Calon PN Arshed Yahya yang berpengalaman lebih 20 tahun dalam politik menyebut kampanye Pilkada Johor kali ini sebagai salah satu yang paling harmonis.
BAKRI: Calon Perikatan Nasional (PN) DUN Simpang Jeram, Arshed Yahya, mengatakan tidak ada partai yang memiliki keunggulan dalam persaingan empat sudut di kursi tersebut, termasuk petahana dari Pakatan Harapan (PH).
Ia yang lebih dikenal sebagai Awang mengatakan, hasil di DUN tersebut sulit diprediksi karena persaingan diperkirakan ketat dengan setiap partai memiliki peluang untuk menang.
"Meskipun PH adalah petahana, saya rasa tidak ada partai yang bisa memprediksi siapa yang akan menang di DUN Simpang Jeram. Semua partai punya peluang dan persaingan kali ini memang ketat," katanya kepada FMT.
Arshed yang berpengalaman lebih 20 tahun dalam politik juga menyebut kampanye Pilkada Johor kali ini sebagai salah satu yang paling harmonis yang pernah ia ikuti.
"Semua partai menunjukkan kedewasaan dan hubungan antar calon pun baik. Selama lebih dari 20 tahun saya berkecimpung dalam politik, ini adalah salah satu pemilihan yang paling menarik," katanya.
Mengenai strategi kampanye, Arshed mengatakan ia berfokus pada pemilih non-Melayu dengan mendekati mereka secara langsung, mengingat ia sudah lama mengenal masyarakat Tionghoa di kampungnya.
Ia yakin dukungan sekitar 20% pemilih non-Melayu cukup untuk membantu PN merebut kursi Simpang Jeram.
Sementara itu, Ketua Biro Media dan Komunikasi Wanita Gerakan, Ng Mey Yuan, mengatakan PN berpotensi meraih dukungan pemilih non-Melayu berdasarkan respons yang diterima sepanjang kampanye.
DUN Simpang Jeram menyaksikan pertandingan empat sudut yang melibatkan petahana PH, Nazri Abdul Rahman, Azman Ismail (BN), Ainie Haziqah Shafii (Muda) dan Arshed.
Pada pemilihan sela Simpang Jeram sebelumnya, Nazri yang bertanding atas tiket PH dengan dukungan BN mempertahankan kursi tersebut setelah mengalahkan calon PN dengan mayoritas 3.514 suara.


