Divisi Boston FBI mendakwa 30 orang pada hari Rabu atas keterlibatan dalam jaringan insider trading yang berlangsung selama satu dekade. Para terdakwa diduga melakukan transaksi sebelum hampir 30 merger dan akuisisi (M&A) dengan memanfaatkan data rahasia yang dicuri dari firma hukum ternama AS.
Jaksa federal menyebutkan bahwa skema ini menghasilkan puluhan juta US$ dari keuntungan ilegal. Para pelaku mengalirkan transaksi ke akun brokerage di luar negeri seperti Rusia, Israel, Panama, dan Swiss.
Jaksa menuduh, pengacara korporasi berlisensi Nicolo Nourafchan mengakses sistem internal perusahaannya untuk melihat dokumen kesepakatan rahasia.
Ia membagikan materi yang belum dipublikasikan tersebut kepada rekan konspiratornya, termasuk pengacara Robert Yadgarov.
Para pelaku diduga memakai ponsel burner, aplikasi terenkripsi, dan bahasa kode agar komunikasi mereka tidak terdeteksi. Beberapa di antaranya bahkan menyebut kesepakatan sebagai “rabi sakit yang menunggu operasi,” terang jaksa dalam dokumen dakwaan.
Akun brokerage atas nama perusahaan cangkang di luar negeri membantu memindahkan hasil transaksi. Dua terdakwa yang berasal dari Rusia dan Israel masih buron. Sementara, 19 orang lainnya yang ditangkap pada hari Rabu menghadapi ancaman hukuman maksimal 25 tahun untuk setiap dakwaan.
Kasus ini muncul di tengah otoritas AS yang terus memperluas penegakan insider trading hingga ke luar saham tradisional. Jaksa federal mengajukan kasus insider trading kripto pidana pertama kali pada tahun 2022.
Mantan manajer produk Coinbase Ishan Wahi mengaku bersalah karena membocorkan daftar token baru ke saudaranya. Ia dijatuhi hukuman 24 bulan penjara serta diperintahkan untuk menyerahkan aset kriptonya.
Pola kasus ini menunjukkan regulator menerapkan teori penyalahgunaan informasi yang sama baik di saham maupun aset digital. Informasi material yang belum dipublikasikan tetap menjadi pemicu utama, tanpa melihat jenis asetnya.
Penyidik masih terus menelusuri aliran dana melalui perusahaan cangkang di luar negeri seiring berjalannya kasus. Hasil putusan kasus ini bisa menjadi acuan bagaimana regulator menegakkan hukum untuk penjaga profesional baik di pasar tradisional maupun kripto.

