Penjelasan Ethereum (ETH)
Mulailah belajar tentang penjelasan Ethereum melalui panduan, tokenomi, informasi perdagangan, dan banyak lagi.
Selain Bitcoin, Ethereum (ETH) adalah proyek blockchain yang paling banyak diikuti. Sebagai mata uang kripto terbesar kedua di dunia, Ethereum bukan hanya merupakan mata uang digital, melainkan juga platform terdesentralisasi yang mendukung berbagai macam aplikasi. Mulai dari keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan NFT hingga game dan metaverse, banyak aplikasi blockchain terkenal yang beroperasi pada Ethereum.
Ethereum diluncurkan pada tahun 2015 dan dirancang untuk mendukung berbagai aplikasi dan layanan, termasuk produk game dan keuangan. Sederhananya, jika BTC dianggap sebagai "emas digital", Ethereum berfungsi sebagai "komputer global" yang mampu menjalankan beragam aplikasi blockchain. Pengembang dapat membangun smart contract di Ethereum, sehingga memungkinkan aplikasi terdesentralisasi (dApp) beroperasi secara otomatis tanpa perantara.
Saat ini, Ethereum telah menjadi infrastruktur inti untuk DeFi, NFT, DAO, dan sektor lainnya. Token aslinya, yaitu ETH, bukan hanya digunakan untuk membayar biaya jaringan (Gas), melainkan juga diterapkan secara luas dalam investasi, staking, dan dalam ekosistem yang lebih luas.
Ethereum diusulkan dan dibuat pada tahun 2013 oleh Vitalik Buterin, seorang programer Kanada asal Rusia. Dengan inspirasi Bitcoin, Vitalik membayangkan sebuah platform yang dapat mendukung smart contract dan aplikasi terdesentralisasi. Pada tahun 2014, dia memulai kampanye penggalangan dana, lalu jaringan Ethereum resmi diluncurkan pada tahun 2015.
Ethereum dibangun berdasarkan beberapa komponen inti: blockchain, smart contract, Ethereum Virtual Machine (EVM), dan biaya transaksi.
- Blockchain: Pada dasarnya, Ethereum adalah buku besar terdistribusi yang dikelola oleh ribuan node di seluruh dunia untuk memastikan bahwa data tidak dapat diubah.
- Smart contract: Sebagai fitur Ethereum yang paling revolusioner, smart contract memungkinkan pengembang untuk menetapkan syarat yang telah ditentukan. Setelah syarat ini terpenuhi, kontrak dieksekusi secara otomatis tanpa campur tangan manusia.
- Ethereum Virtual Machine (EVM): EVM, yang sering digambarkan sebagai otak Ethereum, adalah komputer virtual yang terdiri dari semua node pada jaringan. Saat pengembang menerapkan smart contract atau aplikasi, EVM mengeksekusi program dan memastikannya berjalan sesuai aturan.
- Biaya transaksi: Setiap operasi pada Ethereum (misalnya, mengirim ETH) memerlukan biaya kecil bernama Gas yang dinominasikan dalam Gwei, yaitu unit pecahan ETH.
Bitcoin dan Ethereum memiliki tujuan dan fungsi yang sepenuhnya berbeda:
- Pemosisian: BTC utamanya merupakan mata uang digital yang difokuskan pada penyimpanan nilai, sementara Ethereum adalah platform aplikasi tempat ETH berfungsi baik sebagai mata uang maupun bahan bakar bagi ekosistem.
- Suplai: Suplai BTC dibatasi sebanyak 21 juta koin. ETH tidak memiliki batas suplai tetap, tetapi sejak peningkatan EIP-1559 pada tahun 2021, mekanisme burning telah dihadirkan, sehingga menimbulkan tren pengurangan peredaran.
- Fungsionalitas: BTC memiliki fungsi tunggal, terutama untuk transfer dan sebagai penyimpan nilai. Sebaliknya, Ethereum menawarkan fungsionalitas yang luas dengan mendukung DeFi, NFT, GameFi, dan berbagai aplikasi ekosistem.
- Mekanisme konsensus: Bitcoin masih menggunakan Proof of Work (PoW). Ethereum, setelah menyelesaikan "The Merge" pada tahun 2022, sepenuhnya beralih ke Proof of Stake (PoS) yang lebih hemat energi dan mudah diskalakan.
Proses pembelian ETH di MEXC atau platform perdagangan lainnya mirip dengan pembelian BTC:
- Daftarkan akun, lalu selesaikan verifikasi KYC
- Depositkan dana (kartu bank, kartu kredit, dan metode lainnya didukung)
- Cari ETH, lalu masukkan jumlah yang ingin dibeli
- Konfirmasikan order, lalu Anda akan memiliki ETH
Harga ETH sangat volatil dan sering kali bergerak seperti roller coaster. Harganya telah meningkat dari hanya beberapa dolar ke all-time high hampir $5.000. Saat ini, kapitalisasi pasarnya menduduki peringkat kedua di antara semua mata uang kripto setelah BTC.
Faktor-faktor yang mendorong harga ETH meliputi:
- Pertumbuhan ekosistem seperti DeFi dan NFT
- Peningkatan Ethereum (seperti ETH 2.0 dan solusi penskalaan Lapisan 2)
- Modal institusional dan hadirnya ETF Ethereum
- Perkembangan kebijakan dan regulasi global
Anda dapat melacak pergerakan harga dan volume perdagangan aktual ETH langsung di platform MEXC.
Banyak ahli dan institusi menganggap bahwa Ethereum memiliki nilai investasi jangka panjang:
- Berbagai kegunaan: ETH bukan hanya merupakan mata uang, melainkan juga bahan bakar yang menggerakkan seluruh ekosistem Web3.
- Pertumbuhan ekosistem: Sebagian besar proyek DeFi dan NFT mengandalkan Ethereum.
- Meningkatnya kelangkaan: Dengan EIP-1559, ETH memperoleh fitur deflasioner karena sebagian biaya transaksi di-burn.
- Pengakuan institusional: Dengan hadirnya ETF Ethereum, lebih banyak institusi kini dapat berinvestasi dalam ETH secara legal.
Penting untuk diperhatikan bahwa setelah peningkatan tahun 2022 yang dikenal sebagai The Merge, Ethereum tidak lagi mendukung mining dan telah beralih dari Proof of Work (PoW) ke Proof of Stake (PoS).
- Sebelum tahun 2022: Pengguna melakukan mining ETH dengan kartu grafis untuk mendapatkan hadiah.
- Setelah 2022: ETH dapat diperoleh melalui staking. Pengguna mendepositkan ETH ke dalam node jaringan untuk membantu memvalidasi transaksi dan menerima hadiah sebagai imbalan.
Seiring dengan makin matangnya ekosistem Ethereum, ETF (Exchange-Traded Fund) Ethereum telah dihadirkan di beberapa negara. ETF Ethereum adalah dana yang melacak harga ETH. Instrumen ini memungkinkan investor untuk mendapatkan eksposur ke pergerakan harga ETH tanpa perlu mengelola dompet mata uang kripto atau akun bursa. Investor dapat membeli bagian dari ETF Ethereum, lalu memperdagangkan ETH melalui saluran yang sudah dikenal, seperti akun broker.
Keunggulan ETF meliputi:
- Investor dapat mengakses ETH melalui akun sekuritas tradisional
- Tidak perlu mengelola dompet atau khawatir tentang risiko keamanan
- Memfasilitasi penyertaan Ethereum dalam portofolio investasi institusional
Hadirnya ETF Ethereum menandai langkah menuju penerimaan ETH yang lebih luas di pasar keuangan mainstream.
Etherscan adalah explorer blockchain yang menyediakan akses ke data publik pada blockchain Ethereum, termasuk transaksi, smart contract, dan alamat. Semua interaksi di Ethereum bersifat transparan. Dengan memasukkan hash transaksi (ID transaksi), pengguna dapat melihat semua aktivitas terkait, termasuk token, smart contract, dan alamat dompet.
Fluktuasi harga ETH dipengaruhi oleh beberapa faktor:
- Berita positif: Peningkatan Ethereum yang sukses, persetujuan ETF, pembelian institusional
- Berita negatif: Tindakan regulatif, insiden peretasan, biaya gas yang tinggi
- Siklus pasar: ETH mengikuti siklus yang mirip dengan pola empat tahun Bitcoin, tetapi volatilitasnya diperkuat oleh penggerak pasar seperti DeFi, NFT, dan solusi Lapisan 2.
Di MEXC, Anda dapat melacak tren ETH jangka pendek dan jangka panjang menggunakan grafik aktual dan alat analisis pasar.
Perdagangan Ethereum (ETH) mengacu pada pembelian dan penjualan token tersebut di pasar mata uang kripto. Di MEXC, pengguna dapat berdagang ETH melalui berbagai pasar tergantung pada tujuan investasi dan preferensi risiko Anda. Dua metode yang paling umum adalah perdagangan spot dan perdagangan futures.
Perdagangan spot kripto adalah membeli atau menjual ETH secara langsung pada harga pasar saat ini. Setelah perdagangan selesai, Anda memiliki token ETH sebenarnya yang dapat disimpan, ditransfer, atau dijual nanti. Perdagangan spot adalah cara paling mudah untuk mendapatkan eksposur ke ETH tanpa leverage.
Perdagangan Spot EthereumAnda dapat dengan mudah memperoleh Ethereum (ETH) di MEXC menggunakan berbagai metode pembayaran, seperti kartu kredit, kartu debit, transfer bank, Paypal, dan masih banyak lagi! Pelajari cara membeli token di MEXC sekarang!
Panduan Cara Membeli EthereumEthereum (ETH): Sejarah dan Latar Belakang
Ethereum adalah platform blockchain terdesentralisasi yang diluncurkan pada tahun 2015 oleh Vitalik Buterin, seorang programmer muda asal Rusia-Kanada. Berbeda dengan Bitcoin yang dirancang sebagai mata uang digital, Ethereum dikembangkan sebagai platform yang memungkinkan pembuatan aplikasi terdesentralisasi dan kontrak pintar.
Awal Mula Ethereum
Vitalik Buterin pertama kali memperkenalkan konsep Ethereum melalui whitepaper pada akhir 2013. Ia melihat potensi teknologi blockchain melampaui sekadar transaksi keuangan. Bersama dengan co-founder lainnya seperti Gavin Wood, Charles Hoskinson, dan Anthony Di Iorio, proyek ini mulai dikembangkan pada awal 2014.
Peluncuran dan Perkembangan
Ethereum resmi diluncurkan pada 30 Juli 2015 setelah berhasil mengumpulkan dana melalui Initial Coin Offering (ICO) pada 2014, yang menghasilkan lebih dari 18 juta dolar. Peluncuran ini menandai era baru dalam teknologi blockchain dengan memperkenalkan konsep smart contract yang dapat dieksekusi secara otomatis.
The DAO dan Hard Fork
Pada 2016, Ethereum menghadapi krisis besar ketika The DAO, sebuah organisasi otonom terdesentralisasi, diretas dan kehilangan Ether senilai 50 juta dolar. Komunitas memutuskan melakukan hard fork untuk mengembalikan dana, yang menghasilkan pemisahan menjadi Ethereum (ETH) dan Ethereum Classic (ETC).
Transisi ke Proof of Stake
Pada September 2022, Ethereum berhasil menyelesaikan upgrade besar yang disebut "The Merge", beralih dari mekanisme konsensus Proof of Work ke Proof of Stake. Perubahan ini mengurangi konsumsi energi hingga 99 persen dan membuka jalan untuk peningkatan skalabilitas di masa depan.
Posisi Ethereum Saat Ini
Ethereum kini menjadi platform blockchain terbesar kedua setelah Bitcoin berdasarkan kapitalisasi pasar. Platform ini menjadi fondasi bagi ribuan aplikasi terdesentralisasi, token DeFi, NFT, dan berbagai inovasi blockchain lainnya, menjadikannya infrastruktur penting dalam ekosistem kripto global.
Vitalik Buterin adalah pencipta utama Ethereum (ETH). Ia adalah seorang programmer dan penulis asal Rusia-Kanada yang lahir pada 31 Januari 1994 di Kolomna, Rusia. Vitalik memiliki visi untuk menciptakan platform blockchain yang lebih fleksibel daripada Bitcoin, yang dapat mendukung berbagai aplikasi terdesentralisasi.
Vitalik Buterin pertama kali mengusulkan konsep Ethereum pada akhir tahun 2013 ketika ia berusia 19 tahun. Ia menerbitkan whitepaper Ethereum yang menjelaskan ide tentang platform blockchain dengan bahasa pemrograman built-in yang memungkinkan pengembang untuk membuat kontrak pintar dan aplikasi terdesentralisasi.
Namun, Ethereum bukanlah hasil kerja satu orang saja. Vitalik bekerja sama dengan beberapa co-founder lainnya untuk mewujudkan proyek ini. Para co-founder Ethereum meliputi Gavin Wood, Charles Hoskinson, Anthony Di Iorio, Mihai Alisie, Amir Chetrit, Joseph Lubin, dan Jeffrey Wilcke.
Gavin Wood memiliki peran penting dalam pengembangan teknis Ethereum. Ia menulis Yellow Paper Ethereum yang menjelaskan spesifikasi teknis Ethereum Virtual Machine (EVM) dan juga menciptakan bahasa pemrograman Solidity yang digunakan untuk menulis kontrak pintar.
Pengembangan Ethereum dimulai pada awal 2014, dan jaringan ini diluncurkan secara resmi pada 30 Juli 2015. Peluncuran ini didahului oleh penjualan token crowdfunding pada pertengahan 2014 yang berhasil mengumpulkan lebih dari 18 juta dolar dalam bentuk Bitcoin.
Vitalik Buterin tetap menjadi figur sentral dalam komunitas Ethereum hingga saat ini. Ia terus berkontribusi pada pengembangan dan peningkatan protokol Ethereum, termasuk transisi besar dari mekanisme konsensus Proof of Work ke Proof of Stake melalui pembaruan Ethereum 2.0.
Ethereum (ETH) adalah platform blockchain terdesentralisasi yang memungkinkan pengembang untuk membangun dan menjalankan aplikasi terdesentralisasi serta kontrak pintar. Berbeda dengan Bitcoin yang terutama berfungsi sebagai mata uang digital, Ethereum dirancang sebagai platform komputasi yang lebih luas.
Cara Kerja Dasar Ethereum: Ethereum beroperasi pada jaringan peer-to-peer yang terdiri dari ribuan komputer di seluruh dunia yang disebut node. Setiap node menyimpan salinan lengkap dari blockchain Ethereum, yang merupakan buku besar digital yang mencatat semua transaksi dan perubahan status.
Kontrak Pintar: Inti dari Ethereum adalah kontrak pintar, yaitu program komputer yang berjalan secara otomatis ketika kondisi tertentu terpenuhi. Kontrak ini ditulis dalam bahasa pemrograman khusus seperti Solidity dan dieksekusi oleh Ethereum Virtual Machine (EVM). Kontrak pintar memungkinkan berbagai aplikasi seperti keuangan terdesentralisasi, NFT, dan game blockchain.
Mekanisme Konsensus: Ethereum telah beralih dari Proof of Work ke Proof of Stake melalui pembaruan yang disebut The Merge. Dalam sistem Proof of Stake, validator mengunci sejumlah ETH sebagai jaminan untuk memvalidasi transaksi dan mengamankan jaringan. Validator dipilih secara acak untuk mengusulkan blok baru dan menerima hadiah.
Gas dan Biaya Transaksi: Setiap operasi di Ethereum memerlukan biaya yang disebut gas. Gas diukur dalam Gwei dan dibayar dalam ETH. Biaya ini memberikan kompensasi kepada validator untuk memproses transaksi dan mencegah spam di jaringan. Semakin kompleks operasinya, semakin tinggi biaya gas yang diperlukan.
Ether (ETH): ETH adalah mata uang kripto asli Ethereum yang digunakan untuk membayar biaya transaksi, menjalankan kontrak pintar, dan sebagai alat investasi. ETH juga digunakan dalam staking untuk mengamankan jaringan.
Ethereum (ETH) adalah platform blockchain generasi kedua yang memiliki berbagai fitur unggulan:
Smart Contract
Ethereum memperkenalkan konsep kontrak pintar yang memungkinkan pengembang membuat aplikasi terdesentralisasi. Smart contract adalah kode program yang dijalankan secara otomatis ketika kondisi tertentu terpenuhi, tanpa memerlukan perantara pihak ketiga. Fitur ini membedakan Ethereum dari Bitcoin dan menjadi fondasi ekosistem DeFi.
Platform Aplikasi Terdesentralisasi
Ethereum berfungsi sebagai platform untuk membangun DApps di berbagai sektor seperti keuangan, gaming, NFT, dan supply chain. Ribuan aplikasi telah dikembangkan menggunakan infrastruktur Ethereum, menjadikannya ekosistem blockchain paling aktif.
Ethereum Virtual Machine (EVM)
EVM adalah mesin komputasi terdesentralisasi yang menjalankan smart contract di seluruh jaringan. Setiap node Ethereum menjalankan EVM untuk memastikan eksekusi kode yang konsisten dan aman di seluruh jaringan global.
Token Standard
Ethereum menciptakan standar token seperti ERC-20 untuk cryptocurrency dan ERC-721 untuk NFT. Standar ini memudahkan pengembang membuat token baru yang kompatibel dengan wallet dan exchange yang ada.
Proof of Stake
Setelah upgrade Merge, Ethereum beralih dari Proof of Work ke Proof of Stake. Mekanisme konsensus ini mengurangi konsumsi energi hingga 99 persen dan meningkatkan keamanan jaringan melalui staking ETH.
Skalabilitas dan Layer 2
Ethereum terus berkembang dengan solusi Layer 2 seperti Optimism dan Arbitrum untuk meningkatkan kecepatan transaksi dan mengurangi biaya gas fee, menjawab tantangan skalabilitas jaringan.
Ethereum (ETH) adalah cryptocurrency terbesar kedua di dunia setelah Bitcoin. Distribusi dan alokasi ETH memiliki sejarah yang unik sejak peluncurannya pada tahun 2015.
Alokasi Awal Ethereum
Ketika Ethereum diluncurkan, total 72 juta ETH diciptakan dalam blok genesis. Dari jumlah tersebut, sekitar 60 juta ETH dijual kepada publik melalui Initial Coin Offering (ICO) yang berlangsung pada pertengahan 2014. ICO ini mengumpulkan sekitar 31.000 Bitcoin, yang pada saat itu bernilai sekitar 18 juta dolar AS. Harga per ETH pada ICO berkisar antara 0.30 hingga 0.40 dolar.
Distribusi untuk Pengembangan
Dari 72 juta ETH awal, 12 juta ETH dialokasikan untuk Ethereum Foundation dan para pengembang awal. Alokasi ini dibagi menjadi beberapa bagian: sekitar 9.9 juta ETH untuk kontributor awal yang bekerja pada proyek sebelum peluncuran, dan sisanya untuk Ethereum Foundation yang bertanggung jawab atas pengembangan jangka panjang ekosistem Ethereum.
Mekanisme Penerbitan ETH
Setelah peluncuran awal, ETH baru terus diterbitkan melalui proses mining menggunakan algoritma Proof of Work (PoW). Penambang menerima reward blok sebesar 5 ETH per blok pada awalnya, yang kemudian dikurangi menjadi 3 ETH dan akhirnya 2 ETH melalui berbagai upgrade jaringan.
Transisi ke Proof of Stake
Pada September 2022, Ethereum menjalani upgrade besar yang disebut The Merge, beralih dari Proof of Work ke Proof of Stake (PoS). Dalam sistem PoS, validator yang mengunci minimal 32 ETH mendapatkan reward untuk memvalidasi transaksi. Perubahan ini mengurangi tingkat penerbitan ETH baru secara signifikan, menurunkan inflasi tahunan menjadi sekitar 0.5 persen atau bahkan negatif tergantung aktivitas jaringan.
Mekanisme Pembakaran ETH
Sejak implementasi EIP-1559 pada Agustus 2021, sebagian biaya transaksi (base fee) dibakar secara otomatis, mengurangi pasokan ETH yang beredar. Mekanisme pembakaran ini membuat ETH berpotensi menjadi aset deflasi ketika aktivitas jaringan tinggi, karena jumlah ETH yang dibakar bisa melebihi jumlah ETH baru yang diterbitkan.
Distribusi Saat Ini
Saat ini, tidak ada batas maksimum pasokan ETH seperti Bitcoin. Total pasokan ETH terus berubah berdasarkan keseimbangan antara penerbitan baru melalui staking rewards dan pembakaran melalui biaya transaksi. Distribusi ETH tersebar di jutaan alamat di seluruh dunia, dengan sebagian besar dipegang oleh investor individu, institusi, dan terkunci dalam kontrak staking.
Ethereum (ETH) dan Berbagai Kegunaannya
Ethereum adalah platform blockchain yang memungkinkan pengembangan aplikasi terdesentralisasi. ETH, mata uang kripto asli Ethereum, memiliki berbagai kegunaan penting dalam ekosistem digital.
Pembayaran Biaya Transaksi
Fungsi utama ETH adalah sebagai bahan bakar untuk menjalankan transaksi di jaringan Ethereum. Setiap operasi memerlukan gas fee yang dibayar menggunakan ETH. Ini mencakup transfer token, eksekusi smart contract, dan interaksi dengan aplikasi terdesentralisasi.
Smart Contract dan DeFi
Ethereum menjadi tulang punggung ekosistem keuangan terdesentralisasi atau DeFi. Platform seperti lending, borrowing, dan trading terdesentralisasi menggunakan ETH sebagai jaminan. Pengguna dapat meminjamkan ETH untuk mendapatkan bunga atau menggunakannya sebagai kolateral untuk pinjaman.
NFT dan Aset Digital
Sebagian besar NFT atau token non-fungible dibuat di blockchain Ethereum. ETH digunakan untuk membeli, menjual, dan mencetak NFT seperti karya seni digital, koleksi, dan item dalam game. Marketplace NFT terbesar seperti OpenSea menggunakan ETH sebagai mata uang utama.
Staking dan Keamanan Jaringan
Dengan transisi ke Ethereum 2.0, ETH dapat distaking untuk mengamankan jaringan. Validator mengunci ETH mereka dan menerima imbalan sebagai kompensasi. Ini membantu menjaga keamanan dan desentralisasi jaringan sambil memberikan passive income kepada pemegang ETH.
Pengembangan Aplikasi Terdesentralisasi
Developer menggunakan Ethereum untuk membangun dApps di berbagai sektor seperti gaming, media sosial, dan supply chain. ETH diperlukan untuk mendeploy dan menjalankan aplikasi ini, menjadikannya essential bagi ekosistem pengembangan blockchain.
Token dan Crowdfunding
Banyak proyek blockchain meluncurkan token mereka di Ethereum menggunakan standar ERC-20. ETH sering digunakan dalam Initial Coin Offerings atau token sales sebagai metode pembayaran utama untuk mendukung proyek baru.
Penyimpanan Nilai
Seperti Bitcoin, ETH juga berfungsi sebagai penyimpanan nilai digital. Investor menyimpan ETH sebagai aset jangka panjang dengan harapan apresiasi nilai seiring pertumbuhan adopsi Ethereum.
Tokenomi menggambarkan model ekonomi Ethereum (ETH), termasuk suplai, distribusi, dan utilitasnya dalam ekosistem. Sejumlah faktor, seperti total suplai, suplai yang beredar, dan alokasi token kepada tim, investor, atau komunitas memainkan peran utama dalam membentuk perilaku pasarnya.
Tokenomi EthereumTips Pro: Memahami tokenomi, tren harga, dan sentimen pasar ETH dapat membantu Anda menilai potensi pergerakan harga pada masa mendatang dengan lebih baik.
Riwayat harga menyediakan konteks yang berharga untuk ETH karena menunjukkan bagaimana token tersebut telah bereaksi terhadap kondisi pasar yang berbeda sejak diluncurkan. Dengan mempelajari high, low, dan riwayat tren keseluruhan, trader dapat menemukan pola atau memperoleh perspektif tentang volatilitas token tersebut. Jelajahi riwayat pergerakan harga ETH sekarang!
Riwayat Harga Ethereum (ETH)Berdasarkan tokenomi dan kinerja masa lalu, prediksi harga ETH bertujuan untuk memperkirakan kemungkinan arah pergerakan token. Analis dan trader sering mengamati dinamika suplai, tren adopsi, sentimen pasar, dan pergerakan kripto yang lebih luas untuk membentuk ekspektasi. Tahukah Anda, MEXC memiliki alat prediksi harga yang dapat membantu Anda mengukur harga ETH pada masa depan? Lihat sekarang!
Prediksi Harga EthereumInformasi di halaman ini mengenai Ethereum (ETH) hanya bersifat informatif dan bukanlah saran keuangan, investasi, atau perdagangan. MEXC tidak memberikan jaminan apa pun mengenai keakuratan, kelengkapan, atau keandalan konten yang disediakan. Perdagangan mata uang kripto mengandung risiko yang signifikan, termasuk volatilitas pasar dan potensi kerugian modal. Anda harus melakukan penelitian independen, menilai situasi keuangan Anda, dan berkonsultasi dengan penasihat berlisensi sebelum membuat keputusan investasi apa pun. MEXC tidak bertanggung jawab atas segala kerugian atau kehilangan yang timbul karena mengandalkan informasi ini.
Jumlah
1 ETH = 2,129.96 USD
Temukan token paling populer dan berpengaruh di pasar
Lihat token yang aktif diperdagangkan di MEXC
Tetap terdepan dengan mengetahui token yang baru terdaftar di MEXC
Perdagangkan token yang mengalami pergerakan terbesar dalam 24 jam terakhir