Saham Circle (NYSE: CRCL) anjlok hingga 17% pada hari Selasa setelah investor mempertimbangkan implikasi dari inisiatif stablecoin baru yang berpotensi mengubah cara pendapatan cadangan didistribusikan di industri aset digital. Penurunan ini mencerminkan kekhawatiran yang semakin besar bahwa model pendapatan cadangan Circle yang sangat menguntungkan mungkin akan menghadapi tekanan yang meningkat seiring kompetitor memperkenalkan struktur ekonomi yang lebih ramah mitra.
Aksi jual ini terjadi meskipun adopsi institusional USDC terus berlanjut, dan mengikuti perhatian yang kembali tertuju pada bagaimana penerbit stablecoin menghasilkan dan berbagi pendapatan di luar sekadar memperluas jumlah token yang beredar.
Reaksi pasar berpusat pada Open USD, sebuah stablecoin berbasis dolar yang akan segera diluncurkan dan sedang dikembangkan oleh Open Standard, sebuah konsorsium yang didukung oleh lebih dari 140 perusahaan di industri pembayaran dan kripto. Di antara pendukung terkemukanya adalah Visa, Mastercard, dan Coinbase, yang memberikan kredibilitas signifikan pada proyek ini sebelum peluncuran resminya.
Circle Internet Group, CRCL
Berbeda dengan model stablecoin tradisional, Open USD bermaksud menghapus biaya minting dan penebusan bagi bisnis sambil mendistribusikan pendapatan cadangan kepada mitra yang berpartisipasi setelah biaya manajemen dikurangi. Pendekatan tersebut secara langsung menyasar salah satu aliran pendapatan Circle yang paling berharga.
Pendapatan cadangan telah menjadi tulang punggung keuangan bagi banyak penerbit stablecoin. Dana yang mendukung stablecoin biasanya diinvestasikan dalam aset berisiko rendah yang menghasilkan bunga, seperti surat utang negara AS jangka pendek, menghasilkan miliaran dolar pendapatan tahunan seiring suku bunga tetap tinggi.
Dengan menjanjikan untuk berbagi pendapatan tersebut dengan peserta ekosistem, Open USD memperkenalkan struktur insentif yang dapat mendorong perusahaan pembayaran, bursa, dan lembaga keuangan untuk mendukung jaringannya dibandingkan alternatif pesaing.
Investor semakin memandang pendapatan cadangan sebagai pendorong utama kinerja keuangan Circle, bukan sekadar penerbitan stablecoin semata.
Selama kuartal pertama 2026, Circle menghasilkan sekitar $694 juta dalam total pendapatan dan pendapatan cadangan, dengan pendapatan cadangan menyumbang sekitar $653 juta dari angka tersebut. Namun, perusahaan juga melaporkan sekitar $407 juta dalam biaya distribusi, transaksi, dan biaya operasional terkait, yang menyoroti betapa mahalnya mempertahankan kemitraan ekosistem.
Ekonomi tersebut menjelaskan mengapa investor bereaksi keras terhadap model berbagi pendapatan yang diusulkan Open USD. Jika bursa, penyedia pembayaran, perusahaan fintech, dan mitra institusional menerima porsi pendapatan cadangan yang lebih besar di tempat lain, Circle bisa menghadapi tekanan lebih besar saat menegosiasikan perjanjian distribusi di masa depan. Pasar tampaknya sedang memperhitungkan kemungkinan tersebut, meskipun Open USD belum resmi diluncurkan.
Ironisnya, penurunan tajam ini terjadi hanya sehari setelah berita positif bagi Circle. BNY mengumumkan perluasan platform kustodi aset digitalnya yang akan memungkinkan klien institusional untuk menyimpan, mentransfer, minting, dan membakar USDC langsung melalui infrastrukturnya. Langkah ini merupakan tonggak penting lainnya dalam integrasi USDC yang semakin berkembang dengan lembaga keuangan tradisional.
Kemitraan ini menunjukkan bahwa bank terus merangkul stablecoin yang diregulasi seiring meningkatnya permintaan layanan keuangan yang ditokenisasi. Namun demikian, investor tampaknya jauh lebih fokus pada dinamika persaingan di masa depan daripada keberhasilan adopsi jangka pendek.
Meskipun kemitraan perbankan tambahan memperkuat kredibilitas USDC, Wall Street semakin mengevaluasi apakah Circle dapat mempertahankan margin keuntungannya seiring persaingan yang semakin intensif.
The post Circle (CRCL) Stock; Tumbles 17% as Open USD Stablecoin Intensifies Battle for Reserve Income appeared first on CoinCentral.
