CME Group akan menggugat Commodity Futures Trading Commission atas persetujuan kontrak crypto perps di AS, ucap CEO Terrence Duffy di CNBC. Duffy, yang akan mundur pada bulan Maret 2027, mengatakan bahwa dirinya telah menghabiskan delapan bulan membangun kasus ini bersama dewan direksi dan tidak akan mundur.
CFTC menyetujui platform prediction market Kalshi pada akhir Mei untuk menawarkan exchange-traded perpetual futures Bitcoin, menandai pertama kalinya produk ini diizinkan di exchange yang diatur oleh AS. Perpetual futures, atau biasa disebut perps, adalah kontrak tanpa tanggal kedaluwarsa sehingga trader bisa berspekulasi atas pergerakan harga tanpa perlu memiliki aset dasarnya.
Argumen hukum CME berlandaskan pada Dodd-Frank Act, undang-undang reformasi keuangan yang disahkan setelah krisis 2008. CME menyatakan bahwa perps memenuhi definisi hukum dari swap, yaitu kontrak bilateral yang diperdagangkan langsung antar pihak dan bukan di exchange publik, sehingga bukan kontrak futures. CME juga menilai, CFTC telah menyetujui jenis produk yang salah untuk jenis bursa yang salah.
CME menyatakan bahwa mereka memegang lisensi eksklusif untuk indeks harga utama. Jika crypto perps tergolong swap, CME berpendapat setiap kontrak yang merujuk pada benchmark tersebut harus menggunakan infrastruktur mereka.
CME berencana mengajukan gugatan pada 18 Juni. Ketua CFTC Michael Selig sebelumnya telah menyampaikan pada program yang sama: “Sudah waktunya menyetujui kontrak futures teregulasi yang tidak memiliki tanggal kedaluwarsa.”
Bitcoin perp milik Kalshi mencapai volume trading US$1 miliar hanya dalam beberapa hari setelah peluncuran pada bulan Mei, padahal bisnis prediction market utamanya butuh 40 bulan untuk mencapai pencapaian tersebut.
Sebelum Mei 2026, belum ada platform yang diatur di AS yang menawarkan crypto perps, sehingga trader Amerika harus memilih exchange luar negeri untuk dapat mengakses produk tersebut. Persetujuan CFTC pada Kalshi, lalu Coinbase, akhirnya membuka pasar itu untuk pertama kalinya di AS.
Jika CME menang, pasar perps di AS menghadapi dua kemungkinan: produk ini benar-benar ditutup sepenuhnya, atau dialihkan menjadi swap dan harus melewati infrastruktur CME. Trader yang sudah pindah ke platform baru pun menghadapi masa depan yang belum pasti.
Crypto perps bertumbuh lebih cepat daripada produk manapun di sejarah Kalshi, tapi CFTC tetap menyetujuinya. Kini, institusi paling tua di dunia trading derivatif AS ingin seluruh transaksi melalui infrastrukturnya. Pengadilan yang akan menentukan langkah selanjutnya.

