Cryptoharian – Komunitas XRP kembali menjadi sasaran penipuan kripto. Kali ini, modus dilakukan lewat romance scam atau penipuan berkedok asmara berbasis AI, yang menargetkan peserta konferensi XRP Las Vegas.
Para scammer atau penipu dilaporkan menggunakan gambar wanita cantik hasil AI untuk mendekati korban melalui media sosial dan direct message (DM).
Kasus ini pertama kali diungkap oleh validator XRP Ledger pada Jumat pagi setelah menemukan sejumlah akun mencurigakan yang memakai foto glamor perempuan di depan banner resmi acara XRP Las Vegas.
Modus Pig Butchering Mulai Sasar Event Kripto
Para pelaku diduga menjalankan skema “pig butchering” salah satu jenis penipuan kripto yang kini semakin marak.
Dalam modus ini, penipu membangun hubungan emosional dengan korban melalui media sosial seperti X atau Instagram sebelum akhirnya mengarahkan percakapan ke aplikasi pesan pribadi.
Setelah korban mulai percaya, pelaku biasanya:
Konferensi kripto menjadi target empuk karena peserta biasanya terbuka terhadap pesan dari orang baru dan dianggap memiliki aset kripto dalam jumlah besar.
Gunakan Foto AI dan Identitas Palsu
Akun-akun palsu tersebut memakai foto perempuan berpakaian mewah yang tampak sedang menghadiri konferensi XRP Las Vegas.
Padahal, sebagian besar gambar diduga dibuat menggunakan teknologi AI generatif.
Dengan memanfaatkan branding resmi XRP dan suasana konferensi, si penipu mencoba membangun kesan bahwa mereka benar-benar peserta acara.
Strategi ini membuat korban lebih mudah percaya dan menurunkan kewaspadaan.
Baca Juga: Bagaimana Kabar 4 Altcoin Papan Atas Ini Saat Bitcoin Sedang Naik?
XRP Las Vegas Hadirkan Tokoh Besar Ripple
Acara XRP Las Vegas sendiri disebut sebagai salah satu konferensi XRP terbesar di dunia.
Ripple menghadirkan sejumlah tokoh penting seperti Brad Garlinghouse dan David Schwartz
Konferensi berlangsung di Paris Casino, Las Vegas, dan menarik banyak investor serta komunitas XRP dari berbagai negara.
Karena banyak peserta mengeluarkan biaya besar untuk tiket, perjalanan, dan hotel, para penipu menganggap mereka sebagai target potensial dengan aset kripto cukup besar.
Menurut data FBI, kerugian akibat penipuan kripto tahun lalu mencapai hampir US$ 11,4 miliar.
Dari jumlah tersebut, penipuan berkedok asmara menyumbang lebih dari US$ 900 juta.
Kelompok usia di atas 60 tahun menjadi korban terbesar dalam kasus kejahatan internet dan scam crypto sepanjang 2025.
Ripple Sudah Berkali-Kali Beri Peringatan
Kendati demikian, Ripple sendiri sudah beberapa kali memperingatkan komunitasnya terkait maraknya scam berbasis AI dan deepfake.
Awal tahun ini, David Schwartz sempat memperingatkan adanya akun Instagram palsu yang menyamar sebagai Brad Garlinghouse untuk mempromosikan giveaway XRP palsu.
Sebelumnya, Ripple juga memperingatkan komunitas terkait livestream deepfake yang muncul setelah acara Swell Conference.


