Shanghai Composite menutup perdagangan Jumat di dekat 4.113 poin, masih sekitar 33% di bawah puncaknya pada tahun 2007, meskipun output nominal Cina meningkat sekitar tujuh kali lipat selama dua dekade terakhir.
Sementara itu, indeks acuan AS telah memberikan imbal hasil total lebih dari 600% selama periode yang sama, sehingga menunjukkan adanya kesenjangan struktural antara ekonomi riil Cina dan harga perusahaan-perusahaan yang terdaftar di bursa.
Cina mencetak surplus perdagangan rekor sebesar US$1,19 triliun pada 2025 dan meningkatkan PDB sebesar 5% di kuartal pertama 2026, berdasarkan data Biro Statistik Nasional.
Cina juga telah menyalip Jepang sebagai eksportir mobil terbesar di dunia dan terus mendominasi sektor manufaktur global.
Namun perusahaan yang terdaftar belum berhasil mengubah basis produksi tersebut menjadi keuntungan berkelanjutan bagi para pemegang saham.
Konsumsi akhir rumah tangga tercatat sebesar 53% dari PDB, jika dibandingkan dengan sekitar 68% di Amerika Serikat, sehingga membatasi pendapatan korporasi yang biasanya mendorong kenaikan indeks saham.
Trader ritel menghasilkan hampir 90% dari total nilai transaksi harian di exchange daratan utama, sementara di Amerika Serikat hanya sekitar 20%.
Dengan basis institusional yang tipis, pergerakan harga lebih sering tajam mengikuti sinyal kebijakan, bukan pembentukan modal yang stabil, sehingga sebagian mengalihkan dana ke Bitcoin (BTC) saat pasar saham Cina mengalami penurunan.
Sektor properti memperbesar beban ini. Kebijakan Tiga Garis Merah dari Beijing pada 2020 memicu kejatuhan Evergrande dan mendorong harga rumah secara riil kembali ke level tahun 2005.
Dengan sekitar 70% kekayaan rumah tangga terikat di sektor properti, makin banyak penabung Cina yang kini menyetarakan ulang harga properti mewah dan memilih memegang uang tunai.
Siklus AI jadi pendorong mandiri pertama dalam beberapa tahun terakhir. Peluncuran DeepSeek R1 awal 2025 menambah sekitar US$1,3 triliun pada kapitalisasi pasar teknologi sebelum Komisi Regulasi Sekuritas Cina (CSRC) mewajibkan perusahaan terdaftar dan manajer ETF untuk mengungkapkan pendapatan AI dalam waktu 20 hari kerja.
Kemudian, DeepSeek meluncurkan model V4 dengan 1,6 triliun parameter pada April 2026 di prosesor Huawei Ascend, yang berdampak pada crypto miner dan Nvidia.
Dampak di pasar relatif biasa saja. CSRC juga menindak broker Tiger, Futu, dan Longbridge soal transaksi lintas batas pada minggu ini, bersamaan dengan larangan kripto yang masih diberlakukan bagi investor ritel di Cina.
Goldman Sachs memproyeksikan harga rumah turun lagi 10% sebelum pasar properti mencapai titik terendah, sehingga menandakan neraca rumah tangga akan tetap beku hingga 2027.
Utang pemerintah daerah juga naik hingga sekitar US$18,9 triliun, sehingga ruang gerak Beijing untuk melakukan stimulus tambahan makin terbatas.
Sampai situasi ini berubah, kesenjangan antara ekonomi Cina dan indeks saham utamanya sepertinya akan terus berlanjut.


