Binance menghadapi pembatasan layanan di UE setelah melewatkan tenggat waktu MiCA.
Pengguna UE yang terdampak masih dapat mengakses penarikan dana di mana diizinkan.

Binance menyatakan aset pengguna tetap aman dan dijamin satu berbanding satu.
MiCA kini mewajibkan perusahaan kripto untuk memiliki otorisasi UE.
Pesaing berlisensi bergerak untuk menarik pengguna yang terdampak oleh pembatasan Binance.
Binance menghadapi pembatasan layanan yang lebih ketat di Uni Eropa setelah perubahan terkait MiCA berlaku pada 1 Juli. Bursa tersebut menyatakan pengguna yang terdampak masih dapat mengakses opsi akun utama, termasuk penarikan dana di mana berlaku. Namun, tenggat waktu perizinan kini mengubah cara platform kripto melayani pelanggan di seluruh blok tersebut.
Binance menyatakan terus mendukung pengguna UE yang terdampak selama masa transisi regulasi. Bursa tersebut menyatakan aset pengguna tetap aman dan disimpan secara satu berbanding satu. Pihaknya juga menyatakan pengguna yang terdampak masih dapat menggunakan opsi yang telah dikomunikasikan kepada mereka.
Chief Executive Richard Teng menyatakan penarikan dana tetap tersedia bagi pengguna yang terdampak oleh perubahan pada 1 Juli. Ia juga menyatakan perusahaan ingin memberikan kejelasan dan kesinambungan selama proses berlangsung. Pengguna yang memiliki pertanyaan terkait akun harus menghubungi saluran dukungan resmi Binance.
Perusahaan telah mulai menghubungi pengguna yang terdampak secara langsung dengan langkah-langkah selanjutnya. Pihaknya menyatakan terus bekerja sama dengan regulator mengenai kemungkinan jalur ke depan. Bursa tersebut kini harus mengelola pembatasan akses sementara kerangka kerja UE berlaku sepenuhnya.
Kerangka kerja Markets in Crypto-Assets kini mewajibkan penyedia layanan aset kripto untuk memiliki otorisasi di seluruh blok tersebut. Aturan ini berlaku untuk bursa, kustodian, dan perusahaan lain yang melayani pengguna di Kawasan Ekonomi Eropa. Oleh karena itu, platform tanpa persetujuan penuh menghadapi pembatasan yang lebih ketat pada layanan yang diatur.
Binance sebelumnya telah memperingatkan pengguna UE yang terdampak bahwa beberapa layanan dapat berhenti setelah tenggat waktu yang terlewat. Perusahaan mengaitkan perubahan tersebut dengan proses perizinan MiCA yang belum selesai. Namun, pihaknya menyatakan dana pengguna akan tetap tersedia berdasarkan pemberitahuan khusus per negara.
Laporan sebelumnya menggambarkan pergeseran pada 1 Juli sebagai penangguhan, bukan keluar secara permanen. Binance diperkirakan akan menghentikan pesanan baru, setoran, pendaftaran, dan produk staking bagi penduduk UE. Namun penarikan dana akan tetap terbuka bagi pengguna yang perlu memindahkan dana.
Tenggat waktu MiCA telah menciptakan pasar yang lebih kompetitif bagi perusahaan kripto yang diatur di Eropa. Coinbase, OKX, dan platform berlisensi lainnya telah bergerak untuk menarik pengguna yang terdampak oleh pembatasan layanan. Akibatnya, transisi ini dapat mengalihkan aktivitas perdagangan ke pusat UE yang disetujui.
Coinbase telah mengamankan pusat MiCA di Luksemburg, sementara OKX telah memperluas ekspansinya di Eropa. Perusahaan-perusahaan ini kini beroperasi dengan posisi regulasi yang lebih jelas di bawah kerangka kerja baru. Binance terus mencari jalur yang dapat diterapkan setelah aplikasinya di Yunani gagal mendapat persetujuan.
Binance menyatakan tetap berkomitmen terhadap Eropa meskipun mengalami kemunduran perizinan. Bursa tersebut terus berinteraksi dengan regulator dan memperbarui pengguna yang terdampak melalui komunikasi langsung. Untuk saat ini, perusahaan menghadapi pembatasan layanan sementara pesaing berlisensi berkembang di bawah MiCA.
The post Binance Faces EU Service Limits After Missing MiCA Deadline appeared first on CoinCentral.
