BeInCrypto berbincang dengan 8Blocks untuk memahami mengapa banyak ekonomi token kehilangan kendali setelah peluncuran, meskipun permintaan awal terlihat kuat. Jawabannya sering kali bermula sebelum listing, yaitu di cara tim menghubungkan token dengan penggunaan produk, perencanaan treasury, dan sirkulasi jangka panjang.
Peluncuran token baru sering terlihat lebih kuat dari yang sebenarnya. Permintaan alokasi, minat investor, perhatian dari listing, dan dukungan market-making biasanya muncul bersamaan, sehingga menciptakan aktivitas grafik sebelum produknya benar-benar membuktikan bisa menghasilkan permintaan jangka panjang atas token tersebut.
Masalah mulai muncul ketika peluncuran menjadi peristiwa ekonomi utama. Setelah kampanye pertama selesai, token harus punya peran dalam produk serta alasan untuk membuka nilai bagi pengguna. Jika tidak, permintaan hanya bergantung pada harapan pembeli terhadap kenaikan harga.
Menurut 8Blocks, banyak proyek merancang ekonomi token hanya sebatas tabel alokasi dan jadwal unlock saja, sehingga menjauhkan token dari model bisnis inti. 8Blocks memosisikan diri pada sistem ekonomi ter-tokenisasi di mana permintaan berasal dari penggunaan dan kendali ekonomi tetap pada perusahaan.
Utility yang sebenarnya berasal dari aksi berulang di dalam produk.
Dalam GameFi, utility bisa berasal dari aset dalam permainan dan pasar sumber daya. Pada RWA, utility bisa didapat dari akses aset atau izin bagi investor. Kategorinya bisa berubah, namun prinsipnya tetap sama. Token perlu alasan untuk digunakan dalam produk.
Bila permintaan terhadap produk lemah, aktivitas trading mulai mengambil alih ekonomi. Holder awal hanya menunggu kenaikan harga, pengguna yang mendapat reward akan langsung menjual, petani airdrop pergi setelah klaim, dan investor menganggap setiap unlock sebagai peristiwa pasokan selanjutnya. Lama kelamaan, setiap pembaruan produk justru dinilai dari grafik harga, bukan dari tingkat penggunaan produk.
Perencanaan pasokan memang membantu, tapi hanya sampai batas tertentu. Tabel alokasi memperlihatkan ke mana token didistribusikan, jadwal vesting menunjukkan saat token beredar, dan emisi menunjukkan bagaimana pasokan baru muncul. Semua ini mengatur pasokan; tapi permintaan perlu desain tersendiri.
Kendali biasanya melemah di dua titik.
Penting untuk meninjau model inti di seluruh aspek emisi, vesting, utility, dan arus token guna menemukan asumsi yang lemah.
Menunggu sampai grafik harga rusak justru membuat perbaikan makin sulit. Pada titik itu, holder awal bisa saja sudah mulai menjual, pembeli baru hanya menunggu di pinggir, dan setiap unlock jadi ujian kepercayaan di mata publik.
Review pra-peluncuran (review) memberikan para founder gambaran awal mengenai tekanan unlock, utility yang lemah, risiko treasury, dan mekanisme permintaan sebelum semua masalah itu sampai ke pasar. Langkah ini juga membantu menguji, apakah reward mendukung aktivitas produk atau justru menimbulkan tekanan jual, apakah jadwal vesting selaras dengan pencapaian nyata, dan apakah keputusan treasury cukup fleksibel menopang ekonomi di tahun pertama.
Audit pasca-peluncuran (audit) memisahkan antara sentimen pasar dan desain ekonomi serta memperlihatkan masalah yang muncul karena sentimen, waktu pasokan, utility lemah, atau sirkulasi buruk. Hasil audit bisa digunakan untuk diskusi dengan investor maupun perencanaan internal. Investor ingin melihat lebih dari sekadar jargon utility, mereka ingin melihat sirkulasi, emisi, kebijakan treasury, risiko unlock, dan permintaan pengguna dalam satu model yang mudah dipahami.
8Blocks bekerja bersama tim native Web3 maupun bisnis Web2 yang masuk ke Web3, membangun ekonomi token yang terhubung dengan penggunaan produk, pemodelan keuangan, due diligence investor, dan strategi peluncuran. Titik awal mereka adalah peran token di dalam bisnis. Jika token yang bisa diperdagangkan tidak menambah nilai, maka format on-chain lain bisa saja lebih cocok untuk produk tersebut.
Ruang lingkup tokenomics mereka mencakup pengelolaan pasokan, penerbitan, alokasi, vesting, penyimpanan treasury, desain reward, manajemen likuiditas, perencanaan penjualan token, serta pemodelan arus token.
Jasa yang diberikan juga disesuaikan dengan tahapan proyek token. Konsultasi strategis mendukung pembuatan materi investor, pemilihan partner, persiapan TGE, dan masuk ke pasar. Audit tokenomics meninjau emisi, utility, vesting, alokasi pool, formula, proyeksi, dan arus token.
Selain itu, workshop membantu tim awal untuk menguji sumber permintaan sebelum produk dikembangkan penuh, sedangkan Token Lab memberikan cara cepat bagi founder untuk meninjau alokasi, vesting, unlock, dan tekanan jual awal.
Ekosistem token yang paling sehat menghubungkan aktivitas bisnis dengan permintaan token. Penggunaan menciptakan alasan untuk memakai atau mengembalikan token. Sirkulasi lalu mendukung produk dan perusahaan di setiap siklus reward. Model ini tetap bisa menghadapi siklus pasar, tapi proyek memiliki alat selain sekadar mengatur narasi.
Spekulasi akan selalu ada di pasar aset kripto yang terbuka. Tujuannya adalah supaya spekulasi tidak menjadi penggerak utama. Token perlu memiliki peran di dalam produk serta jalur suplai yang sudah dirancang sebelum peluncuran.
Seperti yang Sergey Novikov, CPO di 8Blocks, ungkapkan, “Unlocks, emisi, dan reward komunitas bukanlah masalah utama. Masalah muncul ketika suplai baru masuk ke pasar namun produk tidak bisa menciptakan permintaan yang cukup untuk menyerapnya.”
Proyek kehilangan kontrol saat token berubah menjadi aset yang hanya dipegang orang karena mengira nanti ada yang membeli. Mereka bisa kembali mengendalikan situasi ketika pengguna benar-benar butuh token untuk aktivitas nyata dan saat pertumbuhan justru menambah permintaan, bukan tekanan jual.

