Polymarket dikabarkan menargetkan untuk mendapatkan persetujuan pemerintah agar prediction markets dapat beroperasi di Jepang pada tahun 2030.
Bloomberg, mengutip sumber yang mengetahui rencana tersebut, melaporkan bahwa platform ini telah menunjuk Mike Eidlin untuk memimpin upaya tersebut.
Saat ini, Eidlin menjabat sebagai kepala operasional Jepang di perusahaan kripto Jupiter. Polymarket melihat Jepang sebagai peluang besar yang belum tergarap, ujar sumber Bloomberg. Saat ini Jepang masuk dalam daftar negara dengan pembatasan frontend platform tersebut.
Jangka waktu empat tahun memberi Polymarket ruang untuk merangkul regulator di Tokyo. Perusahaan ini mulai menyasar pasar-pasar baru seiring pengawasan di AS semakin ketat dan pemerintah lain menutup pintu akses.
Pada bulan Maret, Argentina memerintahkan pemblokiran Polymarket secara nasional. Platform ini memang sudah membatasi atau memblokir akses di lebih dari 30 negara, seperti Prancis, Jerman, Italia, Australia, dan Polandia.
Ikuti kami di X untuk dapatkan berita terbaru secara real-time
Polymarket sendiri sempat dilarang di AS selama hampir tiga tahun sebelum akhirnya kembali mendapatkan izin dari CFTC pada September 2025. Apakah Tokyo akan lebih terbuka atau tidak akan sangat tergantung pada cara regulator Jepang mengklasifikasikan kontrak event.
Polymarket bukan satu-satunya yang menghadapi tekanan regulasi. Menurut ThePrint, kementerian elektronik India pun akan segera mengeluarkan perintah pemblokiran untuk Kalshi, kemungkinan mulai Jumat ini.
Subscribe ke channel YouTube kami untuk menonton para pemimpin dan jurnalis membagikan wawasan ahli

