Sony Interactive Entertainment akan menghapus 551 film yang sudah dibeli dari akun PlayStation Store di Inggris pada 1 September 2026, dengan alasan perjanjian lisensi konten bersama StudioCanal.
Daftar film yang terdampak mencakup puluhan tahun sejarah perfilman, mulai dari Terminator 2: Judgment Day, Rambo: First Blood, hingga Bridget Jones’ Diary, Pan’s Labyrinth, dan Paddington. Pelanggan yang membayar untuk judul-judul tersebut tetap akan kehilangan akses tanpa memandang riwayat pembelian mereka.
Sony merilis pemberitahuan hukum resmi yang menegaskan penghapusan ini, dan menyebut alasan utamanya yaitu perjanjian lisensi dengan StudioCanal sudah berakhir. Pengumuman tersebut tidak menawarkan refund atau kompensasi apapun bagi pembeli yang terdampak.
Situasi ini mengungkap fakta struktur yang sering luput dari perhatian konsumen saat bertransaksi. Pembelian digital di etalase mana pun yang dikendalikan platform sebenarnya hanyalah lisensi sementara, bukan kepemilikan seutuhnya.
Alhasil, Sony dan StudioCanal bisa mengubah atau mengakhiri lisensi tersebut, dan pembeli yang menanggung kerugiannya.
Dengan 551 judul yang akan dihapus, peristiwa ini menjadi salah satu penghapusan konten digital terbeli terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Kekhawatiran seperti ini tidak hanya terjadi pada film saja. Saat pre-order GTA 6 dibuka minggu ini, Rockstar menegaskan bahwa edisi fisik yang dijual di toko hanya berisi kode unduhan digital, tanpa disc.
Bagi pembeli yang mengira membeli boks berarti bisa mendapat kepemilikan fisik, detail ini semakin menambah rasa khawatir. Peluncuran GTA tersebut juga membuat pasar kripto sempat bergejolak di hari yang sama, dan menandakan bahwa persoalan kepemilikan digital kini sudah menjangkau dunia gaming hingga ke sektor finansial.
Dua peristiwa ini sama-sama menunjukkan satu hal. Di dunia hiburan dan gaming, konsumen sekarang membayar untuk akses, bukan kepemilikan.
Non-fungible token (NFT) memang diciptakan untuk mengatasi persoalan ini, dengan menawarkan sertifikat kepemilikan di blockchain yang tidak bisa dicabut oleh satu platform saja. Andaikan StudioCanal menerbitkan hak film sebagai NFT, Sony tidak akan bisa membatalkannya.
Token tersebut tetap tersimpan di wallet pembeli, bisa dipindahkan dan diverifikasi, tanpa terpengaruh perselisihan lisensi apa pun antara korporasi.
Pendekatan ini makin mendapat kepercayaan baru. Awal tahun ini, pengamat pasar mencatat bahwa NFT kini mulai bergeser dari spekulasi ke manfaat nyata, dengan kepemilikan digital muncul sebagai kegunaan jangka panjang paling kuat.
Di sisi lain, inisiatif identitas biometrik Worldcoin juga memunculkan pertanyaan paralel, yaitu siapa sebenarnya yang mengendalikan bukti kepemilikan di ranah digital. Di sektor GameFi yang lebih luas, sepanjang tahun 2026 ini investor kembali banyak berminat pada ekonomi digital berbasis blockchain.
Kasus penghapusan film di PlayStation sepertinya hanya soal lisensi biasa di atas kertas.
namun, hal itu justru memperjelas pertanyaan yang selama ini belum terjawab oleh layanan streaming, gaming, ataupun platform digital lain: ketika ketentuan platform berubah, apa sebenarnya yang konsumen miliki?
Bagi pendukung blockchain, Sony baru saja memberikan contoh nyata yang paling mainstream sejauh ini.