Premier Sarawak Abang Johari Openg saat mengunjungi pusat kendali kota pintar Miri yang diluncurkan hari ini. (Foto Ukas)
PETALING JAYA: Sistem pemantauan 24 jam yang dilengkapi teknologi pengenalan wajah dan pengenalan nomor plat kendaraan mulai beroperasi di Miri, Sarawak.
Premier Sarawak Abang Johari Openg mengatakan bahwa jaringan deteksi tersebut tidak melanggar privasi individu dan diciptakan semata-mata untuk meningkatkan keamanan publik.
“Meskipun digunakan untuk kepentingan publik, itu tidak berarti kami melanggar privasi Anda,” katanya di Miri setelah meluncurkan pusat kendali Kota Pintar Miri, lapor Dayak Daily.
Menurutnya, sistem tersebut merekam gambar real-time sepeda motor yang melintas di area tersebut serta merekam nomor plat kendaraan secara otomatis yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih proaktif dan aman bagi masyarakat.
Sistem deteksi real-time tersebut beroperasi mencakup jaringan sepanjang 77 km dan menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Abang Johari mengatakan ia yakin kerangka kerja tersebut pada akhirnya akan menjadi model yang dapat diperluas ke seluruh Sarawak.
Ia juga menyarankan agar pusat kendali tersebut memiliki satu aplikasi lagi yang dapat merangkum semua aktivitas yang terjadi dalam periode satu minggu.
Ringkasan data mingguan tersebut akan memungkinkan pihak dewan kota untuk memantau pola kejadian secara berkelanjutan serta meningkatkan penyampaian layanan publik di seluruh jaringan tersebut secara bertahap.


