Piala Dunia 2026 sudah memasuki babak 8 besar, dan perebutan gelar juara kini semakin terbuka. Prancis, Maroko, Spanyol, Belgia, Norwegia, Inggris, Argentina, dan Swiss menjadi delapan tim terakhir yang masih bertahan. Jadwal resmi dan bagan pertandingan dapat dilihat di halaman jadwal resmi Piala Dunia FIFA.
Laga perempat final mempertemukan Prancis vs Maroko, Spanyol vs Belgia, Norwegia vs Inggris, serta Argentina vs Swiss. Jika dilihat dari performa terkini, pengalaman di fase gugur, keseimbangan skuad, kualitas pemain bintang, dan jalur menuju final, Prancis saat ini terlihat sebagai kandidat terkuat untuk menjuarai Piala Dunia 2026. Namun Spanyol dan Argentina berada sangat dekat, sementara Inggris tetap berbahaya jika lini tengah dan serangannya tampil maksimal pada momen yang tepat.
Peringkat ini bukan saran taruhan. Ini adalah prediksi editorial berdasarkan lima faktor: performa terkini, hasil di fase gugur, keseimbangan taktik, kecocokan lawan, dan kemampuan pemain besar menentukan pertandingan.
Prancis berada di posisi pertama karena mereka memiliki kombinasi paling lengkap: pengalaman turnamen besar, kualitas individu elite, dan jalur yang masih realistis menuju final. Kemenangan 1-0 atas Paraguay tidak spektakuler, tetapi sepak bola fase gugur sering kali bukan soal tampil indah, melainkan soal kontrol, kesabaran, dan kemampuan bertahan dalam tekanan. Reuters menyebut Maroko sebagai ujian besar pertama bagi kredibilitas Prancis di turnamen ini.
Alasan terbesar untuk tetap menjagokan Prancis adalah Kylian Mbappé. Ia masih menjadi penyerang paling menentukan di antara tim-tim yang tersisa. Profil Mbappé di FIFA menyoroti rekor Piala Dunia, kecepatan, penyelesaian akhir, dan statusnya sebagai figur utama serangan Prancis.
Prancis juga tahu cara mengelola tekanan. Mereka sudah terbiasa tampil di final Piala Dunia, semifinal, dan laga-laga hidup mati. Bahkan saat permainan mereka tidak sepenuhnya mengalir, Prancis tetap bisa menang lewat satu momen besar.
Risikonya ada pada laga melawan Maroko. Maroko sangat disiplin, agresif, dan tidak takut menghadapi tim besar. Jika Prancis memulai laga dengan lambat, pertandingan bisa berubah menjadi sangat tegang. Namun jika pertanyaannya adalah “siapa yang akan menjuarai Piala Dunia 2026?”, Prancis masih menjadi jawaban paling aman saat ini.
Spanyol berada di posisi kedua karena mereka mungkin merupakan tim paling rapi secara struktur di antara delapan besar. Kemenangan 1-0 atas Portugal di babak 16 besar memperkuat kesan bahwa Spanyol mampu mengontrol lawan elite tanpa harus terjebak dalam pertandingan yang kacau. Fox Sports juga mencatat bahwa peluang Spanyol naik setelah mengalahkan Portugal.
Kekuatan Spanyol bukan hanya penguasaan bola. Yang lebih penting adalah bagaimana mereka memakai penguasaan bola untuk mengurangi risiko. Dalam sepak bola turnamen, hal ini sangat penting. Tim yang mampu memperlambat tempo, membatasi transisi lawan, dan membuat lawan terus mengejar bola biasanya semakin kuat seiring berjalannya pertandingan.
Pemain seperti Pedri, Mikel Merino, dan para penyerang sayap Spanyol memberi mereka banyak cara untuk keluar dari tekanan. Mereka tidak selalu membutuhkan pertandingan terbuka. Mereka bisa menang lewat ritme, wilayah permainan, dan kesabaran.
Laga melawan Belgia akan berbahaya karena Belgia bisa menghukum kesalahan dengan cepat. Namun dari sisi keseimbangan, Spanyol tetap menjadi salah satu dari dua atau tiga kandidat terkuat juara Piala Dunia 2026.
Argentina berada di posisi ketiga karena juara bertahan tahu cara bertahan hidup dalam pertandingan yang tidak sempurna. Kemenangan dramatis 3-2 atas Mesir menunjukkan masalah, tetapi juga menunjukkan mentalitas juara yang membuat mereka pernah mengangkat trofi dunia.
Setiap pembahasan tentang Argentina tetap harus dimulai dari Lionel Messi. Pada usia 39 tahun, pengaruh Messi tidak lagi sama seperti masa puncak fisiknya, tetapi ia tetap mampu menentukan pertandingan lewat ruang, timing, dan keputusan yang tenang. Profil resmi Messi di Inter Miami menempatkannya sebagai salah satu figur utama lini depan Argentina.
Argentina juga memiliki jalur yang cukup baik. Swiss sangat terorganisir, tetapi Argentina seharusnya memiliki variasi serangan yang cukup untuk menciptakan peluang. Jika lolos ke semifinal, mereka akan menghadapi pemenang Norwegia vs Inggris, lawan yang berat tetapi bukan mustahil dikalahkan.
Kekhawatiran terbesar Argentina adalah kontrol defensif. Mereka terlihat rapuh dalam beberapa fase pertandingan. Swiss kemungkinan akan mencoba memperlambat tempo. Namun jika pertandingan menjadi emosional dan ditentukan pada 20 menit terakhir, Argentina masih memiliki pengalaman, energi, dan kualitas bintang untuk menang.
Inggris berada di posisi keempat karena plafon mereka sangat tinggi, tetapi performa mereka belum selalu meyakinkan. Mereka menang 3-2 atas Meksiko dalam laga 16 besar yang dramatis dan kini menghadapi Norwegia di perempat final. Situs resmi England Football mengonfirmasi jadwal perempat final Inggris dan jalur mereka di fase gugur.
Alasan menjagokan Inggris cukup jelas: mereka memiliki pemain elite di banyak area. Jude Bellingham memberi Inggris kekuatan, karakter, dan pengaruh besar di laga penting. FIFA juga menyorot Bellingham sebagai salah satu figur utama dalam ambisi Inggris di Piala Dunia.
Pertanyaan terbesar adalah apakah Inggris bisa mengontrol laga fase gugur tanpa terlalu reaktif. Melawan Norwegia, mereka harus mengendalikan Erling Haaland, bertahan dari umpan silang, dan menghentikan serangan langsung sebelum menjadi ancaman besar.
Jika Inggris mengalahkan Norwegia, lawan semifinal mereka bisa Argentina atau Swiss. Jalur itu berat, tetapi tidak lebih buruk daripada sisi bracket Prancis. Inggris adalah kandidat nyata, tetapi mereka masih perlu satu penampilan lengkap untuk terlihat seperti favorit utama.
Belgia berada di posisi kelima karena kemenangan 4-1 atas Amerika Serikat menjadi salah satu hasil paling meyakinkan di babak 16 besar. Kini mereka menghadapi Spanyol dalam laga yang akan menentukan apakah Belgia benar-benar kandidat juara atau hanya tim fase gugur yang berbahaya.
Keunggulan utama Belgia adalah efisiensi serangan. Mereka tidak membutuhkan penguasaan bola panjang untuk menyakiti lawan. Jika Spanyol kehilangan bola di area berbahaya, Belgia punya kualitas untuk langsung menciptakan peluang besar.
Jika Kevin De Bruyne mampu menjadi pusat ritme Belgia, ia masih termasuk pengumpan terbaik di generasinya. Dengan atletisme, kecepatan, dan kualitas penyelesaian di sekitarnya, Belgia bisa membuat Spanyol sangat tidak nyaman.
Masalahnya adalah konsistensi. Belgia bisa mengalahkan siapa pun dalam satu pertandingan, tetapi untuk menjadi juara mereka harus menang tiga kali lagi melawan lawan yang sangat berbeda. Spanyol akan menguji kesabaran mereka. Prancis atau Maroko bisa menguji disiplin pertahanan mereka. Belgia bisa juara, tetapi jalurnya sangat sulit.
Maroko berada di posisi keenam, tetapi peringkat ini mungkin masih meremehkan mereka. Mereka mengalahkan Kanada 3-0, sebelumnya menyingkirkan Belanda lewat adu penalti, dan kini menghadapi Prancis dalam laga ulang yang penuh makna setelah semifinal Piala Dunia 2022.
Maroko berbahaya karena mereka bukan lagi sekadar kejutan sementara. Mereka sudah memiliki identitas turnamen. Mereka bertahan dengan intensitas, melakukan transisi cepat, dan bermain dengan energi emosional yang kuat. Achraf Hakimi memberi kualitas kelas dunia dari posisi bek kanan, sementara disiplin kolektif membuat mereka sulit ditembus.
Masalah Maroko adalah jalur mereka sangat berat. Prancis di perempat final, lalu mungkin Spanyol atau Belgia di semifinal. Untuk menjadi juara dunia, Maroko mungkin harus mengalahkan tiga tim elite secara beruntun.
Tetap saja, tidak ada tim yang ingin menghadapi Maroko. Jika Prancis mulai frustrasi, Maroko bisa mengubah laga menjadi pertandingan penuh tekanan, emosi, dan duel fisik.
Norwegia berada di posisi ketujuh, tetapi mereka adalah kuda hitam paling menarik. Kemenangan 2-1 atas Brasil menjadi salah satu hasil terbesar turnamen dan mengubah seluruh sisi kanan bracket. Liputan langsung Al Jazeera menempatkan Brasil vs Norwegia sebagai salah satu kisah utama babak 16 besar.
Alasan Norwegia boleh bermimpi sangat jelas: Erling Haaland. Sangat sedikit pemain di dunia yang bisa mengubah pertandingan fase gugur secepat Haaland. Jika Norwegia bisa menjaga skor tetap dekat, satu umpan silang, satu transisi, atau satu kesalahan bek lawan bisa cukup.
Norwegia juga bukan hanya tim satu pemain. Kemenangan atas Brasil menunjukkan konsentrasi defensif, keyakinan, dan kemampuan bertahan dalam tekanan tanpa kehilangan bentuk.
Tantangannya adalah mengulang performa. Mengalahkan Brasil sekali sudah bersejarah. Mengalahkan Inggris, lalu mungkin Argentina, lalu mungkin Prancis atau Spanyol adalah level yang berbeda. Norwegia bisa mencapai semifinal, tetapi menjadi juara akan menjadi salah satu kisah underdog terbesar dalam sejarah Piala Dunia.
Swiss berada di posisi kedelapan bukan karena mereka lemah, tetapi karena jalur mereka sangat sulit. Menurut Reuters, Swiss mencapai perempat final Piala Dunia pertama mereka sejak 1954 setelah mengalahkan Kolombia 4-3 lewat adu penalti setelah bermain 0-0.
Kekuatan Swiss jelas: disiplin. Mereka bisa mempersempit ruang, membuat tim menyerang frustrasi, dan membawa pertandingan ke fase akhir. Profil seperti ini bisa menyulitkan Argentina.
Pemain seperti Manuel Akanji dan Gregor Kobel memberi Swiss kekuatan defensif dan kepercayaan diri dalam skenario penalti. Jika mereka bisa menahan Argentina tanpa gol dalam waktu lama, tekanan bisa berpindah ke sang juara bertahan.
Batasannya ada pada daya serang. Swiss mungkin harus menang lewat laga ketat, skor rendah, dan adu penalti lagi. Itu mungkin dalam turnamen, tetapi margin kesalahannya sangat kecil.
Bracket saat ini menciptakan dua jalur yang sangat berbeda.
Di satu sisi, Prancis, Maroko, Spanyol, dan Belgia berebut satu tempat final. Sisi ini terlihat lebih dalam dan lebih kuat secara teknis. Prancis mungkin favorit, tetapi tidak ada laga mudah.
Di sisi lain, Norwegia, Inggris, Argentina, dan Swiss memperebutkan satu tempat final lainnya. Argentina dan Inggris mungkin melihat ini sebagai peluang besar, tetapi Norwegia yang menyingkirkan Brasil dan Swiss yang kuat dalam adu penalti membuat jalur ini sangat sulit diprediksi.
Jika dilihat dari tingkat kesulitan, Maroko dan Belgia mungkin memiliki jalur terberat. Argentina terlihat memiliki jalur paling bersih di atas kertas, tetapi Swiss berbahaya dan Inggris atau Norwegia akan sangat menuntut secara fisik di semifinal.
Kuda hitam terbaik saat ini adalah Maroko. Norwegia punya headline yang lebih mengejutkan karena menyingkirkan Brasil, tetapi Maroko memiliki identitas Piala Dunia yang lebih kuat dan konsisten dalam beberapa turnamen terakhir.
Norwegia adalah kuda hitam paling eksplosif karena Haaland. Swiss adalah kuda hitam paling disiplin karena struktur pertahanan dan kemampuan penalti. Namun Maroko adalah kandidat underdog yang paling lengkap.
Jika Maroko mengalahkan Prancis, mereka tidak boleh lagi disebut sekadar kejutan. Mereka harus dianggap sebagai kandidat juara serius.
Prediksi saat ini: Prancis akan menjuarai Piala Dunia 2026.
Prancis memiliki kombinasi terbaik antara kekuatan bintang, pengalaman fase gugur, fleksibilitas taktik, dan pemain yang bisa menentukan pertandingan. Spanyol mungkin tim paling seimbang. Argentina mungkin punya mental juara paling kuat. Inggris masih punya ruang besar untuk berkembang. Namun Prancis masih terlihat sebagai tim yang paling mampu memenangkan tiga laga gugur dengan karakter berbeda.
Prediksi semifinal: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina.
Prediksi final: Prancis vs Argentina.
Prediksi juara: Prancis.
Delapan tim terakhir adalah Prancis, Maroko, Spanyol, Belgia, Norwegia, Inggris, Argentina, dan Swiss. Pertandingan perempat final adalah Prancis vs Maroko, Spanyol vs Belgia, Norwegia vs Inggris, dan Argentina vs Swiss.
Prancis berada di posisi pertama dalam peringkat ini karena pengalaman fase gugur, kedalaman skuad, dan kemampuan Kylian Mbappé menentukan pertandingan.
Ya. Argentina masih bisa mempertahankan gelar, terutama karena Lionel Messi, pengalaman turnamen, dan mentalitas juara. Namun kontrol pertahanan mereka harus lebih baik.
Inggris bisa juara, tetapi mereka membutuhkan performa yang lebih lengkap. Mereka punya kualitas untuk mengalahkan Norwegia, Argentina, atau Swiss, tetapi harus lebih baik dalam mengontrol pertandingan.
Ya. Maroko bukan lagi sekadar tim kejutan. Organisasi pertahanan, transisi cepat, dan kepercayaan diri turnamen membuat mereka berbahaya bagi siapa pun.
Norwegia bisa mencapai semifinal, tetapi menjadi juara masih sangat sulit. Senjata utama mereka adalah Erling Haaland, namun jalur berikutnya sangat berat.
Prancis vs Maroko adalah laga paling emosional, Spanyol vs Belgia paling menarik secara taktik, Norwegia vs Inggris punya cerita kuda hitam terbesar, dan Argentina vs Swiss adalah ujian klasik bagi juara bertahan.
Prediksi saat ini adalah Prancis vs Argentina, dengan Prancis sebagai juara.


