BeInCrypto berbincang dengan 8Blocks untuk memahami mengapa banyak ekonomi token kehilangan kendali setelah peluncuran, meskipun permintaan awal terlihat kuat.BeInCrypto berbincang dengan 8Blocks untuk memahami mengapa banyak ekonomi token kehilangan kendali setelah peluncuran, meskipun permintaan awal terlihat kuat.

Utility vs Spekulasi dan Hilangnya Kontrol Token

2026/06/18 18:30
durasi baca 6 menit
Untuk memberikan masukan atau menyampaikan kekhawatiran terkait konten ini, silakan hubungi kami di [email protected]

BeInCrypto berbincang dengan 8Blocks untuk memahami mengapa banyak ekonomi token kehilangan kendali setelah peluncuran, meskipun permintaan awal terlihat kuat. Jawabannya sering kali bermula sebelum listing, yaitu di cara tim menghubungkan token dengan penggunaan produk, perencanaan treasury, dan sirkulasi jangka panjang.

Peluncuran token baru sering terlihat lebih kuat dari yang sebenarnya. Permintaan alokasi, minat investor, perhatian dari listing, dan dukungan market-making biasanya muncul bersamaan, sehingga menciptakan aktivitas grafik sebelum produknya benar-benar membuktikan bisa menghasilkan permintaan jangka panjang atas token tersebut.

Masalah mulai muncul ketika peluncuran menjadi peristiwa ekonomi utama. Setelah kampanye pertama selesai, token harus punya peran dalam produk serta alasan untuk membuka nilai bagi pengguna. Jika tidak, permintaan hanya bergantung pada harapan pembeli terhadap kenaikan harga.

Menurut 8Blocks, banyak proyek merancang ekonomi token hanya sebatas tabel alokasi dan jadwal unlock saja, sehingga menjauhkan token dari model bisnis inti. 8Blocks memosisikan diri pada sistem ekonomi ter-tokenisasi di mana permintaan berasal dari penggunaan dan kendali ekonomi tetap pada perusahaan.

Utility Terdapat di Penggunaan Produk

Utility yang sebenarnya berasal dari aksi berulang di dalam produk.

Dalam GameFi, utility bisa berasal dari aset dalam permainan dan pasar sumber daya. Pada RWA, utility bisa didapat dari akses aset atau izin bagi investor. Kategorinya bisa berubah, namun prinsipnya tetap sama. Token perlu alasan untuk digunakan dalam produk.

Bila permintaan terhadap produk lemah, aktivitas trading mulai mengambil alih ekonomi. Holder awal hanya menunggu kenaikan harga, pengguna yang mendapat reward akan langsung menjual, petani airdrop pergi setelah klaim, dan investor menganggap setiap unlock sebagai peristiwa pasokan selanjutnya. Lama kelamaan, setiap pembaruan produk justru dinilai dari grafik harga, bukan dari tingkat penggunaan produk.

Perencanaan pasokan memang membantu, tapi hanya sampai batas tertentu. Tabel alokasi memperlihatkan ke mana token didistribusikan, jadwal vesting menunjukkan saat token beredar, dan emisi menunjukkan bagaimana pasokan baru muncul. Semua ini mengatur pasokan; tapi permintaan perlu desain tersendiri.

Di Mana Kendali Mulai Pecah

Kendali biasanya melemah di dua titik.

  1. Tekanan distribusi muncul saat diskon besar dan masa kunci pendek memudahkan penggalangan dana, namun memberi insentif keluar cepat untuk holder awal. Pool reward yang berlebihan juga menambah tekanan. Suatu token bisa memperoleh likuiditas awal, lalu dihadapkan pada gelombang pasokan yang dapat diprediksi sepanjang tahun pertama.
  2. Utility kosong menjadi pemicu kedua. Hak tata kelola samar dan insentif sekadar berupa badge jarang cukup menciptakan permintaan. Jika pengguna bisa menikmati manfaat produk tanpa token, token menjadi opsional. Token yang opsional hanya mengandalkan keyakinan. Keyakinan mudah berubah, lebih cepat daripada adopsi produk.

Penting untuk meninjau model inti di seluruh aspek emisi, vesting, utility, dan arus token guna menemukan asumsi yang lemah.

Contoh di Berbagai Sektor

  • Di GameFi, tekanan reward biasanya muncul dengan cepat saat pemain memperoleh lebih banyak token daripada alasan mereka untuk membelanjakan token tersebut. Desain yang lebih baik akan mengaitkan reward dengan progres permainan, staking, minting NFT, penambangan sumber daya, upgrade, dan pasar loot, sehingga aktivitas pemain mendorong penggunaan token, bukan sekadar mengambil hasil.
  • Pada RWA, token harus mengikuti aset dan hak yang melekat pada aset itu. Aset tokenisasi seperti properti, komoditas, invoice, kontrak ekspor, dan lain-lain memerlukan model berdasarkan catatan kepemilikan, akses investor, arus penyelesaian, kustodian, dan likuiditas.
  • Pada DeFi, utility yang lemah sering terlihat bila staking, governance, reward, dan insentif likuiditas berjalan secara terpisah. Model yang lebih kuat akan menghubungkan penggunaan token dengan aktivitas produk, sehingga peminjaman, pemberian pinjaman, penyediaan likuiditas, arus biaya, dan partisipasi protokol mendukung satu sistem ekonomi.
  • Di platform sosial dan komunitas, token sering gagal jika reward hanya diberikan berdasarkan perhatian pengguna. Desain lebih berkelanjutan mengaitkan penggunaan token dengan akses, reputasi, monetisasi kreator, hak moderasi, fitur premium, dan kepemilikan komunitas, sehingga partisipasi memperkuat nilai produk, bukan aktivitas farming jangka pendek.

Audit Sebelum Tekanan Datang

Menunggu sampai grafik harga rusak justru membuat perbaikan makin sulit. Pada titik itu, holder awal bisa saja sudah mulai menjual, pembeli baru hanya menunggu di pinggir, dan setiap unlock jadi ujian kepercayaan di mata publik.

Review pra-peluncuran (review) memberikan para founder gambaran awal mengenai tekanan unlock, utility yang lemah, risiko treasury, dan mekanisme permintaan sebelum semua masalah itu sampai ke pasar. Langkah ini juga membantu menguji, apakah reward mendukung aktivitas produk atau justru menimbulkan tekanan jual, apakah jadwal vesting selaras dengan pencapaian nyata, dan apakah keputusan treasury cukup fleksibel menopang ekonomi di tahun pertama.

Audit pasca-peluncuran (audit) memisahkan antara sentimen pasar dan desain ekonomi serta memperlihatkan masalah yang muncul karena sentimen, waktu pasokan, utility lemah, atau sirkulasi buruk. Hasil audit bisa digunakan untuk diskusi dengan investor maupun perencanaan internal. Investor ingin melihat lebih dari sekadar jargon utility, mereka ingin melihat sirkulasi, emisi, kebijakan treasury, risiko unlock, dan permintaan pengguna dalam satu model yang mudah dipahami.

Catatan tentang 8Blocks

8Blocks bekerja bersama tim native Web3 maupun bisnis Web2 yang masuk ke Web3, membangun ekonomi token yang terhubung dengan penggunaan produk, pemodelan keuangan, due diligence investor, dan strategi peluncuran. Titik awal mereka adalah peran token di dalam bisnis. Jika token yang bisa diperdagangkan tidak menambah nilai, maka format on-chain lain bisa saja lebih cocok untuk produk tersebut.

Ruang lingkup tokenomics mereka mencakup pengelolaan pasokan, penerbitan, alokasi, vesting, penyimpanan treasury, desain reward, manajemen likuiditas, perencanaan penjualan token, serta pemodelan arus token.

Jasa yang diberikan juga disesuaikan dengan tahapan proyek token. Konsultasi strategis mendukung pembuatan materi investor, pemilihan partner, persiapan TGE, dan masuk ke pasar. Audit tokenomics meninjau emisi, utility, vesting, alokasi pool, formula, proyeksi, dan arus token.

Selain itu, workshop membantu tim awal untuk menguji sumber permintaan sebelum produk dikembangkan penuh, sedangkan Token Lab memberikan cara cepat bagi founder untuk meninjau alokasi, vesting, unlock, dan tekanan jual awal.

Utilitas sebagai Kontrol

Ekosistem token yang paling sehat menghubungkan aktivitas bisnis dengan permintaan token. Penggunaan menciptakan alasan untuk memakai atau mengembalikan token. Sirkulasi lalu mendukung produk dan perusahaan di setiap siklus reward. Model ini tetap bisa menghadapi siklus pasar, tapi proyek memiliki alat selain sekadar mengatur narasi.

Spekulasi akan selalu ada di pasar aset kripto yang terbuka. Tujuannya adalah supaya spekulasi tidak menjadi penggerak utama. Token perlu memiliki peran di dalam produk serta jalur suplai yang sudah dirancang sebelum peluncuran.

Seperti yang Sergey Novikov, CPO di 8Blocks, ungkapkan, “Unlocks, emisi, dan reward komunitas bukanlah masalah utama. Masalah muncul ketika suplai baru masuk ke pasar namun produk tidak bisa menciptakan permintaan yang cukup untuk menyerapnya.”

Proyek kehilangan kontrol saat token berubah menjadi aset yang hanya dipegang orang karena mengira nanti ada yang membeli. Mereka bisa kembali mengendalikan situasi ketika pengguna benar-benar butuh token untuk aktivitas nyata dan saat pertumbuhan justru menambah permintaan, bukan tekanan jual.

Kombo Piala Dunia: Target 200x

Kombo Piala Dunia: Target 200xKombo Piala Dunia: Target 200x

Gabungkan hingga 20 pertandingan dalam satu pesanan

Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.

Raih Bagian Anda dari 50K USDT

Raih Bagian Anda dari 50K USDTRaih Bagian Anda dari 50K USDT

Selesaikan tugas DEX+ untuk membuka Roda Juara