Presiden Donald Trump mengungkapkan bahwa Amerika Serikat akan mengembalikan uang Iran yang dibekukan daripada menyitanya, sembari memperingatkan bahwa menahan dana tersebut akan menghancurkan kepercayaan global terhadap dolar AS.
Pernyataan Trump di KTT G7 ini menyinggung isu utama dalam dunia aset kripto—di mana ancaman penyitaan aset menjadi salah satu alasan kuat untuk memiliki cadangan netral dan tanpa batas seperti Bitcoin.
Trump menyampaikan pernyataan ini dalam konferensi G7 di Prancis, ketika ia menjawab pertanyaan terkait apakah Washington akan mencairkan aset milik Iran.
Ia menegaskan perbedaan tegas antara memberikan dana ke Iran dan hanya melepaskan dana milik Iran yang sebelumnya telah dibekukan oleh pemerintah AS.
Trump mengungkapkan bahwa ia secara pribadi telah mempertimbangkan untuk tetap menahan dana itu sebelum akhirnya memutuskan menolaknya. Laporan terbaru menunjukkan bahwa AS telah berhasil menyita aset kripto Iran senilai US$1 miliar secara kumulatif hingga akhir Mei.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Trump menegaskan bahwa menahan uang yang disita itu bisa merusak posisi dolar dan dominasi dolar sebagai aset cadangan dunia.
Ia mengaitkan keputusannya itu dengan kekuatan mata uang dolar selama masa kepemimpinannya.
Trump juga menegaskan bahwa AS tidak sedang membiayai Iran secara langsung, sehingga ia membedakan keputusan ini dengan transaksi uang tunai yang pernah terjadi di masa lalu.
Pertanyaan soal penyitaan ini adalah inti dari daya tarik Bitcoin. Setiap kali Washington memanfaatkan kekuatan dolar sebagai senjata, itu justru memperkuat alasan untuk memiliki penyimpan nilai yang netral dan tak berada di bawah kendali pemerintah mana pun.
Pemikiran ini mendasari strategi debasement, di mana para investor menggunakan Bitcoin sebagai perlindungan dari risiko fiat dan pencetakan uang.
Trump sendiri bahkan pernah mengusulkan cadangan strategis untuk meningkatkan posisi Amerika Serikat.
