebut, Spence menjadi starter paling mungkin. Konsa dan Guéhi seharusnya memberi stabilitas di jantung pertahanan, sementara O’Reilly dapat memberi keseimbangan di sisi kiri.
Inggris harus berhati-hati dengan posisi full-back. Jika kedua full-back naik terlalu tinggi secara bersamaan, DR Kongo dapat menyerang ruang di belakang mereka.
Prediksi trio lini tengah adalah Declan Rice, Jude Bellingham, dan Morgan Rogers.
Rice memberi Inggris rasa aman. Bellingham memberi kekuatan membawa bola, lari dari lini kedua, dan kehadiran di kotak penalti. Rogers dapat membantu menghubungkan lini tengah dengan serangan dan mendukung kombinasi di sepertiga akhir.
Lini tengah ini seharusnya cukup kuat untuk mengontrol penguasaan bola, tetapi kuncinya adalah tempo. Inggris tidak boleh hanya mengoper bola ke samping. Mereka membutuhkan pergerakan vertikal dan pergantian sisi yang cepat.
Prediksi tiga pemain depan adalah Bukayo Saka, Harry Kane, dan Marcus Rashford.
Kane menjadi titik referensi utama di tengah. Saka memberi kualitas satu lawan satu dan ancaman kaki kiri dari kanan. Rashford memberi kecepatan, lari langsung, dan kemampuan menyerang ruang dari kiri.
Jika Inggris membutuhkan lebih banyak kreativitas, Foden atau Palmer bisa menjadi starter atau masuk lebih awal. Jika Inggris membutuhkan tekanan langsung di akhir pertandingan, Madueke adalah opsi pengganti yang kuat.
DR Kongo memasuki pertandingan ini sebagai underdog berbahaya.
Mereka tidak diperkirakan akan membuat pertandingan terbuka sejak awal. Peluang terbaik mereka adalah tetap kompak, membuat Inggris frustrasi, dan mencari serangan cepat. Itu berarti lineup mereka kemungkinan akan memprioritaskan struktur defensif dan kecepatan transisi.
Aaron Wan-Bissaka adalah salah satu nama paling menarik dalam skuad DR Kongo karena latar belakang sepak bola Inggris dan kekuatan defensifnya. Chancel Mbemba membawa kepemimpinan dan organisasi. Yoane Wissa dan Cédric Bakambu memberi outlet serangan.
Pertanyaan utama DR Kongo adalah bentuk permainan. Formasi 5-3-2 masuk akal jika mereka ingin melindungi area lebar dan memenuhi kotak penalti. Formasi 4-4-2 bisa memberi tekanan langsung yang lebih besar, tetapi juga dapat meninggalkan lebih banyak ruang bagi Inggris di antara lini.
DR Kongo kemungkinan akan menggunakan formasi 5-3-2 melawan Inggris.
Prediksi starting XI DR Kongo:
Aaron Wan-Bissaka, Chancel Mbemba, Axel Tuanzebe, Arthur Masuaku, Steve Kapuadi;
Samuel Moutoussamy, Edo Kayembe, Noah Sadiki;
Kemungkinan formasi: 5-3-2
Lineup ini memberi DR Kongo jumlah pemain bertahan, perlindungan area lebar, dan dua penyerang untuk counterattack. Ini juga memungkinkan Wan-Bissaka dan Masuaku menjaga area sayap sambil tetap memberi outlet saat DR Kongo merebut bola.
Jika DR Kongo tertinggal, struktur bisa berubah menjadi 4-4-2 atau 4-3-3. Jika skor tetap imbang, mereka mungkin akan bertahan kompak selama mungkin.
Lionel Mpasi diperkirakan menjadi starter di posisi kiper.
Ia bisa menjadi salah satu pemain terpenting bagi DR Kongo. Inggris kemungkinan akan menciptakan tekanan, sehingga Mpasi harus mengatasi crossing, menyelamatkan tembakan jarak jauh, dan mengontrol tempo saat DR Kongo perlu memperlambat pertandingan.
Prediksi lini belakang DR Kongo mencakup Aaron Wan-Bissaka, Chancel Mbemba, Axel Tuanzebe, Arthur Masuaku, dan Steve Kapuadi.
Struktur ini memberi DR Kongo blok pertahanan yang kuat. Mbemba adalah pengatur lini belakang. Wan-Bissaka dapat menangani duel satu lawan satu. Masuaku memberi pengalaman dan lebar. Tuanzebe serta Kapuadi menambah kehadiran fisik.
Tugas defensif paling penting adalah mengontrol pergerakan Kane dan mencegah Saka terlalu sering mengisolasi bek dalam situasi satu lawan satu.
Prediksi trio lini tengah adalah Samuel Moutoussamy, Edo Kayembe, dan Noah Sadiki.
Lini tengah ini harus sangat disiplin. Tugas mereka bukan hanya merebut bola, tetapi juga menutup jalur umpan ke Bellingham dan Kane. Jika mereka memberi Inggris terlalu banyak ruang antara lini tengah dan pertahanan, pertandingan bisa cepat menjadi sulit.
Mereka juga perlu melepas bola dengan cepat setelah recovery. Peluang terbaik DR Kongo mungkin datang dari umpan pertama setelah memenangkan penguasaan bola.
Yoane Wissa dan Cédric Bakambu diperkirakan memimpin serangan.
Wissa memberi kecepatan dan pergerakan. Bakambu memberi pengalaman dan finishing. Mereka mungkin tidak mendapatkan banyak peluang, tetapi tetap bisa menentukan pertandingan jika Inggris kehilangan konsentrasi.
Tugas mereka adalah meregangkan bek tengah Inggris, menyerang ruang di belakang full-back, dan membuat setiap counterattack berarti.
Formasi 4-3-3 Inggris dapat berubah menjadi 2-3-5 saat menguasai bola.
Saat Inggris menyerang, full-back bisa naik lebih tinggi, Rice bisa bertahan di depan bek tengah, dan Bellingham bisa bergerak lebih dekat ke Kane. Saka dan Rashford dapat meregangkan lapangan, sementara Kane bisa turun di antara lini.
Setup ini dapat menciptakan overload, tetapi juga membawa risiko. Jika Spence naik terlalu tinggi dan Inggris kehilangan bola, DR Kongo dapat menyerang channel di belakangnya. Itulah mengapa posisi Rice akan sangat krusial.
Inggris harus menghindari penguasaan bola yang lambat. Cara terbaik membongkar DR Kongo adalah melalui pergantian sisi cepat, lari orang ketiga, dan kombinasi di sekitar Kane.
Formasi 5-3-2 DR Kongo kemungkinan sesekali berubah menjadi 5-4-1 saat tanpa bola.
Salah satu penyerang bisa turun lebih dalam untuk membantu lini tengah, sementara wing-back melindungi channel lebar. Ini dapat membuat lapangan terasa sangat sempit dan sulit bagi Inggris untuk menyerang melalui tengah.
Keunggulan setup ini adalah keamanan defensif. Risikonya adalah DR Kongo bisa menjadi terlalu pasif. Jika mereka bertahan terlalu dalam terlalu lama, Inggris dapat membangun tekanan dan memenangkan set piece.
DR Kongo perlu menemukan keseimbangan. Mereka harus bertahan kompak, tetapi juga perlu ancaman serangan yang cukup agar Inggris menghormati counterattack mereka.
Duel lineup paling penting mungkin berada di sisi kanan Inggris.
Jika Djed Spence menjadi bek kanan dengan Bukayo Saka di depannya, Inggris dapat menciptakan kecepatan dan lebar. Namun, DR Kongo mungkin melihat sisi ini sebagai target potensial karena situasi cedera Inggris.
DR Kongo bisa menyerang area ini melalui lari Wissa, pengalaman Masuaku, dan pergantian bola cepat setelah merebut penguasaan.
Bagi Inggris, solusinya adalah keseimbangan. Spence harus memilih momen yang tepat untuk maju. Saka harus membantu counter-pressing. Rice harus menutup ruang di belakang mereka.
Jika Inggris mengontrol zona ini, mereka seharusnya mengontrol pertandingan. Jika DR Kongo menemukan ruang di sana, pertandingan bisa menjadi tidak nyaman.
Harry Kane melawan Chancel Mbemba adalah duel besar lainnya.
Kane tidak akan terus menetap di kotak penalti. Ia akan turun, menghubungkan permainan, dan mencoba menciptakan ruang bagi pelari di sekitarnya. Mbemba harus memutuskan apakah akan mengikutinya atau mempertahankan garis pertahanan.
Jika Mbemba mengikuti Kane terlalu jauh, Bellingham dan Rashford dapat menyerang ruang di belakang. Jika Mbemba berdiri terlalu dalam, Kane dapat menerima bola di antara lini dan mengatur permainan.
Duel ini bisa menentukan berapa banyak peluang jelas yang dapat diciptakan Inggris.
Jude Bellingham mungkin menjadi pemain yang paling ditakuti DR Kongo.
Lari terlambatnya, kekuatan fisik, dan kepercayaan dirinya membuat ia sulit dilacak. Lini tengah DR Kongo harus mencegahnya menerima bola di area tengah yang berbahaya.
Jika Bellingham mendapat ruang, Inggris dapat mempercepat serangan dengan cepat. Jika DR Kongo berhasil menutupnya, Inggris mungkin membutuhkan Foden, Palmer, atau Madueke untuk menambahkan percikan kreativitas lain.
Phil Foden dapat mengubah pertandingan jika Inggris membutuhkan lebih banyak kreativitas. Ia bisa beroperasi di antara lini, berkombinasi dalam ruang sempit, dan menarik bek keluar dari bentuk pertahanan.
Cole Palmer memberi Inggris pengambilan keputusan yang tenang, kreativitas kaki kiri, dan ketenangan di kotak penalti. Ia adalah opsi kuat jika Inggris membutuhkan presisi di akhir pertandingan.
Noni Madueke dapat membawa dribel langsung dan kecepatan. Jika para bek DR Kongo mulai kelelahan, Madueke bisa berbahaya dalam situasi satu lawan satu.
Jika Cédric Bakambu menjadi starter, ia sudah menjadi pusat rencana DR Kongo. Jika digunakan sebagai senjata babak kedua, pengalaman dan finishing-nya tetap bisa berarti.
Aaron Tshibola dapat memberi DR Kongo energi tambahan di lini tengah jika pertandingan menjadi sangat menuntut secara fisik.
Lineup mengarah pada pertandingan yang dikontrol Inggris, tetapi belum tentu mudah.
Inggris seharusnya mendominasi penguasaan bola dan wilayah permainan. DR Kongo akan bertahan dalam dan mencari peluang transisi. Hasil pertandingan mungkin bergantung pada apakah Inggris mencetak gol lebih awal.
Jika Inggris mencetak gol di babak pertama, DR Kongo mungkin perlu membuka struktur, menciptakan lebih banyak ruang bagi Kane, Saka, dan Rashford.
Jika DR Kongo mempertahankan skor 0-0 hingga babak kedua, Inggris bisa mulai frustrasi. Itu akan membuat pemain pengganti dan set piece menjadi lebih penting.
Prediksi lineup mendukung perkiraan skor:
Inggris 2-0 DR Kongo
Skor alternatif:
Inggris 2-1 DR Kongo
Skenario kejutan:
Inggris 1-1 DR Kongo setelah 90 menit
Untuk prediksi skor lengkap dan pembahasan odds, baca: England vs DR Congo Prediction: World Cup 2026 Round of 32 Preview, Lineups, Odds and Score Forecast.
Lineup dapat sangat memengaruhi pasar prediksi.
Jika Inggris menurunkan Rice, Bellingham, Saka, dan Kane bersama-sama, sudut Inggris untuk lolos menjadi lebih kuat. Jika situasi bek kanan Inggris terlihat tidak stabil, sudut counterattack DR Kongo menjadi lebih menarik.
Sudut pasar prediksi yang mungkin termasuk:
Inggris lolos.
Inggris menang dalam 90 menit.
Skor benar Inggris 2-0.
Skor benar Inggris 2-1.
Under 3.5 gol.
Harry Kane mencetak gol.
Sudut assist Bukayo Saka.
DR Kongo menjaga pertandingan tetap dekat di babak pertama.
Pengguna dapat menjelajahi pasar terkait sepak bola melalui MEXC Sports Prediction Markets. Pembaca yang baru mengenal format ini dapat mempelajari dasarnya melalui What Is MEXC Prediction Markets? A Beginner's Guide.
Lebih banyak pasar tersedia di MEXC Prediction Markets. MEXC juga meluncurkan MEXC Global Football 2026: Predict the World Cup 2026 and Share a 1,360,000 USDT Prize Pool, yang mungkin menarik bagi penggemar yang mengikuti prediksi fase knockout Piala Dunia 2026.
Inggris seharusnya memiliki starting XI yang lebih kuat, tetapi lineup mereka tetap memiliki beberapa pertanyaan.
Posisi bek kanan adalah kekhawatiran utama. Djed Spence mungkin menjadi solusi natural, tetapi DR Kongo kemungkinan akan menguji sisi tersebut. Peran Declan Rice juga akan sangat krusial karena ia harus melindungi dari transisi dan membantu Inggris mengontrol lini tengah.
Lineup DR Kongo seharusnya kompak dan fisikal. Formasi 5-3-2 memberi mereka stabilitas defensif dan memungkinkan Wissa serta Bakambu tetap siap untuk counterattack.
Prediksi lineup terbaik Inggris:
Djed Spence, Ezri Konsa, Marc Guéhi, Nico O’Reilly;
Declan Rice, Jude Bellingham, Morgan Rogers;
Bukayo Saka, Harry Kane, Marcus Rashford.
Prediksi lineup terbaik DR Kongo:
Aaron Wan-Bissaka, Chancel Mbemba, Axel Tuanzebe, Arthur Masuaku, Steve Kapuadi;
Samuel Moutoussamy, Edo Kayembe, Noah Sadiki;
Prediksi akhir berdasarkan lineup: Inggris 2-0 DR Kongo
Untuk hub pertandingan lengkap, kunjungi: England vs DR Congo Prediction: World Cup 2026 Round of 32 Preview, Lineups, Odds and Score Forecast.
Inggris diperkirakan menurunkan Jordan Pickford, Djed Spence, Ezri Konsa, Marc Guéhi, Nico O’Reilly, Declan Rice, Jude Bellingham, Morgan Rogers, Bukayo Saka, Harry Kane, dan Marcus Rashford. DR Kongo diperkirakan menggunakan lineup kompak dengan Lionel Mpasi, Aaron Wan-Bissaka, Chancel Mbemba, Axel Tuanzebe, Arthur Masuaku, Steve Kapuadi, Samuel Moutoussamy, Edo Kayembe, Noah Sadiki, Yoane Wissa, dan Cédric Bakambu.
Djed Spence adalah starter paling mungkin di posisi bek kanan karena Reece James dan Jarell Quansah memiliki masalah cedera.
Inggris kemungkinan akan menggunakan formasi 4-3-3 atau 4-2-3-1, dengan Harry Kane memimpin serangan dan Jude Bellingham mendukung dari lini tengah.
DR Kongo kemungkinan akan menggunakan formasi 5-3-2, dengan fokus pada pertahanan kompak dan counterattack cepat.
Declan Rice diperkirakan menjadi opsi penting di lini tengah. Jika ia menjadi starter, Inggris seharusnya memiliki keseimbangan defensif dan kontrol transisi yang lebih baik.
Pemain kunci Inggris adalah Harry Kane, Jude Bellingham, Bukayo Saka, Declan Rice, dan Jordan Pickford.
Pemain kunci DR Kongo adalah Yoane Wissa, Cédric Bakambu, Chancel Mbemba, Aaron Wan-Bissaka, dan Lionel Mpasi.
Ya, tetapi Inggris membutuhkan pergerakan bola cepat, permainan sayap yang kuat, dan kreativitas yang lebih baik di antara lini. Jika penguasaan bola menjadi lambat, DR Kongo dapat membuat pertandingan sulit.
Ya. DR Kongo dapat menyulitkan Inggris jika mereka tetap kompak, memenangkan bola kedua, dan melakukan counterattack cepat ke ruang di belakang full-back Inggris.
Kamu bisa membaca preview lengkap pertandingan di sini: England vs DR Congo Prediction: World Cup 2026 Round of 32 Preview, Lineups, Odds and Score Forecast.
