Deel meluncurkan pembayaran gaji stablecoin untuk karyawan penuh waktu di Polygon, dimulai dari pelanggan yang memenuhi syarat di AS dan Zona Euro. Karyawan bisa memilih berapa alokasi saldo stablecoin dari gaji bersih setelah pajak dan potongan. Sementara perusahaan tetap menggunakan alur sistem penggajian, opsi pendanaan, dan proses kepatuhan yang sudah ada dalam Deel. Produk ini berjalan di platform HR global dengan 40.000+ pelanggan, melayani di 150+ negara, dan telah memproses lebih dari US$20 miliar gaji global.
Yang penting, sekarang pembayaran gaji stablecoin juga tercatat di data payroll, pekerjaan, pajak, hingga laporan HR, di mana tim keuangan sudah biasa menangani pembayaran gaji.
Peluncuran ini hadir di tengah pasar stablecoin senilai US$322,9 miliar:
Payroll adalah ujian bisnis yang serius, karena perusahaan perlu memastikan pembayaran stablecoin berjalan dengan pajak, aturan ketenagakerjaan, KYC, pemeriksaan sanksi, pelaporan, dukungan, dan rekonsiliasi.
Pembayaran stablecoin untuk kontraktor menjadi awal berkembangnya payroll aset kripto. Freelancer, kontributor DAO, dan tim Web3 biasanya lebih mementingkan kecepatan dan akses dolar dibanding manfaat karyawan konvensional. Perusahaan pun sering kali punya sedikit kewajiban ketenagakerjaan penuh waktu pada skema pekerja kontrak.
Payroll untuk karyawan menetapkan standar yang lebih ketat. Pembayaran gaji melewati proses perhitungan bruto–neto, potongan wajib, pencatatan perusahaan, cuti berbayar, benefit, pelaporan lokal, serta dukungan pekerja. Invoice tertinggal bisa diikuti penelusuran manual. Sementara bayaran gaji terlambat dapat menambah risiko hukum, operasional, maupun reputasi.
Inilah kenapa peluncuran Deel penting. Produk ini menjaga alur sistem gaji tetap sama dan membuat stablecoin sebagai pilihan setelah perhitungan gaji, sehingga pekerja menerima sebagian gaji bersih dalam bentuk digital dollar yang didukung. Dari sisi produk, stablecoin menjadi preferensi metode pembayaran karyawan, bukan proses keuangan terpisah.
Deel memang sudah memasarkan alat pembayaran gaji fiat maupun aset kripto ke perusahaan blockchain, termasuk payroll yang patuh di 130+ negara dan layanan EOR di 150+ negara. Di halaman crypto-nya, Deel menyebut perusahaan bisa mendanai payroll lewat rekening bank lokal atau wallet kripto dan pekerja bisa menerima dana di rekening bank maupun wallet kripto.
Dengan 40.000+ pelanggan, Deel menghadirkan gaji stablecoin ke pembeli yang sudah memakai software HR mainstream. Keunggulannya ada di distribusi, bukan hanya kedalaman fitur crypto-native. Deel dapat menjangkau tim HR, hukum, dan keuangan di perusahaan yang sudah mengelola pembayaran global lewat software Deel.
Deel juga memasuki persaingan nyata:
Peluncuran Deel sebaiknya dipandang dalam kategori yang sudah ada. Deel memperluas akses melalui jaringan HR. Toku mengutamakan konektivitas kepatuhan dengan sistem payroll besar. Rise membawa data penggunaan payroll yang crypto-native. Bitwage memberi sejarah panjang payroll kripto selama satu dekade.
Deel memilih Polygon karena posisi Polygon dalam sistem penggajian. Toku juga menjalankan pembayaran gaji stablecoin di Polygon dan Visa menambahkan Polygon ke program uji penyelesaian stablecoin pada April 2026, bersama Arc, Base, Canton, dan Tempo.
Platform payroll dan perusahaan pembayaran memilih jaringan berdasarkan biaya, tingkat keamanan penyelesaian, dukungan wallet, likuiditas stablecoin, dan jangkauan mitra.
Bagian terkuat dari sistem gaji stablecoin sekaligus menjadi tantangan utamanya secara operasional. Gaji bisa diterima on-chain hanya dalam hitungan menit, tapi karyawan tetap membutuhkan wallet yang mudah digunakan, cara konversi ke mata uang lokal yang aman, serta kepastian pajak.
Di negara dengan akses bank yang rendah atau inflasi tinggi, memegang dolar mungkin sangat bernilai. Sedangkan di pasar payroll yang matang seperti AS dan Zona Euro, nilai tambah stablecoin harus bisa menyaingi deposito bank berbiaya rendah, perlindungan pekerjaan, serta ekspektasi payroll yang sudah dikenal.
Tim payroll menilai metode pembayaran baru dengan melihat risiko kegagalan, seperti:
Bagian aset kripto memindahkan nilai, tapi bagian penggajianlah yang membuat transfer ini dapat diterima oleh perusahaan dan bisa dipakai oleh pekerja.
Penggajian dengan stablecoin sudah melewati tahap whitepaper. Sekarang, volume penggajian ini bisa diukur lewat Rise dan Toku, punya sejarah pasar yang lama lewat Bitwage, dan distribusi baru di kalangan perusahaan melalui Deel. Raksasa pembayaran seperti Visa juga sedang menguji settlement stablecoin secara paralel, sehingga kategori ini mendapatkan lebih banyak acuan institusional.
Alasan terkuat untuk gaji stablecoin adalah kecepatan dan akses dolar, terutama untuk pembayaran lintas negara. Tapi, penggajian stablecoin harus menyamai keandalan penggajian tradisional sekaligus menawarkan kecepatan aset kripto. Seorang pekerja mungkin menginginkan USDC instan, tapi tetap butuh catatan gaji bersih yang jelas, akses belanja lokal, dan dukungan jika ada masalah dengan wallet atau off-ramp.
Deel membawa diskusi ini ke ranah software utama. Peluncurannya membuat gaji stablecoin tersedia lewat platform yang sudah familiar bagi tim keuangan dan HR perusahaan.
Sekarang, perhatian tertuju pada adopsi berdasarkan wilayah, rata-rata porsi gaji, pilihan stablecoin, kegagalan pembayaran, biaya off-ramp, dan apakah perusahaan akan tetap menggunakan fitur ini setelah beberapa siklus gajian pertama.
Sampai data tersebut muncul, klaim-klaim besar soal transformasi penggajian sebaiknya disikapi hati-hati. Peluncuran ini penting karena memungkinkan pasar menguji konsep gaji stablecoin dalam operasi HR sehari-hari.


