Federasi Petani Bebas (FFF) pada hari Senin menyatakan akan mengajukan kontra-afidavit untuk membantah tuduhan pencemaran nama baik melalui dunia maya dan pencemaran nama baik secara lisan yang diajukan awal bulan ini oleh Planters Products, Inc. (PPI) ke Kantor Jaksa Kota Makati, di tengah sengketa terkait kegiatan importasi beras perusahaan tersebut.
Dalam percakapan Facebook dengan BusinessWorld, Ketua Dewan FFF sekaligus mantan Menteri Pertanian Leonardo Q. Montemayor memberikan jawaban singkat "ya" ketika ditanya apakah kelompok tersebut akan merespons tuduhan itu, namun tidak menyebutkan tanggal pengajuan.
FFF juga menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pengaduan yang diajukan pada 5 Mei menuduh kelompok tersebut secara keliru mengklaim bahwa PPI adalah perusahaan yang dikendalikan atau dimiliki pemerintah dan telah mengimpor beras secara ilegal sejak 2025. Kelompok petani ini menegaskan bahwa pernyataan mereka didorong oleh kekhawatiran atas dampak impor beras PPI dari negara-negara seperti India dan Vietnam terhadap harga gabah domestik dan pendapatan para petani.
Data dari Biro Industri Tanaman yang dikutip oleh kelompok tersebut mengidentifikasi PPI sebagai importir beras terbesar ketiga di negara ini hingga akhir April, dengan jumlah 75.742 metrik ton atau sekitar 5% dari total kedatangan.
FFF termasuk dalam dua kelompok petani, bersama Magsasaka Party-list, yang awalnya disebutkan sebagai pihak terlapor dalam pengaduan PPI terkait dugaan pernyataan yang bersifat jahat mengenai status korporat perusahaan dan kegiatan perdagangan beras, dengan kedua pihak menyatakan niat untuk membantah tuduhan tersebut. — Erika Mae P. Sinaking

