BNB Chain menguji sistem keamanan baru yang dirancang untuk melindungi jaringan dari ancaman komputer kuantum di masa depan. Uji coba tersebut berhasil dari sisi keamanan, tetapi membawa dampak besar terhadap performa jaringan.
Dalam laporan terbaru, tim BNB Chain menyebut jaringan berjalan sekitar 40% lebih lambat setelah mekanisme quantum-safe diterapkan. Penyebab utamanya adalah ukuran tanda tangan transaksi yang membesar secara signifikan.
Setiap transaksi blockchain membutuhkan digital signature untuk membuktikan keaslian transaksi. Saat ini, ukuran signature di BNB Chain hanya sekitar 65 bytes.
Namun, dengan metode quantum-safe baru, ukuran signature melonjak menjadi 2.420 bytes. Artinya, setiap transaksi menjadi sekitar 35 kali lebih besar dibandingkan sebelumnya.
Perubahan ini diperlukan karena komputer kuantum di masa depan berpotensi memecahkan kriptografi yang saat ini digunakan oleh banyak blockchain modern.
Karena ukuran transaksi membesar, kapasitas blok menjadi lebih cepat penuh. Dalam uji lintas wilayah, throughput BNB Chain turun dari 4.973 transaksi per detik menjadi 2.997 transaksi per detik.
DIkutip BeInCrypto, penurunan ini cukup besar karena BNB Chain memiliki target performa tinggi untuk mendukung aktivitas pengguna dan aplikasi on-chain. Jika diterapkan tanpa optimasi tambahan, upgrade quantum-safe dapat mengganggu target TPS jaringan.
Namun, aktivitas smart contract disebut mengalami perlambatan yang lebih kecil. Hal ini karena transaksi smart contract biasanya sudah memiliki ukuran data yang lebih besar sejak awal.
Baca Juga: Grayscale Ajukan Revisi ETF BNB ke SEC, Peluang Makin Terbuka?
Meski transaksi menjadi lebih lambat, sistem voting validator masih berjalan efisien. Validator adalah node yang bertugas menyetujui blok baru di jaringan.
Dalam uji coba ini, BNB Chain menggunakan mekanisme yang dapat menggabungkan enam vote menjadi satu proof yang lebih ringkas. Ukuran data voting berhasil ditekan dari 14,5 KB menjadi sekitar 340 bytes.
Kompresi tersebut membuat proses voting tetap cepat. Sebagian besar blok masih dapat dikonfirmasi dalam sekitar dua slot.
Masalah terbesar muncul pada pengiriman blok berukuran besar antarwilayah. Dalam uji cross-region, 1% konfirmasi paling lambat membutuhkan hingga 11 slot.
Hal ini terjadi karena blok yang lebih besar membutuhkan waktu lebih lama untuk bergerak melewati jaringan global. Semakin besar ukuran data, semakin tinggi pula tekanan terhadap bandwidth dan latensi.
BNB Chain menyebut kesiapan post-quantum sebenarnya sudah dapat dicapai di BSC saat ini. Namun, pertumbuhan ukuran data dan keterbatasan jaringan menjadi trade-off utama yang masih harus diselesaikan.
BNB Chain menegaskan bahwa masalah kecepatan dan ukuran data harus diperbaiki sebelum sistem quantum-safe diaktifkan untuk seluruh pengguna. Jika tidak, pengalaman transaksi dapat terganggu karena jaringan menjadi lebih lambat.
Selain itu, beberapa bagian sistem masih memerlukan upgrade quantum-safe tambahan. Laporan tersebut juga menyebut sebagian pekerjaan ini membutuhkan dukungan dari komunitas Ethereum yang lebih luas.
Menurut Tim Research Tokocrypto, uji coba BNB Chain menunjukkan bahwa persiapan menghadapi ancaman komputer kuantum mulai menjadi fokus penting industri blockchain. Namun, hasilnya juga memperlihatkan tantangan besar: peningkatan keamanan dapat datang dengan biaya performa.
“Jika blockchain ingin tetap aman dalam era quantum computing, jaringan harus menemukan keseimbangan antara perlindungan kriptografi, ukuran transaksi, kecepatan blok, dan skalabilitas,” terangnya.
Untuk saat ini, BNB Chain telah membuktikan bahwa sistem quantum-safe bisa berjalan. Namun, sebelum upgrade diterapkan secara luas, jaringan masih perlu menyelesaikan masalah efisiensi agar keamanan baru tidak mengorbankan kecepatan transaksi.
Baca Juga: Kapitalisasi Pasar Altcoin Tersungkur Saat Bitcoin Memimpin
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
The post BNB Chain Uji Keamanan Quantum, Transaksi Jadi 40% Lebih Lambat appeared first on Tokocrypto News.

